stifler's Blog



Waktu

Konon, kata orang Einstein mencoba menerangkan dengan sederhana tentang relativitas waktu, katanya satu jam duduk diatas tungku panas (atau dimarahi Boss yang galak) akan terasa jauh lebih lama dari pada satu jam ngobrol dengan nikmat bersama seorang cewek yang seksi dan supel (atau cowok yang ganteng dan ramah).

Hidup kita tidak lepas dan waktu, hal yang paling adil pada umat manusia dimanapun. Kita Cuma punya 24 jam sehari dan berlaku universal. Tidak perduli seberapa kaya, miskin, galak, ramah, kerja keras ataupun malasnya anda.

Ada orang yang selalu berpikiran akan masa lalunya, ketika dia dulu jaya dan sukses. Dalam berpikiran dan berkata selalu saja mengacu pada “Dulu ketika saya….”. Apa yang membuat kita sukses dimasa lalu, tidak akan membuat kita sukses dimasa depan. Jaman berubah. Terikat pada kesuksesan masa lalu akan membutakan kita akan kesempatan saat ini. Dan membuat pikiran kita terikat dan terkukung pada kenangan manis saja.

Ada orang yang selalu hidup dimasa ‘akan datang’. Ucapannya selalu “Nanti kalau saya jadi direktur, maka……..” Hari ini dia memikirkan akan minggu depan waktu akan liburan. Minggu depan dia berpikir akan bulan depan saat akan ke Singapore. Di Singapore dia berpikir akan tahun depan dapat kesempatan ke Amerika. Dan hidup ini dirasakan sebagai sebuah pengejaran yang tidak pernah habis. Karena saat kita mendarat pada ‘masa depan’ itu, kita mengejar sebuah masa depan yang lain pula.

Hiduplah dimasa ini, sekarang, saat ini, detik ini. Betapapun dan apapun yang sedang terjadi pada anda. Bisa saja sebuah kegagalan, kerja keras yang menyakitkan, ataupun sebuah kesederhaan akan hidup itu sendiri.

Belajar menikmati dan merasakan dengan sepenuhnya saat ini adalah sebuah kearifan kita memandang dan merasakan hidup. Kesedihan pun dapat kita nikmati dengan kejernihan. Masa sulit akan terasa manis bila kita mencoba yang terbaik untuk itu.

Waktu berlajan terus, tiba2 kita sudah sampai pada 1 September 2006. Padahal baru saja rasanya kita bertahun baru 2006. Waktu, kadang terasa cepat, kadang terasa lama. Kita tetap saja harus terus melakukan perjalanan hidup ini. Dan belajar menikmati, menghargai, dan mensyukuri hari ini, jam ini, saat ini. Ini adalah sebuah berkah yang kita miliki. Hidup adalah perjalanan, diawali pada tangis bayi lahir, dan diakhiri dengan kematian. Yang paling berarti adalah  perjalanan ini. Nikmatikah ‘sekarang’.

 

taken from : http://tanadisantoso.com/v50/MyBlog


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: