stifler's Blog



“Terlalu” selalu kurang baik.

Ada sebuah cerita tentang seorang yang sangat pelit dalam hidupnya, dia pekerja keras dan sangatlah pelit, medit, kikir, dalam hidupnya. Makan sedikit, semua serba dihemat, beli mobil saja tidak mau, rumahnya jelek dan pakaiannya kusam. Bisnis nya sudah maju pesat, kekayaannya sudah banyak luar biasa, tetap dijaganya ke hemat an nya dalam hidup, sampai pada batas yang -keterlaluan-.

Suatu hari dia jatuh dari sepeda motor, karena helm nya kwalitas terburuk, maka kepalanyapun terluka parah. Anak2 nya segera meminta pertolongan medis dari Singapore, pesawat terbang khusus yang 150 juta menjemputnya dari Surabaya. Otaknya dioperasi tiga kali, sudah menghabiskan uang 2 milyard rupiah selama sebulan di ICU Singapore. Belun juga ketahuan akan bagaimana kelanjutannya…

Saya menghormati orang yang hemat dalam hidupnya, tetapi segala yang berlebihan tidaklah baik. Terlalu hemat, akan membahayakan juga. Saya sering bergurau menggambarkan orang yang super medit tetapi sebenarnya kaya dengan kata2 dari cerita ini: ya dia akan menghemat pengeluarannya supaya bisa membayar nanti kalau mau lebih lama tinggal di ICU ketika sakit nanti.

Kawan, semua yang berlebihan tidaklah baik. Terlalu medit jelek, terlalu boros lebih jelek lagi, apalagi kalau kita tidak punya cukup uang. Kalau punya penhasilan 10 juta sebulan, ya pakailah untuk bersenang2 satu juta, kita hidup hanya sekali dan tidak pula terlalu panjang. Nikmati dalam batas kewajaran.

“Terlalu” adalah sesuatu yang berbahaya, bahkan terlalu banyak berolah raga tidak menyehatkan! Terlalu malas celaka, terlalu sayang bisa menyakitkan, terlalu disiplin juga jelak…. Yah sering hidup ini tidak menurut kemauan kita kemana jalannya. Kita harus belajar untuk tidak =terlalu= dalam kehidupan ini….

“Lebih” itu baik, “terlalu” itu harus diwaspadai, ujung perjalanan kita hanyalah sebuah liang kubur, buatlah perjalanan kehidupan ini menjadi nikmat dan menyenangkan…… Kewaspadaan kita pada emosi dan jalan pikiran kita adalah kewajiban kita untuk mengatur dan mendisiplinkannya. Dalam hidup kita tidak selalu perlu menjadi “maximizer”, memaksimumkan semuanya. Harus ada jarak dan ruang, dan belajar menjadi “satisficer”, orang yang puas dengan apa yang telah didapat.

Selamat menikmati perjalanan hidup anda.

 

taken from : http://tanadisantoso.com/v50/MyBlog/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: