stifler's Blog


LAPORAN  PROYEK  LAUT

TINGKAT IV

 

PENYUSUN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA        :   AHMAD  FUADIN

NID           : 2002456

JURUSAN    :  NAUTIKA

ANGKATAN  :   2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELAJARAN PELAYARAN

Soal-soal dinas jaga (UAD)

1.a.pada saat anda sebagai perwira jaga ( jaga laut) dalam keadaan tampak terbatas ,hal-hal apakah yang anda lakukan pada saat itu ?

 

Tugas jaga laut pada saat keadaan tampak terbatas ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu tugas jaga laut utk perwira deck dan tugas jaga laut utk perwira mesin.

Yang dilakukan oleh perwira deck adalah : Jika jarak tampak berkurang atau diperkirakan akan berkurang,  tanggung jawab pertama tugas jaga navigasi adalah menganut pada aturan colreg 1972 dgn perhatian khusus  pada isyarat kabut,melaju dengan kecepatan aman dan menyiapkan utk melakukan olah gerak setiap saat .selain itu juga perwira deck harus :

1. memberitahukan Nahkoda jika timbul keragu-raguan pada saat jaga laut.dan jangan membuat penilaian sendiri mengenai situasi bahaya tubrukan dengan praduga-praduga yang belum jelas.

2. menempatkan seorang pengamat yang baik pada saat jaga laut.dan melakukan pengamatan yang layak ,baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan menggunakan semua sarana yang tersedia.

3. menghidupkan lampu-lampu navigasi.

4.mengoperasikan dan mengunakan radar ,arpa secermat mungkin berkenaan dengan daerah tampak terbatas.

5. pengoperasian Radio VHF ,SSb,Ais ,inmarsat, dan alat-alat bantu navigasi lainnya difungsikan secara maxsimal.dan seefective mungkin.

6.Catat semua kejadian – kejadian penting didalam log book harian dan laporkan  kepada nahkoda jika ada sesuatu yang akan membahayakan kapal ,crew kapal beserta muatanya.

Yang dilakukan oleh perwira jaga mesin adalah :harus menjamin bahwa tekanan udara permanent atau tekanan uap selalu tersedia utk keperluan semboyan bunyi dan bahwa perintah – perintah yang datang dari anjungan yang berkaitan dengan perubahan kecepatan mesin selalu dilaksanakan secepatnya ,selain itu juga motor bantu yang digunakan utk olah gerak harus selalu siap dipakai dalam setiap kondisi.

 

b.Dan pada saat kapan nahkoda diberi tahukan ,jelaskan ?

1.pada saat kapal memasuki daerah tampak terbatas (kabut,halimun ,badai dll )

2. pada saat timbul keragu-raguan oleh perwira jaga tersebut

3. pada saat memasuki derah TSS atau daerah –daerah sempit lainnya ( selat,teluk ,sungai ,muara ,daerah rig plafporm dll)

4. pada saat akan tiba dipelabuhan tujuan

5.pada saat akan berangkat dari pelabuhan tujuan

6. pada saat akan berlabuh jangkar,Shifting ,kapal Drifting, kapal sandar dijetty/dermaga dan dikapal besar

7. pada saat memasuki daerah berbahaya (masuk didaerah yang sering terjadi perapokan kapal ).

8.pada saat terjadi cuaca buruk ,angin gal (topan ).

9. pada saat rusak mesin ,rusak kemudi , rusak telegrap ,rusak radar (alat bantu navigasi )kapal  Not Under Comend dan Lose Control  mesin atau kemudi

c. faktor-faktor apasaja kah yang harus diperhatikan pada saat pengaturan jaga dikapal.?

1.Keselamatan     (safety) crew kapal,kapal,beserta muatannya.

2. faktor kepadatan lalu lintas kapal diperairan tersebut.

3. faktor keadaan cuaca,keadaan kekuatan ombak,arus,angin,keadaan kedalaman perairan kekenaan dengan under keel clearance, no go area, keselamatan perairan

4. faktor  hument error (kecakapan pelautnya,SDMnya)

5. faktor keragu-raguan (sifat alamiah sdmnya)

6. faktor mesin error, kemudi error,alat-alat bantu navigasi ,radar,gps error

7. faktor keadaan daerah perairan tersebut (paracy)

8. faktor keadaan muatan yang membahayakan kapal dan crewnya.

9.faktor stabilitas keseimbangan kapal.

2. a. Selama jaga pelabuhan hal2 apa sajakah yang perlu dilaksanakan dan dicatat oleh seorang perwira jaga ?

1.Meronda keliling pada saat-saat tertentu pada bagian-bagian kapal

2.memperhatikan pasang surut dipelabuhan

3. memperhatikan tangga-tangga ,tros-tros serta memasang rat guard pada tali kepil

4. melarang orang-orang yang tidak berkepentingan naik kekapal

5. menbaca draft dan mencatat ship condition

6.mencegah polusi air maupun udara

7. mengontrol pemakaian air tawar dan menjaga stabilitas kapal.

8. tidak!………meninggalkan kapal pada saat sedang bertugas dalam keadaan apapun

9. melalui musyawarah dengan nahkoda kkm hrs menjamin pengaturan tugas jaga mesin tetep memadai utk mempertahankan suatu tugas jaga mesin yang aman dipelabuhan ,pertimbangan yang diambil antar lain :

a. kapal yang HP mesinnya 3000kw/lebih ,hrs slalu ada perwira mesin yang tugas

b. Hp kurang dari 3000 kw sesuai kebijaksanaan nahkoda melalui musyawarah dgn kkm ,boleh tdk ada pwra yang hrs bertanggung jawab dlm tugas jaga mesin.

c.Pwra2 yg bertugas jaga mesin tdk boleh merangkap atau diberi tugas lain yg akan mengganggu pengawasan terhadap sistem permesinan kapal.

b. Jelaskan lah yang perlu diperhatikan pada saat pengaturan jaga termasuk prinsif-frinsif jaga ………………….?

jika mengambil keputusan tentang komposisi tugas jaga dianjungan termasuk bawahan yang memenuhi syat.faktor-faktor berikut ini harus dipertimbangkan :

a. anjungan tidak pernah boleh ditinggalkan tampak seorangpun menjaganya.

b. Kondisi cuaca ,jarak tampak siang atau malam hari.

c.adanya bahaya-bahaya navigasi yang dapat memungkinkan perwira yang sedang melaksanakan tugas jaga harus menjalankan tugas-tugas tambahan.

d.Penggunaan dan kondisi alat bantu navigasi seperti radar atau alat-alat penentu posisi elektronok dan peralatan lain yang mempengaruhi keamanannavigasi

e. apakah kapal yang bersangkutan dilengkapi oleh kemudi otomatis atau tidak.

f.pengendalian UMS ( Unmanned Machinery space= kamar mesin yang tidak dijaga ) tanda bahaya dan indikator yang ada dianjungan prosedure utk penggunaan nya dan keterbatasannya.

h. Setiap kebutuhan luar biasa pada tugas jaga navigasi yang dapat terjadi karena keadaan khusus.

c. Faktor-Faktor apa sajakah yang perlu diperhatikan pada saat jaga dianjungan ,jelaskan ?

1.Tidak menyerahkan tugas jaga kepada orang yang tidak mampu/

sakit ( beritahu nahkoda )

2. perwira pengganti harus yakin bahwa anggotanya benar-benar siap .

3. semua petugas jaga pengganti telah menyesuaikan diri dengan kegelapan (malam hari) bila belum tidak boleh mengambil alih tugas jaga .

4.Perwira pengganti telah yakin tentang berbagai berbagai hal yang harus diketahui .

5. perintah – perintah umum / khusus dari nahkoda berkaitan dengan navigasi kapal.

6. posisi, haluan, kecepatan kapal ,draft kapal.

7. arus,cuaca ,jarak tampak dan pengaruh terhadap haluan dan kecepatan

8. prosedur menggunakan  mesin induk jika sistem yang digunakan adalah baik.

3 a. Dalam hal melaksanakan pengamatan ,hal-hal apasaja kah yang harus diperhatikan dan siapa –siapa sajakah  yang ditugaskan sebagai pengamat?

hal-hal yang harus diperhatikan adalah

Dalam melaksanakan pengamatan ada 2 bagaian yaitu dalam keadaan cerah dan dalam keadaan tampak terbatas ,

1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaanpengamatan cerah ssb:

a.pengamatan dilakukan sekeliling kapal yaitu depan ,belakang ,kanan,kiri kapal dengan prasarana dan sarana yang tersedia diatas kapal  .

b. saat pengamatan dilakukan secara efesian antara lain :

. jarak tampak ,keadaancuaca,keadaan luat

. keadaan lalu lintas dan aktifitas lain yang termasuk didaerah dimana kapal sedang bernavigasi

.perhatian khusus pada saat memasuki daerah pelayaran sempit

.beban kerja tambahan yang bersifat mendadak

.Pengetahuan & keyakinan kompetensi profesional para perwira & awak kapal

.pengalaman setiap perwira yang melakukan tugas jaga navigasi

. kegiatan yang terjadi sewaktu-waktu

. kemapuaan opersional instrumen dan alat pengendali an dianjungan termasuk system tanda bahaya.

. Daun kemudi ,baling-baling serta sifat olah gerak kapal.

. ukuran kapal dan medan pandangan ditempat pengamat.

. tata ruang anjungan

. setiap standart prosedur atau pedoman releven lain yang berkaitan dengan pengaturan tugas jaga.

 

2.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaan pengamatan tampak terbatas adalah ;

1. kapal harus berlayar dengan kecepatan aman sesuai dengan keadaan penglihatan

2. kapal tenaga harus menyiapkan mesin-mesinnya utk dapat diolah gerak .

3.setiap kapal harus benar-benar memperhatikan keadaan dan suasana penglihatan terbatas yang ada bilamana sesuai dengan aturan seksi 1 bagian ini.

4.memperhatikan penerangan-penerangan.

5.kapal yang menghindar kapal lain hanya dengan radar harus menentukan apakah sedang berkembang situasi saling mendekat terlalu rapat dan ada bahaya tubrukan ,sejauh mungkin menghindari:

a. perubahan haluan kekiri terhadap kapal yang ada didepan arah melintang selain dari pada kapal yang sedang disusul.

b. perubahan kearah kapal yang ada , diarah melintang kapal / belakang arah melintang

6. memperdenganrkan dan mendenganrkan isyarat kabut kapal lain yang berada didepan arah melintang kapal mendekat maka mengurangi kecepatanb kapal sekecil mungkin bila perlu stop mesin.

Siapa-siapa yang ditugaskan sebagai pengamat?

Seluruh awak kapal yang bertugas dideck maupun dimesin yang diberi wewenang /autoritas disesuaikan dengan posisi, jabatan  dan tugasnya serta kewajibannya dalam melakukan tugas pengamatan internal maupun external dikapal ,terutama abk yang sudah memiliki ijasah yang ditunjuk perusahaan sebagai perwira kapal.

 

b.Menurut aturan 5 P2TL ,sebutkanlah apasaja sarana-sarana pengamatan itu ?

sarana-sarana pengamatan itu adalah semua peralatan atau prasarana2 /sarana 2 yang tersedia diatas kapal yang sesuai dengan aturan colreg 1972 dan solas 1974 maupun dengan menggunakan visual ,pendengaran dll.

4.a. Apakah yang dimaksud dengan kecepatan aman .

Kecepatan aman terbagi menjadi 2 bagian  yaitu kecepatan aman dalam aturan 5  ( keadaan cerah)  yaitu kecepatan yang sedemikian rupa sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat dan berhasil guna utk menghindari tubrukan dan dapat dihentikan dalam jarak yang sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada. sedangkan kecepatan aman dalam aturan 19 ( keadaan tampak terbatas ) yaitu kecepatan aman yang menggunakan semua prasarana yang ada dikapal (Radar, Suling kabut ,mesin induk ) utk dapat membantu kapal menyiapkan mesin-mesinnya segera dalam olah gerak kapal ,radar utk dapat menilai apakah sedang berkembang situasi saling mendekat , terlalu rapat atau ,apakah ada bahaya tubrukan ,jika demikian kapal hrs melakukan tindakan dalam waktu yang cukup lapang .jika telah yakin tdk ada bahaya tubrukan, setiap kapal yg mendengar isyarat kabut kapal lain menurutpertimbangan berada didepan arah melintangnya atau tdk dapat menghindari situasi saling mendekat terlalu rapat hingga kapal yang ada didepan arah melintangnya harus mengurangi kecepatan serendah – rendah mungkin untuk dapat mempertahankan haluan jika perlu meniadakan kecepatanya sama sekali (Stop mesin )dan berlayar dengankewaspadaan khusus hingga bahaya tubrukan berlalu.

b.Jelaskan Siapa Bilamana dan Bagaimana pengamatan yang layak harus diadakan ?

Siapa ;Semua orang yang mempunyai kepentingan didalamnya yaitu; administrator,pihak perusahaan,nahkoda , crew kapal atau abk kapal yang diberi jabatan atau tadak ada jabatannya ,semua terlibat didalamnya ,tidak terkecuali peraturan serta undang-undangnya.

Persyaratan seorang pengamat yang layak : - senantiasa waspada secara visual maupun pandangan.

-bertanggung jawab terhadap tugasnya dan disiplin.

- dapat dengan cepat membaca situasi atau perubahan utk melakukan tindakan yang cepat demi keselamatan kapal.

- mengerti dan dapat menempatkan diri terhadap keadaan serta kesulitan orang lain ,saling membantu.

-sehat jasmani dan rohani.

- memiliki kemampuan dan pengetahuan sesuai tugas dan kewajiban nya.

-tidak dibebani oleh tugas lain yang dapat mengganggu tugas jaga.

Bilamana: - pengamatan yang layak harus diadakan : pengamatan yang layak harus dilakukan secara continue dalam situasi aman maupun dalam situasi darurat, denganmenggunakan  penglihatan , pendengaran maupun dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada sebagaimana lazimnya sehingga dapat membuat penilaian yang layak terhadap situasi dan bahaya yang mengancam.

- pengamatan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari darat/adimistrator (syahbandar) ,kantor sampai kekapal (internal maupun external) dan jika terjadi keadaan darurat setiap pihak, Administrator,orang kantor ,nahkoda ,dan awak kapal (crew atau abk)semua sudah siap menghadpi situasi darurat seperti ini.

Pengamatan keliling yang layak artinya:

- Situasi waspada secara visual maupun pandangan dengan segala cara lain terhadap setiap perubahan situasi

- Mempergunakan setiap peralatan yang ada diatas kapal utk memprediksi keadaan marabahaya,tubrukan ,terbakar ,tenggelam,kandas dll.

5  Tuliskan lah semua penerangan wajib dan sosok –sosok benda yang harus diperhatikan oleh :

a.kapal yang terbatas oleh geraknya.

Berarti kapal yang oleh sifat pekerjaannya yang mengakibatkan terbatas kemampuan olah geraknya seperti diisyaratkan oleh aturan2 ini sehingga  tidak Mampu menyimpangi  kapal lain ,kapal yang terbatas kemampuan olah geraknya itu memperlihatkan :

1. tiga lampu keliling bersusun tegak ditempat yang paling baik dapat dilihat yang tertinggi dan terrendah dari lampu-lampu ini harus berwarna merah dan yang tengah berwarna putih.

2. tiga sosok benda bersusun tegak ditempat yang paling baik dapat dilihat yang tertinggi dan yang terrendah dari sosok benda tersebut berupa bola-bola dan yang tengah belah ketupat.

3.jika mempunyai laju terhadap air ,sebagai tambahan pada lampu-lampu yang diisyaratkan dalam sub ayat(1) ,lampu –lampu tiang lampu-lampu lambung dan lampu-lampu buritan.

4. jika berlabuh jangkar sebagai tambahan pada lampu-lampu atau sosok-sosok benda yang diisyratkan dalam sub ayat (1) dan (2) lampu-lampu-atau sosok-sosok benda  yang diisyaratkan pada aturan 30.

 

Kapal tenaga Panjang kapal 50meter atau lebih pada malam hari

Kapal tenaga panjang 50 meter atau lebih  pada siang hari.

b.kapal kandas.

Sebuah kapal kandasharus memperlihatkan lampu yang diisyaratkan dalam ayat(a) atau(b) dan sebagai tambahan ditempat yang paling baik dapat dilihat (i) dua lampu keliling berwarna merah yang bersusun tegak.

HUKUM MARITIM

1.a).Tuliskan sebuah ketentuan hukum  KUHD yang terkait

1.Konvensi maritime

2.KUHD Pidana

Jawaban: 1.Solas 1974

2.Load Line 1966

3.ILO 147

4.Tonage measurement  1969

5.Marpol 1973

6.Stow 1978

7.Merchan shipping 1976

 

b).Konvensi-konvensi manakah terkait dengan unsure-unsur laik laut     sebagaimana   ditetapkan UU.No.21 / 1992 tentang Pelayaran ?

Jawaban: KUHP Pidana AL :

1.Nahkoda tidak menyimpan dari  haluan

2.Nahkoda wajib  menyelenggarkan buku harian Mesin

3.Mahkoda wajib menbuat keterangan yang akurat

 

 

2).a.Perbuatan-perbuatan awak kapal manakah dapat dikenakan sanksi disiplin oleh Nahkoda.

Jawaban :

- Meninggalkan kapal

- Kembali kekapal   terlambat

-  Melawan perintah Nahkoda

- Melalaikan Tugas

Jawaban :

a). – Meninggalkan kapal

- Kembali kekapal   terlambat

-  Melawan perintah Nahkoda

- Melalaikan Tugas

 

b.Bagaimana persyaratan pembuatan PKL ?

Jawaban :

.   – Tertulis

- Ditandatangani  kedua pihak

- Diketah syabandar

 

c.Tuliskan cara-cara pengakhiran hubungan kerja dikapal.

Jawaban

- Melewati waktu   yang disepakati

- Alasan mendesak

- Alasan penting

- Alasan ganti rugi

 

3).a.Berapak jumlah jumalh aturan yang di pakai dalam sebuah pelayaran :

1) Bab pada SOLAS  74

2) Lampiran pada  MARPOL

Jawa : 1) Jumlah bab pada solas 74 ialah  12 bab

2) Lampiran pada marpol : 6 lampiran

b.Diperairan manakah berlaku ketentuan  kebebasan berlayar ?

Jawab : Perairan International

 

 

4).Tuliskan paling sedikit 5 biro klasifikasi

Jawaban :

1.Lloyds register of Shif fing di London

2.Bureaw Veritas di Paris

3.Det Norske Veritas di Oslo

3.Germanischer Lloyds di Berlin

4.Registro Italiano, Na vale ed   Aeronavtico di Roma

5.The American Bureaw of Shipping di New york

6.The koku kaiji kyo kai di Tokyo.

 

DINAS JAGA  NASKAH .1

1.Pengaturan dan prosedur :

a.Jelaskan pengaturan tugas jaga

Jawab : Pengaturan tugas jaga :

- Pelaksanaan tugas jaga diatas kapal baik bagian deck maupun bagian mesin , diatur Berdasarkan ketentuan SCTW 1978 Amandemen 1995  bab VIII yang mengatur hal-hal yang diperlukan oleh awak kapal .selama  melaksanakan tugasnya baik dipelabuhan maupun dilaut  atau berlayar

 

b Jelaskan syarat- syarat pengaturan tugas jaga

Jawab. . Syarat – syarat pengaturan tugas jaga : Syarat pengaturan tugas jaga Yaitu : harus dipahami & diterapkan oleh setiap awak kapal dalam melaksanakan tugasnya selain kompetensi yang harus dimiliki sesuai tugas & Tanggung jawabnya diatas kapal ditentukan oleh awak kapal dalam hal :

-  Pengetahuan & ketrampi lan sesuai tanggung jawabnya

-  Kesiapan fisik dan mental

-  Pengetahuan dan keleng kapan dalam menjalankan tugas.

 

c.Jelaskan bahwa semua anggota    tugas jaga mesin harus

Jawab.: Semua anggota tugas jaga  mesin harus mengenal tugas  masing – masing yaitu ; Untuk menerangkan prinsip Tsb:  Setiap awak kapal bagian mesin  harus :

1. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang fungsi dan cara kerja per mesinan Diatas kapal dan bagian terkait masing- masing

2.Mengerti tugas dan tang gung jawab yang ditetap kan padanya Mengerti prinsip kerjanya yang aman

3 . Memiliki pengetahuan dan Ketrampilan pencegahan pencemaran lingkungan laut.

 

2. Tugas jaga khusus : Pelayaran pada jalur pelayaran ramai atau pelayaran dekat pantai / pelaya ran sempit atau pelayaran yang padat lalu lintas , didalam negari umpamanya di sungai Musi ,Diluar negeri umpa manya di sungai Rein ( Jerman) Jelaskan hal tersebut

Jawab: Yaitu tugas jaga yang dilakukan oleh awak kapal khususnya yang dalam pelaksanaanya tidak mengacu kepada pembagian tugas dan jadwal yang ditetapkan tetapi  mengacu kepada kegiatan yang sedang dilakukan.

 

3. Persiapan oleh gerak :

Jelaskan persiapan yang dilak sanakan berkaitan dengan mesin penggerak utama dan Pesawat  Bantu pada saat akan olah gerak  Begitu juga  tindakan yang dila kukan setelah selesai olah gerak

Jawab.: Order 1 jam tiba ?tolak telah ditandatangani oleh pengawas jaga

1.     Periksa permukaan – permukaan minyak pelumas pada Oil level gauges

2.     Periksa  Compresor  udara , posisi Switch auto tekanan bejana ± 30 kg/cm ²  dan dicepat.Hidupkan motor Bantu GE  untuk persiapan olah gerak

3.     Persiapan mesin kemudi & koordinasi dengan anjungan untuk test kemudi

4.     Hidupkan pompa lo, fo  gear box nya kiri/ kanan ( bila ada)

5. Switch manover Harbour mode posisi on  ( cpp)

6.     Hidupkan pompa Lo Hydrolik  cpp kiri / kanan

7.     Koordinasi dengan anju-ngan untuk test telegraph dan merelas (Blow Up) nya

8.     Hidupkan pompa air tawar pendingin sebelum nya matikan pemanas awal

9.     Hidupkan pompa air lautnya

10.   Pindahkan komando dari EUR ke Anjungan

11.   Kegiatan olah gerak ha-rus dicatat dengan benar

12.   Hidupkan /Start nya kiri / kanan  pada idle

13.   Beritahukan ke anjungan bahwa power  bowthRas ter stby

14.   Olah gerak  telah selesai / full away

15.   Pindahkan komando dari ajungan ke ECR

 

4. Saudara sebagai masinis jaga tentunya anda telah mengetahui / menguasai bagaimana Pendingi nan air tawar / terselenggara dengan baik untuk motor pokok-nya sekarang  Tugas saudara gambar sistim pendingin air tawar tersebut.

Jawab.:Gambar skema system pendi nginan air tawar pada motor penggerak utama  .

Engine

 

 

 

 

5. Disamping pendinginan air tawar juga pelumasan untuk mo tor pokoknya gambar System pelumasan

Jawab : Gambar system pelumasan.

ME

 

 

cooler

 

 

filter

 

 

Pp oli

 

 

DINAS JAGA NASKAH.II

1. Jelaskan pengertian dan tu juan dinas jaga yg dilaksana kan diatas                  kapal ?

Jawab :Semua orang yg ditunjuk untuk menjalankan tugas sebagai perwi ra yg melaksanakan suatu tugas/ sebagai bawahan yg ambil bagi an dalam suatu tugas jaga harus diberi waktu istirahatpaling sedikit 10 jam setiap periode 24 jam.

Jam istirahat ini hanya boleh di bagi paling banyak 2 priode istirahat yg salah satunya paling sedikit tidak kurang dari 6 jam. Dan perintah-perintah yg bersangkutan harus menetapkan agar jadwal-jadwal jaga ditempat

Kan pada tempat yg mudah dilihat.

 

2. Jelaskan personil yg bertugas jaga mesin harus memenuhi sarat sesuai STCW 1978 amandemen  1995 /

Jawab :

-  Masinis II + oiler → jam jaga

Mesin 04 – 08 dan 16 – 20

-  Masinis IV + oiler → jam jaga

Mesin 08 – 12 dan 20 – 24

-  Masinis III + oiler → jam jaga

Mesin 12 – 16 dan 00 – 04

-  Memiliki pengetahuan dan keterampilan yg memadai dan mengerti fungsi dan cara

kerjanya.

-  Mengerti tugas dan tanggung jawab yg ditetapkan dan mengerti prinsip kerja yg aman

 

3. a). Pengaturan tugas jaga ?

Jawab : Pelaksanaan tugas jaga diatas kapal baik bagian deck maupun bagian mesin. Diatur berdasar kan ketentuan SCTW 1978 amamdemem 1995 bab VIII yg mengatur hal2 yg diperlukan oleh awak kapal, selama melak sanakan tugas baik dipelabuhan maupun dilaut atau berlayar.

b) Jelaskan prosedur serah teri ma tugas jaga ?

Jawab : Setengah jam sebelum jaga selesai, Oiler memberitahukan masinis yg akan jaga dan oiler.15(lma belas) menit sebelum tugas jaga berakhir masinis jaga berikutnaya sudah dikamar me sin untuk memeriksa: Tekanan bahan bakar, air pendingin, minyak lumas, pompa2 dan AE dan semua pesawat yg bekerja, setelah semua dalam keadaan aman dan baik, baru serah terima jaga dilakukan dan menanda tangani buku jurnal.

c).Syarat-syarat pengganti tugas jaga :

- Harus sehat jasmani tidak dalam keadaan mabuk

- harus mempunyai sertipikat mesin sesuai dng kebutuhan kapal.

- Harus disiplin tepat waktu.

d).Jeleskan bahwa semua ang gota tugas jaga mesin harus mengerti tugasnya masing2.

Jawab:

Memiliki pengetahuan  yang memadai tentang fungsi dan cara kerja permesinan  diatas kapal dan bagian yang terkait masing-masing.

Ø  Mengerti tugas dan tanggung jawab yang di tetapkan dan mengerti prinsip kerja yang aman.

Ø  Memiliki pengetahuan dan keterampilan pencegahan pencemaran lingkungan laut.

4. jelaskan persiapan yang dilaksanakan berkaitan dengan mesin penggerak utama dan pesawat bantu pada saat akan olah gerak.

Jawab:

1.     Order satu jam tiba/tolak telah ditandatangani oleh perwira jaga.

2.     Periksa permukaan2 minyak pelumas pada oil level gauges.

3.     Periksa compressor udara po sisi switch auto tekanan be jana ± 30kg/cm² dan dicerat.

4.     Persiapkan mesin kemudi dan koordinasi dng anjungan untuk tes kemudi.

5.     Jalankan pompa LO, FO, LO gear box kiri/kana bila ada

6.     Switch maneuvering har baur mode posisi    ON (CPP).

7.     Jalankan pompa hidroulik CPP kiri/kanan.

8.     koordinasi dng anjungan untuk tes telegrafh dan blow up ME.

9.     Matikan pemanas awal dan jalankan pompa air tawar pendingin ME

10.   Hidupkan pompa air laut.

11.   Pindahkan komando dari ECR ke anjungan.

12.   Kegiatan olah gerak harus dicatat dng benar

13.   Star ME kiri/kanan pada IDLE speed.

14.   Beri tahu keanjungan bahwa power Bow-Thuster Stand bay.

15.   Olah gerak telah selesai/full away, Pindahkan komando dari anjungan ke ECR.

 

5. Jeleskan jaga mesin didalam kondisi jarak terbatas perairan dekat pantai/Perairan sempit atau perairan yg padat lalu lintasnya

Jawab :Tugas jaga yg dilakukan oleh awak kapal khususnya yg dalam pelaksanaanya tidak mengacu kepada pembagian tugas dan jadwal yg ditetapkan tetapi mengacu kepada kegiatan yg sedang dilakukan.

 

DINAS JAGA NASKAH.III

1. Dalam serah terima peralihan tuga jaga laut, apa saja yg harus saudara lakukan dan perhatikan. Jelaskan secara rinci

alasan2nya.

Jawab :

Yang perlu diperhatikan / di laku kan adalah

1.     Permesinan yg sedang ber operasi.

2.     Permesinan / peralatan yg sedang diperbaiki atau tidak berfungsi.

3.     Perubahan jenis pengopera sian (otomatis menjadi ma nual atau sebaliknya).

4.     Kelainan yg teramati.

5.     Kondisi buangan Air got, limbah serta lainnya yg perlu di tangani.

6.     Pemindahan penggunaan ba han bakar, air tawar, dan ballast.

 

2. Apa standar tugas jaga tentang kebugaran (fitness) untuk menja lankan tugas sebagai perwira yg melaksanakan suatu tugas jaga atau sebagai bawahan yg ambil bagian suatu tugas jaga.

Jawab :Standar tugas jaga tentang kebugaran (fitness).

1.     Untuk menjalankan tugas sebagai perwira yg melaksa nakan tugas jaga, atau sebagai bawahan yg ambil bagian dalam tugas jaga harus diberi waktu istirahat 10 jam dalam setiap priode 24 jam.

2.     Jam-jam istirahat hanya boleh dibagipaling banyak menjadi 2 periode istirahat yg salah satunya paling sedikit tidak kurang dari 6 jam.

 

3. Kapal akan berangkat / berlayar meninggalkan pelabu han. Sebagai perwira tugas jaga mesin apa yg harus disiapkan   (1 jam sebelum kapal berangkat)

Jawab :

Persiapan satu jam sebelum berangkat al :

1.     Turning Gear.

2.     Star LO Cyl Liner Pump

3.     Star LO camshaf Pump

4.     Star Pompa air pendinginME

5.     Buka botol angin

6.     Buka pilot star air

7.     Blow up ME

8.     Switch Auto Air Compressor

9.     Koordinasi dng anjungan untuk tes Telegraf

10.   Persiapan Tes ME & koor dinasi denagan anjungan untuk star ME maju-mundur dengan Idle Speed

11.   Beritahukan ke anjungan bah waME Sudah Siap (Standby)

 

4. Selema pengoperasian perme sinan secara manual di kamar mesin meliputi apa saja yang harus di catat di dalam laporan

tugas jaga dan kapan dilakukan pencatatan

Jawab : Yang harus di catat dalam lapo ran tugas jaga dan di catat pada saat bertugas jaga adalah :

1.     Suhu : Minyak lumas, bbm, air pendingin, Ruang mesin, Ruang pendingin makanan.

2.     Tekanan : Minyak lumas, bbm, Air pendingin udara bilas, Udara pneumatic, Uda ra pejalan, Ketel uap.

3.     Putaran : Poros engkol, Propeller, Alternator

4.     Jumlah/Volume : Bbm, minyak lumas, air ketel, air tawar

5.     Hal2 yg  perlu/di cantumkan dlm laporan tugas jaga missal : Perbaikan, Penggan tian suku cadang, dan pemindahan penggunaan per mesinan, Pembuangan air got, ballast dll

 

5. Sesuai prisedur dan kemam puan serta tanggung jawab dalam keadaan darurat, penga manan apa yg harus dilaku kan terhadap permesinan guna men cegah meluasnya marabahaya.

Jawab : Pengamanan yg harus dilakukan dalam keadaan darurat al :

1.     Mematikan pengoperasian mesin induk, generator lis trik, dan separator limbah, ketel uap dll.

2.     Menutup katup tangki bbm atau bila memungkinkan pemindahan bbm dari tangki harian ke tangki double bottom

3.     Menutup pintu kedap dan pintu kamar mesin

4.     Membunyikan tanda bahaya (alarm)

 

1. Kapal saudara berada di Jepang Utara . Instalasi penggerak utamanya adalah turbin   Pemetrada. Langkah – langkah apa yang harus saudara lakukan untuk menyiapkan Mesin penggerak utama

Ditanya :  a) Posisi kapal jam 09.00

b) Jam berapa kapal melintang terhadap suar M.

1. Jarak yang ditempuh dari bar I ke Bar II  = 30/ 60 x 12 knot = 6 knot.

2. Sudut perpotongan Bar I dengan garis haluan sejati adalah = 96º,5 – 70º = 26º,5.

3. Sudut perpotongan  Bar II dengan garis haluan sejati adalah = 115º – 70º = 45º.

4. Bentuk baringan adalah baringan Istimewa.

5. Kapal melintang terhadap suar M adalah   6 knot =  09.00 + 00.45 = 09.45.

 

 

 

 

Jam:09.45

HS = 070º

6’

K                       a

Jam :09.00

) 45º

6’          a                                                                     a      6’

 

J: 08.15                             26º5                                                        Bar II. 115

Bar I    96º,5

   
   

3.Sebutkan 4 jenis baringan istimewa dan jelaskan salah satunya ?

Empat jenis baringan istimewa adalah :

1. Baringan Istimewa ( 26º,5 – 45º – 90º )

2. Baringan 4 surat atau ( 45º – 90º )

3. Baringan sudut berganda atau ( 22º,5 – 45º – 90º )

4. Baringan berganda atau ( 30º- 60º – 90º )

Dan jelaskan salah satunya sbb :

Baringan istimewa. Adalah                                                                    A

   
   

 

 

 

Bar I ,10,00         bar II.11,30

 

26º,5

B                                  C        45º                D

 

 

   
   

 

K                                   ∟ E

 

Keterangan gambar :

A     = Benda yang dibaring.

BD   = AD ctg 26º ,5 = 2 dan ctg 45º = 1

Maka : BC = CD = AD

1.   Pada waktu bar I membuat sudut 26º ,5 dengan garis haluan catat waktunya umpamanya 10.00 begitu pula bar II ketika membuat sudut 45º dgn garis haluan catat pula waktunya umpamanya 11.30

2.   Jika kecepatan kapal 12mil/jam maka jarak yang ditempuh dari 10.00 sampai 11.30 = 1½ x 12 = 18 mil

3.   ukur pada AD jarak 18 mil = A D E

4.    Tariklah garis sejajar dgn garis haluan melalui E dan memotong bar II di K

5.    K adalah posisi kapal jam 11.30.

6.   catatan dengan baringan 26º ,5 posisi kapal lebih cepat diperoleh jika dibandingkan dengan  45º

 

4. Tuliskan 3 rumus untuk menghitung jauh dan dalam manakah rumus itu digunakan ?

Rumusnya adalah :  Jauh = ▲l sec H →  ▲l > Simp.

Jauh = Simp cosec H → Simp > ▲l.

Jauh = ▲l Tg H Cosec H → H > 85º

5. Sebutkan ciri-ciri dari peta lintang menengah sebanyak mungkin ?

Peta lintang menengah

1. Tidak sebangun ,yang sebangun  hanya pada lintang menengahnya.

2. Ukuran mil pada pinggir tegak , 1mil = 1 kl x sec ltm

3. Lebar terbatas.

4. Loxodrom pada lintang tengah-tengah Arahnya berobah.

 

6. Apakah yang dimaksud dengan  sbb :

a. Lintang geografis :

Yang dimaksud dengan lintang Geografis adalah :Sudut yang dibentuk antara garis normal sipenilik degan muka katulistiwa (  < SP / I   ).

b. Lintang Geocentris :

Yang dimaksud dengan lintang Geocentris adalah sudut yang dibentuk antara jari-jari bumi dimana sipenilik berada dengan jari-jari katulistiwa (< SP I)

c. Ditempat-tempat manakah lintang geografis sama dengan lintang geocentris ?

Lintang geografis sama besarnya dengan lintang geocentris kalau sipenilik (S) berada di katulistiwa lintang = (0º) atau  sipenilik berada di kutub lintang = (90º)

PT = JARI-JARI BUMI

PT I = NORMAL SIPENILIK T

   
   

 

KU

T

 

K                                                      I

 

 

 

Lintang Geografis

KS                     Lintang GeoCentris.

 

 

7. a. Bagaimana bentuk derajah , jajar , Loxodrum dibumi ?

Derajah dibumi :atau Meridiam atau bujur adalah Lingkaran besar yang bidangnya melalui pusat bumi dan poros bumi serta tegak lurus equator .

Jajar dibumi atau Lintang adalah semua lingkaran yang sejajar dengan khatulistiwa dan kecuali khatulistiwa semuanya merupakan lingkaran kecil .

Loxodrum dibumi : Haluan yang arahnya tidak berobah jadi diatas bumi merupakan garis lengkung.

b. Bagaimana pula bentuk derajah , jajar , loxodrum dipeta laut ?

Derajah dipeta :dilukis sebagai garis lurus dipeta berdiri tegak lurus pada jajar-jajar

Jajar      dipeta :dilukis sebagai garis lurus mendatar yang jalannya sejajar katulistiwa,makin tinggi lintangnya jaraknya makin besar secara teratur makanya proyeksi ini dinamakan peta lintang bertumbuh.

Loxodrum dipeta : garis lurus serta memotong derajah-derajah atas sudut yang sama besar.

 

8. Sebuah kapal berlayar dengan Hs selatan kec 12 knot membaring suar  M dengan Bs berturut-turut sbb:

-  Jam 10.10 Suar M dibaring Timur. Jam 10.40 Suar M dibaring lagi Timur laut.

Diminta posisi kapal pada jam 10.40 ( Skala 1 cm = 1 mil ).

Jawab :  1) Jarak yang ditempuh dari bar I ke Bar II =  30/60 x 12 ‘knot  = 6 ‘ knot.

2) Sudut perpotongan Bar I dengan garis haluan  = 90º – 180º = 90 º

3) Sudut perpotongan Bar II dengan garis haluan  = 45º – 180º = 135º

   
   

 

Bar I 090º      6’

Jam:10.10                                                                                        Suar M

   
   

 

 

 

 

 

 

6’                   Bar II 045º

 

 

 

 

 

 

   
   

 

Jam : 10.40     K                     Bar I digeserkan sejauh 6 mile

 

HS= 180 ( Selatan )

 

9. a. Apakah yang dimaksud pada pelampung system A ?

Gabungan sistim Cardinal dan lateral( Merah disisi lambung kiri )aturan ini cocok dipakai di eropa,afrika ,India,Australia,dan beberapa perairan diasia termasuk Indonesia.

b. Dinegara-negara mana saja system itu berlaku ?

aturan ini cocok dipakai di eropa,afrika ,India,Australia,dan beberapa perairan diasia termasuk Indonesia.

 

c. Sebutkan perbedaan pelampung system A dan System B.

System A : Gabungan system Cardinal dan lateral (Merah disisi lambung kiri) dan  aturan  Ini cocok dipakai diEroupa, Afrika ,India ,Australia dan beberapa parairan di

Asia termasuk Indonesia.

System B : Sistim Lateral saja ( Merah disisi lambung kanan ) Sistim ini digunakan diper Airan  Amerika Utara dan Selatan dan beberapa Bagian Asia.

d. Apakah yang dimaksud dengan  sbb :

- Air surut ( Low Water)adalah : Kedudukan air pada waktu gerakan turun telah berakhir dan gerakan naik belum dimulai.

– Lata (Range)adalah : Selisih antara HW dan LW

– Arus surut adalah : Arus yang mulai mengalir pada waktu surut dan terus mengalir sampai saat setelah LW.

 

Soal-soal dinas jaga (UAD)

1.a.pada saat anda sebagai perwira jaga ( jaga laut) dalam keadaan tampak terbatas ,hal-hal apakah yang anda lakukan pada saat itu ?

Tugas jaga laut pada saat keadaan tampak terbatas ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu: tugas jaga laut utk perwira deck dan tugas jaga laut utk perwira mesin.

Yang dilakukan oleh perwira deck adalah : Jika jarak tampak berkurang atau diperkirakan akan berkurang,  tanggung jawab pertama tugas jaga navigasi adalah menganut pada aturan colreg 1972 dgn perhatian khusus  pada isyarat kabut,melaju dengan kecepatan aman dan menyiapkan utk melakukan olah gerak setiap saat .selain itu juga perwira deck harus :

1. memberitahukan Nahkoda jika timbul keragu-raguan pada saat jaga laut.dan jangan membuat penilaian sendiri mengenai situasi bahaya tubrukan dengan praduga-praduga yang belum jelas.

2. menempatkan seorang pengamat yang baik pada saat jaga laut.dan melakukan pengamatan yang layak ,baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan menggunakan semua sarana yang tersedia.

3. menghidupkan lampu-lampu navigasi.

4.mengoperasikan dan mengunakan radar ,arpa secermat mungkin berkenaan dengan daerah tampak terbatas.

5. pengoperasian Radio VHF ,SSb,Ais ,inmarsat, dan alat-alat bantu navigasi lainnya difungsikan secara maxsimal.dan seefective mungkin.

6.Catat semua kejadian – kejadian penting didalam log book harian dan laporkan  kepada nahkoda jika ada sesuatu yang akan membahayakan kapal ,crew kapal beserta muatanya.

Yang dilakukan oleh perwira jaga mesin adalah :harus menjamin bahwa tekanan udara permanent atau tekanan uap selalu tersedia utk keperluan semboyan bunyi dan bahwa perintah – perintah yang datang dari anjungan yang berkaitan dengan perubahan kecepatan mesin selalu dilaksanakan secepatnya ,selain itu juga motor bantu yang digunakan utk olah gerak harus selalu siap dipakai dalam setiap kondisi.

b.Dan pada saat kapan nahkoda diberi tahukan ,jelaskan ?

1.pada saat kapal memasuki daerah tampak terbatas (kabut,halimun ,badai dll )

2. pada saat timbul keragu-raguan oleh perwira jaga tersebut

3. pada saat memasuki derah TSS atau daerah –daerah sempit lainnya ( selat,teluk ,sungai ,muara ,daerah rig plafporm dll)

4. pada saat akan tiba dipelabuhan tujuan

5.pada saat akan berangkat dari pelabuhan tujuan

6. pada saat akan berlabuh jangkar,Shifting ,kapal Drifting, kapal sandar dijetty/dermaga dan dikapal besar

7. pada saat memasuki daerah berbahaya (masuk didaerah yang sering terjadi perapokan kapal ).

8.pada saat terjadi cuaca buruk ,angin gal (topan ).

9. pada saat rusak mesin ,rusak kemudi , rusak telegrap ,rusak radar (alat bantu navigasi )kapal  Not Under Comend dan Lose Control  mesin atau kemudi

c. faktor-faktor apasaja kah yang harus diperhatikan pada saat pengaturan jaga dikapal.?

1.Keselamatan     (safety) crew kapal,kapal,beserta muatannya.

2. faktor kepadatan lalu lintas kapal diperairan tersebut.

3. faktor keadaan cuaca,keadaan kekuatan ombak,arus,angin,keadaan kedalaman perairan kekenaan dengan under keel clearance, no go area, keselamatan perairan

4. faktor  hument error (kecakapan pelautnya,SDMnya)

5. faktor keragu-raguan (sifat alamiah sdmnya)

6. faktor mesin error, kemudi error,alat-alat bantu navigasi ,radar,gps error

7. faktor keadaan daerah perairan tersebut (paracy)

8. faktor keadaan muatan yang membahayakan kapal dan crewnya.

9.faktor stabilitas keseimbangan kapal.

2. a. Selama jaga pelabuhan hal2 apa sajakah yang perlu dilaksanakan dan dicatat oleh seorang perwira jaga ?

1.Meronda keliling pada saat-saat tertentu pada bagian-bagian kapal

2.memperhatikan pasang surut dipelabuhan

3. memperhatikan tangga-tangga ,tros-tros serta memasang rat guard pada tali kepil

4. melarang orang-orang yang tidak berkepentingan naik kekapal

5. menbaca draft dan mencatat ship condition

6.mencegah polusi air maupun udara

7. mengontrol pemakaian air tawar dan menjaga stabilitas kapal.

8. tidak!………meninggalkan kapal pada saat sedang bertugas dalam keadaan apapun

9. melalui musyawarah dengan nahkoda kkm hrs menjamin pengaturan tugas jaga mesin tetep memadai utk mempertahankan suatu tugas jaga mesin yang aman dipelabuhan ,pertimbangan yang diambil antar lain :

a. kapal yang HP mesinnya 3000kw/lebih ,hrs slalu ada perwira mesin yang tugas

b. Hp kurang dari 3000 kw sesuai kebijaksanaan nahkoda melalui musyawarah dgn kkm ,boleh tdk ada pwra yang hrs bertanggung jawab dlm tugas jaga mesin.

c.Pwra2 yg bertugas jaga mesin tdk boleh merangkap atau diberi tugas lain yg akan mengganggu pengawasan terhadap sistem permesinan kapal.

b. Jelaskan lah yang perlu diperhatikan pada saat pengaturan jaga termasuk prinsif-frinsif jaga ………………….?

jika mengambil keputusan tentang komposisi tugas jaga dianjungan termasuk bawahan yang memenuhi syat.faktor-faktor berikut ini harus dipertimbangkan :

a. anjungan tidak pernah boleh ditinggalkan tampak seorangpun menjaganya.

b. Kondisi cuaca ,jarak tampak siang atau malam hari.

c.adanya bahaya-bahaya navigasi yang dapat memungkinkan perwira yang sedang melaksanakan tugas jaga harus menjalankan tugas-tugas tambahan.

d.Penggunaan dan kondisi alat bantu navigasi seperti radar atau alat-alat penentu posisi elektronok dan peralatan lain yang mempengaruhi keamanannavigasi

e. apakah kapal yang bersangkutan dilengkapi oleh kemudi otomatis atau tidak.

f.pengendalian UMS ( Unmanned Machinery space= kamar mesin yang tidak dijaga ) tanda bahaya dan indikator yang ada dianjungan prosedure utk penggunaan nya dan keterbatasannya.

h. Setiap kebutuhan luar biasa pada tugas jaga navigasi yang dapat terjadi karena keadaan khusus.

c. Faktor-Faktor apa sajakah yang perlu diperhatikan pada saat jaga dianjungan ,jelaskan ?1.Tidak menyerahkan tugas jaga kepada orang yang tidak mampu/sakit ( beritahu nahkoda )

2. perwira pengganti harus yakin bahwa anggotanya benar-benar siap .

3. semua petugas jaga pengganti telah menyesuaikan diri dengan kegelapan (malam hari) bila belum tidak boleh mengambil alih tugas jaga .

4.Perwira pengganti telah yakin tentang berbagai berbagai hal yang harus diketahui .

5. perintah – perintah umum / khusus dari nahkoda berkaitan dengan navigasi kapal.

6. posisi, haluan, kecepatan kapal ,draft kapal.

7. arus,cuaca ,jarak tampak dan pengaruh terhadap haluan dan kecepatan

8. prosedur menggunakan  mesin induk jika sistem yang digunakan adalah baik.

3 a. Dalam hal melaksanakan pengamatan ,hal-hal apasaja kah yang harus diperhatikan dan siapa –siapa sajakah  yang ditugaskan sebagai pengamat?

hal-hal yang harus diperhatikan adalah

Dalam melaksanakan pengamatan ada 2 bagaian yaitu dalam keadaan cerah dan dalam keadaan tampak terbatas ,

1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaanpengamatan cerah ssb:

a.pengamatan dilakukan sekeliling kapal yaitu depan ,belakang ,kanan,kiri kapal dengan prasarana dan sarana yang tersedia diatas kapal  .

b. saat pengamatan dilakukan secara efesian antara lain :

. jarak tampak ,keadaancuaca,keadaan luat

. keadaan lalu lintas dan aktifitas lain yang termasuk didaerah dimana kapal sedang bernavigasi

.perhatian khusus pada saat memasuki daerah pelayaran sempit

.beban kerja tambahan yang bersifat mendadak

.Pengetahuan & keyakinan kompetensi profesional para perwira & awak kapal

.pengalaman setiap perwira yang melakukan tugas jaga navigasi

. kegiatan yang terjadi sewaktu-waktu

. kemapuaan opersional instrumen dan alat pengendali an dianjungan termasuk system tanda bahaya.

. Daun kemudi ,baling-baling serta sifat olah gerak kapal.

. ukuran kapal dan medan pandangan ditempat pengamat.

. tata ruang anjungan

. setiap standart prosedur atau pedoman releven lain yang berkaitan dengan pengaturan tugas jaga.

2.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaan pengamatan tampak terbatas adalah ;

1. kapal harus berlayar dengan kecepatan aman sesuai dengan keadaan penglihatan

2. kapal tenaga harus menyiapkan mesin-mesinnya utk dapat diolah gerak .

3.setiap kapal harus benar-benar memperhatikan keadaan dan suasana penglihatan terbatas yang ada bilamana sesuai dengan aturan seksi 1 bagian ini.

4.memperhatikan penerangan-penerangan.

5.kapal yang menghindar kapal lain hanya dengan radar harus menentukan apakah sedang berkembang situasi saling mendekat terlalu rapat dan ada bahaya tubrukan ,sejauh mungkin menghindari:

a. perubahan haluan kekiri terhadap kapal yang ada didepan arah melintang selain dari pada kapal yang sedang disusul.

b. perubahan kearah kapal yang ada , diarah melintang kapal / belakang arah melintang

6. memperdenganrkan dan mendenganrkan isyarat kabut kapal lain yang berada didepan arah melintang kapal mendekat maka mengurangi kecepatanb kapal sekecil mungkin bila perlu stop mesin.

Siapa-siapa yang ditugaskan sebagai pengamat?

Seluruh awak kapal yang bertugas dideck maupun dimesin yang diberi wewenang /autoritas disesuaikan dengan posisi, jabatan  dan tugasnya serta kewajibannya dalam melakukan tugas pengamatan internal maupun external dikapal ,terutama abk yang sudah memiliki ijasah yang ditunjuk perusahaan sebagai perwira kapal.

b.Menurut aturan 5 P2TL ,sebutkanlah apasaja sarana-sarana pengamatan itu ?

sarana-sarana pengamatan itu adalah semua peralatan atau prasarana2 /sarana 2 yang tersedia diatas kapal yang sesuai dengan aturan colreg 1972 dan solas 1974 maupun dengan menggunakan visual ,pendengaran dll.

4.a. Apakah yang dimaksud dengan kecepatan aman .

Kecepatan aman terbagi menjadi 2 bagian  yaitu kecepatan aman dalam aturan 5  ( keadaan cerah)  yaitu kecepatan yang sedemikian rupa sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat dan berhasil guna utk menghindari tubrukan dan dapat dihentikan dalam jarak yang sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada. sedangkan kecepatan aman dalam aturan 19 ( keadaan tampak terbatas ) yaitu kecepatan aman yang menggunakan semua prasarana yang ada dikapal (Radar, Suling kabut ,mesin induk ) utk dapat membantu kapal menyiapkan mesin-mesinnya segera dalam olah gerak kapal ,radar utk dapat menilai apakah sedang berkembang situasi saling mendekat , terlalu rapat atau ,apakah ada bahaya tubrukan ,jika demikian kapal hrs melakukan tindakan dalam waktu yang cukup lapang .jika telah yakin tdk ada bahaya tubrukan, setiap kapal yg mendengar isyarat kabut kapal lain menurutpertimbangan berada didepan arah melintangnya atau tdk dapat menghindari situasi saling mendekat terlalu rapat hingga kapal yang ada didepan arah melintangnya harus mengurangi kecepatan serendah – rendah mungkin untuk dapat mempertahankan haluan jika perlu meniadakan kecepatanya sama sekali (Stop mesin )dan berlayar dengankewaspadaan khusus hingga bahaya tubrukan berlalu.

b.Jelaskan Siapa Bilamana dan Bagaimana pengamatan yang layak harus diadakan ?Siapa ; Semua orang yang mempunyai kepentingan didalamnya yaitu; administrator,pihak perusahaan,nahkoda , crew kapal atau abk kapal yang diberi jabatan atau tadak ada jabatannya ,semua terlibat didalamnya ,tidak terkecuali peraturan serta undang-undangnya. Persyaratan seorang pengamat yang layak : - senantiasa waspada secara visual maupun pandangan.

-bertanggung jawab terhadap tugasnya dan disiplin.

- dapat dengan cepat membaca situasi atau perubahan utk melakukan tindakan yang cepat demi keselamatan kapal.

- mengerti dan dapat menempatkan diri terhadap keadaan serta kesulitan orang lain ,saling membantu.

-sehat jasmani dan rohani.

- memiliki kemampuan dan pengetahuan sesuai tugas dan kewajiban nya.

-tidak dibebani oleh tugas lain yang dapat mengganggu tugas jaga.

Bilamana: - pengamatan yang layak harus diadakan : pengamatan yang layak harus dilakukan secara continue dalam situasi aman maupun dalam situasi darurat, denganmenggunakan  penglihatan , pendengaran maupun dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada sebagaimana lazimnya sehingga dapat membuat penilaian yang layak terhadap situasi dan bahaya yang mengancam.

- pengamatan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari darat/adimistrator (syahbandar) ,kantor sampai kekapal (internal maupun external) dan jika terjadi keadaan darurat setiap pihak, Administrator,orang kantor ,nahkoda ,dan awak kapal (crew atau abk)semua sudah siap menghadpi situasi darurat seperti ini.

Pengamatan keliling yang layak artinya:

- Situasi waspada secara visual maupun pandangan dengan segala cara lain terhadap setiap perubahan situasi

- Mempergunakan setiap peralatan yang ada diatas kapal utk memprediksi keadaan marabahaya,tubrukan ,terbakar ,tenggelam,kandas dll.

5  Tuliskan lah semua penerangan wajib dan sosok –sosok benda yang harus diperhatikan oleh :

a.kapal yang terbatas oleh geraknya.

Berarti kapal yang oleh sifat pekerjaannya yang mengakibatkan terbatas kemampuan olah geraknya seperti diisyaratkan oleh aturan2 ini sehingga  tidak Mampu menyimpangi  kapal lain ,kapal yang terbatas kemampuan olah geraknya itu memperlihatkan :

1. tiga lampu keliling bersusun tegak ditempat yang paling baik dapat dilihat yang tertinggi dan terrendah dari lampu-lampu ini harus berwarna merah dan yang tengah berwarna putih.

2. tiga sosok benda bersusun tegak ditempat yang paling baik dapat dilihat yang tertinggi dan yang terrendah dari sosok benda tersebut berupa bola-bola dan yang tengah belah ketupat.

3.jika mempunyai laju terhadap air ,sebagai tambahan pada lampu-lampu yang diisyaratkan dalam sub ayat(1) ,lampu –lampu tiang lampu-lampu lambung dan lampu-lampu buritan.

4. jika berlabuh jangkar sebagai tambahan pada lampu-lampu atau sosok-sosok benda yang diisyratkan dalam sub ayat (1) dan (2) lampu-lampu-atau sosok-sosok benda  yang diisyaratkan pada aturan 30.

Kapal tenaga Panjang kapal 50meter atau lebih pada malam hari

Kapal tenaga panjang 50 meter atau lebih  pada siang hari.

b.kapal kandas.

Sebuah kapal kandasharus memperlihatkan lampu yang diisyaratkan dalam ayat(a) atau(b) dan sebagai tambahan ditempat yang paling baik dapat dilihat (i) dua lampu keliling berwarna merah yang bersusun tegak.

(ii) tiga bola bersusun tegak.

LASLAS

 

Penyambungan komponen konstruksi kapal :

·         Pekerjaan las lebih banyak digunakan dari keeling

·         Pekerjaan las memiliki kelebihan dari keeling

Kelebihan sambungan las dari keling :

·         Lebih kuat dan lebih tahan

·         Lebih terjamin kekedapannya

·         Lebih mudah dan cepat dikerjakan

·         Dapt dikerjakan secara automatis (dengan mesin)

·         Dapt dikerjakan di dalam air

·         Permukaan sambungannya rata

Metode pekerjaan Las :

·         Otogen ( dengan gas asetilin)

·         Busur listrik ( banyak digunakan digalangan)

·         Gas shielded arc welding, mencegah terjadinya persenyawaan logam, zat lemas dan oksigen mengotori lasnya

Kerugian yang dapt terjadi pada pekerjaan las :

·     Terjadi tengangan-tengangan yg berubah-ubah di dalam materialnya. ( dapat mengurangi mutu atau kekuatan materialnya)

·     Terjadi penyusutan atau pemuaian materialnya ( dapat mengakibatkan deform)

Kesalahan ( yang merugikan ) dlm pengelasan :

·         Rongga gas

·         Masuknya kotoran / terak

·         Lapisan las kurang penuh atau kurang dalam

·         Timbul retak

 

Metode pemriksaan pekerjaan las :

·         Radiographic, menggunakan isotpradio dan semacam alat rontgen untuk melihat adanya celah, kekososngan did lam sambungan las

·        Ultrasonic, mengguakan gelombang suara dan layar tampilan. Tampilan pantulan gelombangsuara dapat memperlihatkan bagian pekerjaan yang kurang baik

·        Magnetic, menggunakan serbuk besi bermagnet yang ditaburkan di atas sambungan lasnya

Pekerjaan las disebut “ fusing” yaitu : melebutkan dan menggabungkan tepi dari dua potong material yang akan disambung, dengan cara memanasi tepi materialnya sampai cair / lumer, dan menggunakan logam pengisi untuk sambungannya.

2 bentuk dasar pengelasn dengan fusing:

·         Butt weld / kampuh tumpul

·         Fillet weld / kampuh tidak tumpul

Forge welding, metode pengyambungan 2 potong material dengan cara memanasi materialnya sampai lumer, dan setelah itu memukul bagian yang lumer dengan palu besar sehigga menyatu / menyambung.

Pressure welding, metode penyambungan 2 potong material dg cara memansi materialnya sampai lumer, kemudian bagian yg lumer ditekan shg menyatu. Metode ini sesuai betnuk material yang tipis.

Thermit welding, metode penyambunga aau perbaikan las pada baja cor ( cast steel) dan baja tempa ( forge steel) seperti pada stern frame.

Type sambungan las :

·        Type sambungan las yg sesuai diperlkan untuk ketebalan material tertentu, kekuatan sambungan yang diperlukan, letak sambungannya dll

·         Butt weld

a.       Butt weld Adalah sambungan terkuat untuk gaya/tengangan tension ( tensile  stress)

b.      Type single V ( single V butt joint) digunakan untuk ketebalan plate lebih dari 6 mm sampai 20 mm

c.       Type square- edge ( square butt joint) digunakan untuk ketebalan plate kurang dari 6 mm

d.      Type double V ( double V butt joint) digunakan untuk plate yang sangat tebal

e.      Type las U ( single U butt joint) digunakan apabila diperlukan metal las yang lebih sedikit dan akan menghasilkan sambungan yang lebih baik.

·         Fillet weld

a.       Digunakan untuk right-angle plate joits dan lapped joints

b.      2 term khusus dalam fillet welds yaitu :  L yaitu untuk panjang kaki dan   T tebal leher

c.       Untuk menguatkan kekautan khsusu diperlkan suatu full penetration of fillet

d.      Bentuk fillet weld dapat diatur dalam beberapa bentuk, tergantung pada structure yang dikehendaki

e.      Fully continuous welds, digunakan untuk sambungan dengan kekuatan yang penting, juga untuk sambungan oil tight dan watertight

f.        Chain and intermittent weld’s system pengelasan berjarak

Tack weld adalah tipe / benttuk sambungan las yang pendek-pendek pada bagian yang akan di sambung dan digunakan untuk menahan materialnya pada posisinya sebelum penyelesaian penyambungan erakhir.

SISTEM KONTROL

 

1.        Jelaskan perbedaan dari Open Loop Control System dengan Close Loop Control System dan berikan contoh masing-masing. 3 jenis.

Jawab : Open Loop Control System adalah sistim dimana aksi pengaturan (input) sendiri tidak tergantung oleh keluaran (output_ dari prosesnya .

Close Loop Control System adalah sistim dimana aksi pengaturan tergantung dari keluaran (out put).

 

 

2.        Gambarkan sketsanya dan jelaskan dari masing-masing detector tranducer dibawah ini, menerima berupa besaran apa, dan dirubah menjadi besaran apa :

a.        FLOAT

b.        POTENSIOMETER

c.        THERMISTOR

d.        BELLOW

e.        DIAPRAGM

f.         THEMC COUPLE

Jawab :

 

3.        Gambarkan diagram dan jelaskan cara kerja system otomatisasi dari tekanan kerja tangki air tawar tekanan tinggi (misalnya 3 s/d 4 kg/cm²) dikapal!, dan jelaskan juga menggunakan detector tranducer jenis apa !

Jawab :

 

4.        Gambarkan sketsa diagaram dan jelaskan cara kerja dari alat pengatur temperatur gas buang mesin induk yang dapat dibaca diruang kontrol kamar mesin di kapal, dan gunakan detector tranducer jenis apa.

Jawab :

 

5.        Sebuah Close Loop Control System mempunyai komponen umpan  balik positif dengan signal masuk = 3, jika diketahui G1 = X + 2,5 dan G2 = 2. Hitungklah fungsi transfer dan harga keluarannya (out put)

 

SISTIM KONTROL

 

 

1.        Apa yang dimaksud dengan :

a.        Open Loop Control System

b.        Close Loop Control System

c.        Positive Feed Back

d.        Negative Feed Back

Jawab :

a. Open Loop Control System adalah sistim dimana aksi pengaturan (input) sendiri tidak tergantung oleh keluaran (output_ dari prosesnya .

b. Close Loop Control System adalah sistim dimana aksi pengaturan tergantung dari keluaran (out put).

c.  Positife Feet Back adalah Suatu kegiatan operasi yang cenderung membesar selisih  harga yang diminta.

d. Negatife Feet Back adalah  Suatu kegiatan operasi yang cenderung memperkecil selisih harga yang di minta

2.        a.    Jelaskan tujuan utama sistim kontrol !

b.    Jelaskan 4 kegiatan penting dalam proses kontrol otomatis !

Jawab :

a. Tujuan utama system kontrol adalah agar supaya harga atau nilai yang dihasilkan oleh setiap proses dari setiap system dapat dipertahankan.

b. Proses penting dalam kontrol otomatis adalah :

-          Memindahkan pada saat bongkar muat.

-          Menghemat ongkos pemeliharaan

-          Pemeliharaan muatan bisa lebih baik

-          Merasionalkan pikiran dan perbuatan manusia

3.        Gambarkan sebuah system kontrol pengaturan tinggi permukaan cairan dalam tangki agar selalu terkendali secara otomatis, jelaskan prinsip kerjanya dan gambarkan diagram bloknya !

Jawab :

a. Diagram pengatur tinggi permukaan cairan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b.        Diagram blok

 

 

Prinsip kerjanya :

Apabila air didalam tangki berkurang maka pelmpung bergerak turun dan mempengaruhi kontroler sehingga pnematic V/V akan membuka dan cairan terisi kedalam tangki setelah cairan dalam tangki penuh, pelambung akan bergerak naik dan kontroler mempengaruhi pnematic V/V agar menutup jalannya air kedalam tangki.

4.        Suatu loop kontrol tertutup mempunyai komponen umpan balik positip dengan signal musuk = 3. Bila diketahui G1 = X + 2,5 dan G2 = 2. Hitunglah : Fungsi transfer dan harga outputnya (keluarannya) !

Jawab :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.        Jelaskan keuntungan dan kelemahan jenis kontrol berikut :

a.        Pneumatic.

b.        Electric

c.        Hydrulic

Jawab :

a. Pneumatic.

Keuntugannya adalah :

-          Bila terjadi kebocoran tidak berbahaya.

-          Sistim murah/ekonomis karena agin/udara tidak dibeli.

-          Tidak menimbulkan panas, karena itu tidak memerlukan ventilasi

-          Tidak terpengaruh dengan timbulnya perubahan tegangan listrik dikapal.

Kelemahannya adalah :

-          Apabila kompressor macet maka pengontrolan otomatis tidak berfungsi.

-          Pada saat pressure switch macet bahaya bahaya ledakan tabung bisa terjadi dengan adanya tekanan udara yang terlalu tinggi.

b. Electric

Keuntungannya adalah :

-          Bagian-bagian yang bergerak sangat sedikit, sehingga keausan dapat ditekan

-          Memerlukan daya yang kecil

-          Tidak memerlukan ruangan yang besar

-          Responnya cepat.

Kelemahannya adalah :

-          Sangat terpengaruh dengan adanya perubahan tekanan secara tiba-tiba diatas kapal.

c. Hydrulic

Keuntungannya adalah :

-          Pengontrolannya mudah dan responnya cukup cepat

-          Menghasilkan tenaga yang besar

-          Dapat langsung menghasilkan gerakn rotasi dan ttranslasi.

Kelemahannya adalah :

-          Memerlukan ruangan yang besar.

 

 

 

SYSTIM KONTROL

 

 

1.        Apa keuntungn dan kerugiannya manual control dengan automatic control ? Sebutkan dan jelaskan masing-masing !

Jawab :

Keuntungan manual kontrol adalah :

-          Tenaga kerja diatas kapal bisa lebih banyak

-          Pengeporasiannya berdasarkan apa yang diinginkan oleh operator

-          Perawatan lebih sederhana.

Kerugian manual kontrol adalah :

-          Ketelitian operasi tergantung dari kewaspadaan operatornya.

-          Kemungkinan kesalahan dalam pengontrolan lebih besar.

-          Keuntungan automatic control adalah :

-          Meningkatkan kondisi kerja dari pengeperasian manual menjadi pengeperasian automat seperti shoot blowing boiler, cleaning furifier.

-          Meningkatkan penghematan yang disebabkan oleh lebih efesiennya penggunaan tenaga terutama petugas jaga.

-          Meningkatkan daya guna kapal yang disebabkan oleh adanya peningkatan pengoperasian dan pemeliharaan.

-          Meningkatnya penghematan anggaran pemeliharaan, dikarenakan peningkatan efisiensi permesinan.

-          Meningkatkan penghematan biaya bahan bakar karena disebabkan peningkatan efisiensi kerja mesin.

-          Aspek keselamatan dan lingkungan dapat tercapai.

Kerugian automatic kontrol adalah :

-          Perawatan system automatic lebih rumit disbanding system manual.

-          System automatic sangat peka terhadap perubahan tegangan secara tiba-tiba diatas kapal.

2.  Pada dasarnya system control dibagi dalam 2 (dua) kelas. Sebutkan dan jelaskan masing-masing !

Jawab : System control dikelaskan 2 macam yaitu :

a. Cara manual Adalah pengoperasian dijalankan oleh tenaga manusia

b. Cara auotmat Menurut pegontrolan system ada 2 yaitu :

-          Open Loop Control System

-          Close Loop Control System

·          Menurut sumber penggeraknya system otomat terdiri dari :

-          Cara Pneomtic

-          Cara Electronic/Listrik

-          Cara hydroulic

-          Cara Mekanic

·          Menurut hasil keluaran proses yaitu :

-          Servomekanisme

-          Requlator otomatic

·          Menurut waktu pengendalian yaitu :

-          Pengendalian kontinyu (analog)

-          Pengendalian digital (diskontinyu, diskrit)

-          Pengendalian kontinyu meliputi propersional, hitegral, diporensial, dan PID pengontrolan digital ON-OFF posisi ganda dan flooting.

3.        Gambarkan salah satu system pengendalian tekanan diatas kapal dan prinsip kerjanya !

Jawab :

 

4.        Diketahui diagram balok dibawah

Ditanyakan :

a.        Fungsi transfernya.

b.        Hitunglah fungsi transfernya bila diketahui :

H1 = 2,  H2 H2 = 4,  H3 = 5,   H3 = 6,   dan H5 = 8

Jika harga masukan X = 4

Jawab :

 

5.        Jelaskan pengertian-pengertian dibawah ini :

a.        Komparator

b.        Feed back

c.        Input

d.        Output proporsional

e.        Histerisis

Jawab :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SISTEM KONTROL

 

1.   Jelaskan dengan bantuan gambar skematik, prinsip kerja dari thermometer bimetalik, sebutkan pasangan bahan-bahan logam yang biasa digunakan untuk thermometer bimetal !

Jawab :

 

2.        Jelaskan dengan bantuan gambar skematik, prinsip kerja transmitter pneumatic jenis flapper and nozzle !

Jawab :

 

3.        Jelaskan dengan batuan gambar skematik, pengaturan pemanasan awal bahan bakar –mesin induk !

Jawab :

 

 

 

 

 

 

SISTEM KONTROL

 

1.        Dari rangkaian listrik dibawah ini :

Dimana R = Tahanan, C = Capasitor, ℓc = tegangan masuk dan ℓo = Tegangan keluaran, buatkan diagram bloknya !

R

   
   

 

 

c                                                                        C o

 

 

Jawab :

 

2.  Di kapal terdapat tangki bahan bakar yang menggunakan system control proporsional. Diminta :

a.        Gambarkan system pengontrolan tinggi permukaan bahan bakar tersebut !

b.        Gambarkan block diagramnya !

Jawab :

 

3.   a.   Jelaskan prinsip kerja pengontrol tekanan dan suhu minyak lumas untuk mesin induk kapal beserta gambarnya dengan jelas.

b.   Ubahlah rangkaian pengaturan dibawah ini menjadi bentuk yang sederhana . (Kanonik)

Jawab :

 

4.  Sebutkan nama alat ukur untuk pengukuran suhu yang bekerja berdasarkan           “ Jembatan Wheatstone” dan dengan menggunakan gambar skematik, jelaskan prinsip kerja alat tersebut !

Jawab :

 

5.        Dalam proses pemanasan minyak dengan element listrik, saat dimulai suhu minyak menunjukan 20ºC. Dari hasil pengamatan suhu minyak Selma proses, data yang dicatat adalah sebagai berikut :

 

Pada menit ke 0 2 5 8 15 20 30 50 60  
Suhu 20 37 52 60 69 69 70 70 70 ºC

 

Pertanyaan  :

a.        Gambarkan diagram dari temperature minyak tersebut sebagai fungsi waktu !

b.        Apa jenis proses tersebut dan berapa konstante waktunya ?

Jawab :

 

 

BANGUNAN KAPAL

1.    a) Gbr markah kembangan,dgn ukurannya.

 

 

b) gambar saringan kemarau dan sebutkan bagian2nya:

(sama dengan jawaban no 9a)

 

2.    a) yg dimaksud dasar berganda seluler adalah konstrtuksi dasar berganda yg terdiri dr kerangka2 melintang dan membujur dan membentuk sejumlah kotak2 atau sel2, baik berbentuk tanki maupun bukan tanki.

b) *ciri-ciri dasar berganda melintang adalah:

-  dg wrang penuh

-  dg wrang terbuka

* cirri-ciri dasar berganda membujur adalah “

-           dg wrang penuh dan

-           dg wrang tertutup

 

3.    sebutkan special plat / plat khusus pd kulit kapal.(cari sendiri dong ! )

4.    bagaimana pemberian tanda pd lajur kulit kapal dan gambarkan:

jawab: * tanda pd lajur :  dimulai dr bagian atas secara alaphabatis A,B,C,D dst kecuali I. * nomor pd lajur : secara berurutan dari belakang  depan atau dari depan ke belakang.

5.    bagaimana ketentuan mengenai dasar berganda menurut solas 74, terangkan dan gambarkan

jawab:

1.         dikapal yg panjangnya 50 meter dan kurang dr 61 meter (200 kaki) harus di pasanng dasar berganda paling sedikit dr sekat di depan kamar mesin sampai dg sekat kedap depan.

2.         kapal yg panjangnya 61 metr (200 kaki) dan kurang dari 76 m (249 kaki) harus dipassang dasar berganda paling sedikit dari sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat ceruk buritan.

3.         dikapal yg panjang nya 76 m (249 kaki) atau lebih harus dipasang dasar berganda dr sekat ceruk haluan sampai buritan atau sedekat mungkin dg sekat2 tsb

 

 

 

Ø bila kapal kandas, masih ada dasar yg kedap air

Ø segai ruang muatan cair, air tawar, BB, ballast,dll

Ø dg air ballast dp membantu stabilited dan baling2 kapal.

Ø Menambah kekuatan melintang kapal.

 

7.    pemberian nomor dan tanda pada gading2 :

-           biasanya diberi no dari belakang ke depan yg di mulai dr gading no 0 / gading buritan.

-           Gading no 0 / gading buritan terletak sebidang dg bidang tegak belakang

-           Bidang tegak belakang biasanya di ambil pd tegak kemudi

-           Gading sebelah belakang gading no 0 di beri no urut 1,2,3,dst. (-).

8.    .

a)      Net tonnage adalah volume isi sebuah kaqpal di kurangi jumlah isi ruangan2 yg td dp dipakai untuk mengangkut muatan.

b)      NRT (net tonnage =netto register ton = isi bersih)adalah volume atau isi sebuah kpl dikurangi dg jumlah isi ruangan2 yg td dp dipakai untuk mengangkut muatan.

c)      Load displacement = berat benaman dimuati penuh adalah jumlah berat kpl dan semuanya yg ada pd kpl tsb pd saat kpl tsb dimuati sampai mencapai sarat maksimum yg di ijinkan.

d)      Light displacement = berat benaman kpl k,osong adalah jumlah berat kpl dan semuanya yg ada pd kpl tsb pd saat kpl kosong tanpa muatan.

e)      Volu,me of displacement = isi benaman adalah jumlah berat kapal dan semuanya yg ada pd kpl pd saat kpl kosong tanpa muatan.

f)       Extreme breadth adalah jarak melintang dr suatu titik terjauh, sebelah kanan badan kapal di ukur pd lebar terbesar dan sejajar lunas.

g)      Geladak utama adalah bagiuan kapal untuk menjamin tekanan2 baik dr atas maupun samping kpl.

h)      Displacement adalah jumlah berat kpl dan segalanya yg ada pd kpl tsb dan di nyhatakan dlm long tone.

i)       Dopuble bottom adalah bagian dr konstruksi yg di batasi yaitu, bagian bawah yaitu kulit kpl, bagian atas yaitu tank top, bagian samping yaitu labung samping.

j)       Dead weight adalah daya angkut / miuat kapal. Selisih antara laoded displacement dikurang light displacement.

k)      Gross tonnage = bruto register ton = BRT adalah volume atau isi sebuah kapal dg isi sejumlah ruangan tertentu untuk keamanan kapal ( deducted space ).

l)       Cofferdam adalah tanki kosong yg gunanya memisahkan tanki2 double bottom yg isi nya cairan yg berbeda menampung keringat dr ke dua tanki.

m)     Wrang adalah suatu ruangan yg terbentuk adanya kerangka melintang dan membujur untuk memperkuat konstrusi kapal di dasar berganda sebagai penopang terhadap beban di atasnya, membentuk tanki2 baik cairan sejenis maupun berlainan jenis.

n)      Fungsi Sekat kedap air adalah

- membagi kpl atas kompartement2

-           mempertinggi keselamatan kpl bila kpl mendapat kebocoran di bawah permukaan air.

-           Menambah kekuatan melintang kpl.

 

9.    a) gambar bagan sebuah kotak pembagi lensa atau saringan kemarau dan

b) perbedaan pokok antara penataan ballast dan penataan lensa:

*  penataan ballast :

1. mengisap dan mengisi

2. tak mempunyai non return valve,

3. ujung pipa isap dan ngisi berbentuk terompet dan tanpa

saringan.

4. ujung pipa isap dan ngisi terdapat ddlm tanki ballas.

* Penataan lensa :

1. Hanya mengisap

2. memakai non return valve

3. ujung pipa isap berbentuk bulat dan memakai saringan

4. ujung pipa isap terdapat dlm got palka k.mesin

c). Kegunaan double bottom adalah :

- Bila kapal kandas / bocor masih ada dasar yg kedap air

- Sbg ruangan muatan, air twr, b.bkr, ballast, dsb

- Dengan air ballas dpt membantu mengatur stabilitet kpl dan

baling2 serta kemudi dpt bekerja dng baik.

- Menambah kekuatan melintang kapal.

 

10.  a)  nama2 biroklasifikasi dan kedudukan:

1.  B.K.I                                      Jakarta                 KI

2.  LLOYDS REG OF SHIP       London               LR

3.  BUREAU VERITAS             Paris                    BV

4.  GERMANISHER LLOYD    Berlin                  GL

5.  REGISTRO ITALIANO NAVALE   Genoa     RI

6.  DET NORSKE VERITAS     Oslo                    NV

7.  NIPPON TAIKOKU KAIJI KYOKAI   Tokyo  NK

8.  REGISTER OF SHIP OF USSR  Moskwa        PC

9.  AMERICAN BUREAU OF SHIP  N.y             AB

10. HELLENIC REGISTER OF SHIP   Athena    HS

b) Jenis survey ;

1.  Internal survey  = Survey I

2.  Annual survey   = survey tahunan

3.  Intermediate survey = survey antara

4.  Special survey = survey khusus

5.  Renewal survey = survey perubahan / 5 tahun

c) fungsi sekat pelanggaran adalah yang merupakan “BUFFER” atau pelindung bagian depan kapal, atau sebagai penahan air masuk ke dalam palaka2 di belakangnya, jika kpl mangalami kebocoran akibat dr pelanggaran atau kandas.

d) syarat-syarat sekat pelanggaran :

1.  plat 25% lebih tebal dr plat biasa

2.  plat bagian bawah di pertebal lagi 0,1” atau 25mm

3.  potongan penguat (steffenuers) dipasang di muka sekat dg sendirinya baja siku pinggiran dipasang di belakang sekat.

4.  potongan2 penguat dipasang vertical tp di bagian bawa dipasang horizontal.

5.  jarak antara baja penguat adalah 24” = 620 mm

11.  a) fungsi dr poros baling2 adalah melindungi poros baling2, menjaga agar poros baling2 kedap air pd tempat dimana poros baling2 melintang kulit kpl.

b) fungsi kayu pok :

-  supaya poros baling2 td tergeser langsung pd tabung perunggu

-  kayu pok bersifat pelumas

-  kayu pok dibuat lubang2 supaya air laut bisa masuk dg demikian berfungsi sbg pendingin untuk poros baling2.

c) gambar penataan kedap air dr tabung poros baling2 dan bagian2n

12.  sebuah kapal di pelabuhan dg displacement (W) 7000 ton dg KG 6,7 m

memuat : 600 ton ditempat 2,7 m diatas lunas

: 800 ton ditempat 4,5 m diatas lunas

: 200 ton ditempat 7,8 m diatas lunas

bongkar : 500 ton ditempat 5,2 m diatas lunas

: 400 ton ditempat 3,0 m diatas lunas

hitung KG baru kapal ?

jawab:

W VCG M  
7000 6,7 46900  
  - 500 5,2 - 2600
  - 400 3,0 - 1200
  + 600 2,7 + 1620
  + 800 4,5 + 3600
  + 200 7,8 + 1560
  ∑W     7700 KG’ ∑M    49880

 

KG lama = 6,70 m

KG’        = 6,48 m -

GG’        = 0,22 m

 

GM lama = 0,20 m

GG’         = 0,22 m +

GMo = 0,42 m

KG baru  = ∑M = 49880 = 6,48 meter

∑W    7700

 

13.  Dikethuhi P = 64 meter

L = 10 meter

Full draft    = 4,0 meter   → Cb = 0,75

Light draft  = 0,5 meter   → Cb = 0,6

Ditanyakan DWT ?

Dijawab:

-           full displacement   = P x L x D x Cb

= 64 x 10 x 4,0 x 0,75

= 1920

-           light displacement = P x L x D x Cb

= 64 x 10 x 0,5 x 0,6

= 192

-           jadi DWT = full ∆ – light ∆

= 1920 – 192 = 1728

 

14.  Sebuah kpl berukuran 120 x 17 x 10 mtr mempunyai blok coefisien 0,89 terapung pada load summer draft 7,2 di air tawar. Hitunglah berapa berat muatan kapal dapat di muat agar saratnya di air laut tetap sama.

Diket ukuran kapal = 120 x 17 x 10 m

Cb                          =  0,89

Summer draft        = 7,2 di air tawar

Jawab:

Cb  =    volume benaman

P x L x D

0,89 =  volume benaman

120 x 17 x 10

0,89 =  volume benaman

20400

volume benaman = 20400 x 0,89

= 18156 m2

 

→  sarat tetap :

Vol benaman =  berat

Berat jenis

18.156            =  berat

1,025

berat = 18156 x 1,025

= 18609,9 T

muatan yg di muat = 18609,9

15.  Sebuah kapal displacement 5750 dg KG = 4,5 m muatan di muat sbb:

-  1000 ton ,   KG = 3,8 m

-  1000 ton ,   KG = 7,6 m

hitunglah berapa muatan di geladak (KG = 9m) dapat dimuat bila kapal harus berangkat dg GM minimumnya = 0,4m.

Diket :     ∆  = 5750

KG = 4,5 m

Muat : 1000 ton,KG =3,8 m

1000 ton KG =7,6 m

di geladak : W ton →KG =9 m

GM =  0,4 ( dikehendaki)

Dit    :  W di gleladak ?

Jawab :

W VCG moment  
5750 4,5 25875  
  1000 3,8 3800
  1000 7,6 7600
       
  ∑W = 7750   ∑M = 37275

 

KG = ∑M = 37275

∑W      7750

= 4,8 meter

GG1 =  KG akhir – KG awal

=  4,8 – 4,5

= 0,3 meter.

GG1W x d

∆ + W

0,3      =     W x 9

7750 + W

0,3 (775+W) = 9W

2325 + 0,3 W  = 9W

2325 = 9W – 0,3W

2325 = 8,7W

W = 2335 =  267,24

8,7

 

OLAH GERAK & PENGENDALIAN KAPAL

ANT III

 

1. a. Sebutkan dan jelaskan  persiapan-persiapan apasaja  sebelum  kapal berlabuh jangkar !

Persiapan –persiapan sebelum kapal akan berlabuh jangkar adalah

- ½ jam – 1 jam sebelumnya, KKM, PWA jaga mesin diberitahukan  utk stanby mesin (termasukj jangkar air deck / angin suling .

- Siapkan peta rencana ,teropong ,peralatn pantau.

- Siapkan dokumen2 seperti imigrasi,kesehatan,bea cukai ,surat kapal dll.

- Siang hari pasang bendera kebangsan kapal.bendera Negara yang akan dikunjungi.

- Aktikan Echosounder

- Mesin jangkar dicoba dengan mengaria rantai jangkar keluar dari ulup dan siap lego

- Alat komunikasi internet dan eksternal dicoba.

- penentuan posisi kapal.

- Dan terangkan pula  olah geraknya sbb:

- pada saat mendekati tempat berlabuh jangkar ,pilih beberapa benda yang dapat dibaring sesuai dengan kecepatan kapal dengan jarak tempat berlabuh .

- Ikuti garis penuntun dan letgo jangkar pada waktu dapatkan garis beringan lain yang sesuai dengan yang telah ditentukan .

- Usahakan posisi sebelumdan sesudah berlabuh jangkar sama.

 

b. Terangkan dari hal-hal apakah panjang rantai yang kan dikeluarkan  ?

Pertimbangan-pertimbangan apa yang dipakai utk menetapkan panjang rantai

yang harus diarea pada waktu berlabuh.

- Dalamnya dasar atau perairan laut.

- Jenis dasar lautnya (pasir,batu,Lumpur,karang,tanah )

- Kekuatan arus dan air.

- lebar dan sempitnya perairan.

- Lamanya kapal berlabuh.

 

c. Bagaimana cara untuk mengetahui jangkar larat ?

- Untuk mengetahui jangkar yang larat atau menggaruk dimana posisi kuku jangkar tidak menancap pada dasar laut sehingga jangkar dan rantainya tidak mampu menahan kapal yang mengakibatkan

b. Terangkan dari hal-hal apakah panjang rantai yang kan dikeluarkan  ?

Pertimbangan-pertimbangan apa yang dipakai utk menetapkan panjang rantai

yang harus diarea pada waktu berlabuh.

- Dalamnya dasar atau perairan laut.

- Jenis dasar lautnya (pasir,batu,Lumpur,karang,tanah )

- Kekuatan arus dan air.

- lebar dan sempitnya perairan.

- Lamanya kapal berlabuh.

 

c. Bagaimana cara untuk mengetahui jangkar larat ?

- Untuk mengetahui jangkar yang larat atau menggaruk dimana posisi kuku jangkar tidak menancap pada dasar laut sehingga jangkar dan rantainya tidak mampu menahan kapal yang mengakibatkan terjadinya kapal larat.

- Dengan membaring benda darat lalu diplot dipeta ternyata posisi yang pertama tadi kordinat lingkaran putarnya tidak sama dan telah bergeser jauh dari posisi lingkaran putar semula yang sebenarnya.(ternyata kapal telah larat)

 

2. Uraikan dengan gambar cara berlayar diperairan sempit dan dangkal yang berkaitan dengan hal-hal sbb :

a.papasan

- Kecepan dipertahankan

- jaga jarak aman

- Red to Red

- memberikan isyarat bunyi

(              )

   
   

 

 

 

 

 

   
   

b.menyusul

- Kecepatan lebih besar.

- Daeranya memungkinkan  utk menyusul

- Memberika isyarat bunyi

(                        o o  )

   
   

ooooo

tidak setuju

_ o _ o

Setuju

 

 

 

   
   

_ _ oo                 _ _ o

Kiri                kanan

 

 

 

c.melewati tikungan

- Ikut arus didahulukan

- Melawan arus menunggu

Dibelakang tikungan

- Memberikan isyarat bunyi

(              )

 

 

 

 

 

 

   
   

 

 

( ___ )

 

 

 

 

 

d. melewati pemukiman penduduk dipinggir sungai.

- Kecepatan dicontrol diturunkan atau dinaikan sesuai keadaan wilayah tsb

- Berlayar dengan hati-hati ,hindari squed yang berlebihan dan  control haluan  kapal jangan sampai merewang  mendekati pemukiman warga.

- komunikasi radio tetap berjalan terus bila mendekati daerah sempit dan dangkal.

 

3. Kapal anda sedang sandar kanan didermaga.

a. jelaskan persiapan yang dilakukan sebelum kapal lepas dari dermaga.

- ½ jam – 1 jam sebelumnya, C/o, KKM, PWA jaga deck ,mesin diberitahukan  utk stanby dideck dan stanby mesin (termasukj jangkar,air deck / angin suling .Capstan ,telegrap, dll)

- Siapkan peta rencana ,catalog peta, ,passage plan, buku olah gerak, buku pasang surut ,arus pasang, almanac nautika, log book , daftar suar ,buku kepanduasn bahari , DIP, teropong ,peralatan pantau (.radar,arpa ) dan aktifkan alat-alat navigasi  GPS,AIS, Echosaunder, inmarsat ,VHF DSC,MF/HF DSC, NBDP ,SSB.

- check document2 kapal dan document2 muatan ,SIB

- chek crew kapal dan sudah pada posisi masing2

- Siang hari pasang bendera kebangsan kapal.

- malam hari nyalakan lampu navigasi.

 

b. jelaskan cara meninggalkan dermaga kearah haluan sebaliknya (dengan gambar)

 

                     
             
                     
                 
       
                 
                     
                 
       
                 
         
                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.a.Jelaskan dengan gambar pengaruh langsung dan tidak langsung dari baling-baling  kapal (putar kanan) keadaan berhenti,mesin digerakkan maju dan digerakkan mundur

GERAKAN PENGARUH LANGSUNG BALING2 MAJU

- TEKANAN PADA DAUN BALING ATAS (A)

NA’ = GAYA MEMBUJUR MENGARAH KE DEPAN

NA = GAYA MELINTANG MENGARAH KE KIRI

TEKANAN PADA DAUN BALING2 BAWAH(B)

KESIMPULAN

NA’ DAN NB’ SEARAH  MENDORONG  KAPAL MAJU

NB > NA AKIBATNYA BURITAN TERDORONG KEKANAN                             (GERAKAN I)

NA          A

   
   

N

NA’

 

 

 

 

NB’

N

 

B           NB

GERAKAN PENGARUH TAK LANGSUNG BALING2 MAJU

TEKANAN PADA SISI DAUN KEMUDI

TEKANAN B > A (LEBIH JAUH DARI W/L ) AKIBATNYA BURITAN TERDORONG KEKIRI (GER.II)

KESIMPULAN:

GER.I: BURITAN KE KEKANAN .

GER.II: BURITAN KEKIRI

GER.I . GER .II AKIBATNYA PADA MESIN MAJU BURITAN TERDORONG KEKANAN.

 

 

A

               
         
               
           
       
         

 

 

 

 

 

 

B

 

DAUN KEMUDI

 

 

 

 

 

 

 

BALING2 PUTAR KANAN,

MESIN MAJU/KAPAL MAJU,

UTK GERAKAN PENGARUH LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG

           
         
       
         

 

 

 

 

(GER.I) (GER.II)  (GER.I > GER.II)

 

KESIMPULAN:

GER.I : BURITAN KE KANAN.

GER.II: BURITAN KE KIRI

GER.I > GER.II AKIBATNYA PADA MESIN MAJU BURITAN TERDORONG KE KANAN

 

GERAKAN PENGARUH LANGSUNG BALING2 MUNDUR

TEKANAN PADA DAUN BALING2 ATAS (A)

NA’ = GAYA MEMBUJUR MENGARAH KEBELAKANG .

NA = GAYA MELINTANG MENGARAH KEKIRI

TEKANAN PADA DAUN BALING2 BAWAH (B)

NB’ = GAYA MEMBUJUR MENGARAH KEBELAKANG.

NB= GAYA MELINTANG MENGARAH KEKANAN.

KESIMPULAN ;

NA’ DAN NB’ SEARAH MENDORONG KAPAL MANDUR.

NA’ > NB’SEARAH MENDORONG KAPAL MANDUR.

NB > NA AKIBATNYA BURITAN TERDORONG KEKIRI(GER.I)

 

       
       
     
     

 

 

A

 

 

B

NB        B

   
   

N     NB’

 

GERAKAN PENGARUH KEMUDI TIDAK LANGSUNG PADA BALING2

TEKANAN PADA SISI LAMBUNG BURITAN TEKANAN B > A (BERASAL LEBIH JAUH DARI W/L) AKIBATNYA BURITAN TERDORONG KE KIRI (GERAKAN II).

KESIMPULAN:

GER.I : BURITAN KE KIRI.

GER.II : BURITAN KE KIRI.

GER.I & GER.II AKIBATNYA PADA MESIN MUNDUR BURITAN TERDORONG KEKIRI.

GAMBAR

GERAKAN PENGARUH  KEMUDI TIDAK LANGSUNG PADA BALING2

   
   

B

               
       
               
             
         
           

 

 

 

 

A

 

 

BALING2 PUTAR KANAN,MESIN MUNDUR/KAPAL MUNDUR.

           
           

 

 

 

 

(GER.I)(GER.II)(GER.I & GER.II)

KESEMPATAN :

GER.I : BURITAN KEKIRI

GER.II : BURITAN KE KIRI

GER./I & GER.II AKIBATNYA PADA MESIN MUNDUR BURITAN TERDORONG KEKIRI

 

b. Setelah kapal mempunyai laju terhadap air, mesin tetap berputar maju ,kemanakah haluan cendrung bergerak dan apakah sebabnya ?

 

BALING2 PUTAR KANAN,

MESIN MAJU/KAPAL MAJU ,

UTK GERAKAN PENGARUH LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG

           
         
       
         

 

 

 

 

(GER.I) (GER.II)  (GER.I > GER.II)

 

KESIMPULAN:

GER.I : BURITAN KE KANAN.

GER.II: BURITAN KE KIRI

GER.I > GER.II AKIBATNYA PADA MESIN MAJU BURITAN TERDORONG KE KANAN

SEBABNYA  KARENA PENGARUH KEMUDI TAK LANGSUNG PADA DAUN BALINMG2 PADA KEMUDI KAPAL.

5. A. Gambarkan lingkaran putar kekanan dan sebutkan bagian-bagian penting dari lingkaran putar tersebut.

Gambar dari lingkaran putar.

 

 

Transper

   
   
Øtactis

 

Kick

 

 

 

 

< hanyut

 

 

 

 

 

 

A) bya 5 yang berputar pada blok baling-baling .

B) bya P yang tegak luirus kemudi

C) bya W yang berfum pk pada bagian lambung berlawanan dengan arah kemudi gaya ini timbul setelah kapal menimpan dari arah haluan.

 

B) Jelaskan  mengapa pada saat kemudi dicikar kekanan ,kapal mula-mula miring kekanan dan setelah mencapai kecepatan tetap dan berputar dengan sudut tetap,kapal miring kekiri !

Kemiringan kapal terjadi saat kapal berputar(Hell due to turning) adalah :

- setelah kemudi disimpangkan ,maka kpl akan sangat kedalam karena gaya kemudi.

- Saat kapal memasuki lengkung putarannya maka  sanget kapal keluar karena gaya sentripugal pada lambung kapal yang bekerja pada titik (g) kapal.

 

Ilmu Pelayaran Datar.

1.Apakah yang dimaksud dengan :

a. Simpang  : adalah jauh menurut jajar( Haluar timur dan barat )

simpang pada haluan serong adalah jauh menutut jajar tempat tiba dihitung dari derajah tempat tolak samapai derajah tempat tiba ( haluan  > 0º < 90º )

b. Delta Bujur/ ▲ b (perubahan bujur ) adalah selisih antara bujur tempat tolak dan bujur tempat tiba.

c. Delta Lintang/ ▲l ( Perubahan lintang ) adalah selisih antara  lintang tempat tolak dan lintang tempat tiba .

 

2.Sebuah kapal berlayar dengan Hs 70º kecepatan 12 knot ,Membaring suar M dengan Bs berturut –turut  sbb :

- Jam 08.15 suar M dibaring 96,5º Jam 09.00 suar M dibaring 115º

Ditanyakan sbb:

a.   posisi kapal jan 09.00.

b.   Jam berapa kapal Melintang terhadap suar M.( Skala 1 cm = 1 mile )

Jawab :

Diketahu : HS : 70º Kec : 12 Knot.  Membaring suar M sbb :

Jam 08.15 Suar M di baring 96º,5

Jam 09.00 Suar M dibaring lagi 115º

Ditanya :  a) Posisi kapal jam 09.00

b) Jam berapa kapal melintang terhadap suar M.

1. Jarak yang ditempuh dari bar I ke Bar II  = 30/ 60 x 12 knot = 6 knot.

2. Sudut perpotongan Bar I dengan garis haluan sejati adalah = 96º,5 – 70º = 26º,5.

3. Sudut perpotongan  Bar II dengan garis haluan sejati adalah = 115º – 70º = 45º.

4. Bentuk baringan adalah baringan Istimewa.

5. Kapal melintang terhadap suar M adalah   6 knot =  09.00 + 00.45 = 09.45.

 

 

 

 

Jam:09.45

HS = 070º

6’

K                       a

Jam :09.00

) 45º

6’          a                                                                     a      6’

 

J: 08.15                             26º5                                                        Bar II. 115

Bar I    96º,5

   
   

 

 

 

 

3.Sebutkan 4 jenis baringan istimewa dan jelaskan salah satunya ?

Empat jenis baringan istimewa adalah :

1. Baringan Istimewa ( 26º,5 – 45º – 90º )

2. Baringan 4 surat atau ( 45º – 90º )

3. Baringan sudut berganda atau ( 22º,5 – 45º – 90º )

4. Baringan berganda atau ( 30º- 60º – 90º )

Dan jelaskan salah satunya sbb :

Baringan istimewa. Adalah                                                                    A

   
   

 

 

 

Bar I ,10,00         bar II.11,30

 

26º,5

B                                  C        45º                D

 

 

   
   

 

K                                   ∟ E

 

Keterangan gambar :

A     = Benda yang dibaring.

BD   = AD ctg 26º ,5 = 2 dan ctg 45º = 1

Maka : BC = CD = AD

1.   Pada waktu bar I membuat sudut 26º ,5 dengan garis haluan catat waktunya umpamanya 10.00 begitu pula bar II ketika membuat sudut 45º dgn garis haluan catat pula waktunya umpamanya 11.30

2.   Jika kecepatan kapal 12mil/jam maka jarak yang ditempuh dari 10.00 sampai 11.30 = 1½ x 12 = 18 mil

3.   ukur pada AD jarak 18 mil = A D E

4.    Tariklah garis sejajar dgn garis haluan melalui E dan memotong bar II di K

5.    K adalah posisi kapal jam 11.30.

6.   catatan dengan baringan 26º ,5 posisi kapal lebih cepat diperoleh jika dibandingkan dengan  45º

 

4. Tuliskan 3 rumus untuk menghitung jauh dan dalam manakah rumus itu digunakan ?

Rumusnya adalah :  Jauh = ▲l sec H →  ▲l > Simp.

Jauh = Simp cosec H → Simp > ▲l.

Jauh = ▲l Tg H Cosec H → H > 85º

5. Sebutkan ciri-ciri dari peta lintang menengah sebanyak mungkin ?

Peta lintang menengah

1. Tidak sebangun ,yang sebangun  hanya pada lintang menengahnya.

2. Ukuran mil pada pinggir tegak , 1mil = 1 kl x sec ltm

3. Lebar terbatas.

4. Loxodrom pada lintang tengah-tengah Arahnya berobah.

 

6. Apakah yang dimaksud dengan  sbb :

a. Lintang geografis :

Yang dimaksud dengan lintang Geografis adalah :Sudut yang dibentuk antara garis normal sipenilik degan muka katulistiwa (  < SP / I   ).

b. Lintang Geocentris :

Yang dimaksud dengan lintang Geocentris adalah sudut yang dibentuk antara jari-jari bumi dimana sipenilik berada dengan jari-jari katulistiwa ( < SP I )

c. Ditempat-tempat manakah lintang geografis sama dengan lintang geocentris ?

Lintang geografis sama besarnya dengan lintang geocentris kalau sipenilik (S) berada di katulistiwa lintang = (0º) atau  sipenilik berada di kutub lintang = ( 90º )

PT = JARI-JARI BUMI

PT I = NORMAL SIPENILIK T

   
   

 

KU

T

 

K                                                      I

 

 

 

Lintang Geografis

KS                     Lintang GeoCentris.

 

 

7. a. Bagaimana bentuk derajah , jajar , Loxodrum dibumi ?

Derajah dibumi :atau Meridiam atau bujur adalah Lingkaran besar yang bidangnya melalui pusat bumi dan poros bumi serta tegak lurus equator .

Jajar dibumi atau Lintang adalah semua lingkaran yang sejajar dengan khatulistiwa dan kecuali khatulistiwa semuanya merupakan lingkaran kecil .

Loxodrum dibumi : Haluan yang arahnya tidak berobah jadi diatas bumi merupakan garis lengkung.

b. Bagaimana pula bentuk derajah , jajar , loxodrum dipeta laut ?

Derajah dipeta :dilukis sebagai garis lurus dipeta berdiri tegak lurus pada jajar-jajar

Jajar      dipeta :dilukis sebagai garis lurus mendatar yang jalannya sejajar katulistiwa,makin tinggi lintangnya jaraknya makin besar secara teratur makanya proyeksi ini dinamakan peta lintang bertumbuh.

Loxodrum dipeta : garis lurus serta memotong derajah-derajah atas sudut yang sama besar.

 

8. Sebuah kapal berlayar dengan Hs selatan kec 12 knot membaring suar  M dengan Bs berturut-turut sbb:

-  Jam 10.10 Suar M dibaring Timur. Jam 10.40 Suar M dibaring lagi Timur laut.

Diminta posisi kapal pada jam 10.40 ( Skala 1 cm = 1 mil ).

Jawab :  1) Jarak yang ditempuh dari bar I ke Bar II =  30/60 x 12 ‘knot  = 6 ‘ knot.

2) Sudut perpotongan Bar I dengan garis haluan  = 90º – 180º = 90 º

3) Sudut perpotongan Bar II dengan garis haluan  = 45º – 180º = 135º

   
   

 

Bar I 090º      6’

Jam:10.10                                                                                        Suar M

   
   

 

 

 

 

 

 

6’                   Bar II 045º

 

 

 

 

 

 

   
   

 

Jam : 10.40     K                     Bar I digeserkan sejauh 6 mile

 

HS= 180 ( Selatan )

 

9. a. Apakah yang dimaksud pada pelampung system A ?

Gabungan sistim Cardinal dan lateral( Merah disisi lambung kiri )aturan ini cocok dipakai di eropa,afrika ,India,Australia,dan beberapa perairan diasia termasuk Indonesia.

b. Dinegara-negara mana saja system itu berlaku ?

aturan ini cocok dipakai di eropa,afrika ,India,Australia,dan beberapa perairan diasia termasuk Indonesia.

 

c. Sebutkan perbedaan pelampung system A dan System B.

System A : Gabungan system Cardinal dan lateral (Merah disisi lambung kiri) dan  aturan Ini cocok dipakai diEroupa, Afrika ,India ,Australia dan beberapa parairan di

Asia termasuk Indonesia.

System B : Sistim Lateral saja ( Merah disisi lambung kanan ) Sistim ini digunakan diperairan  Amerika Utara dan Selatan dan beberapa Bagian Asia.

 

d. Apakah yang dimaksud dengan  sbb :

- Air surut ( Low Water)adalah : Kedudukan air pada waktu gerakan turun telah berakhir dan gerakan naik belum dimulai.

– Lata (Range)adalah : Selisih antara HW dan LW

– Arus surut adalah : Arus yang mulai mengalir pada waktu surut dan terus mengalir sampai saat setelah LW.

 

 

Ilmu Pelayaran Datar.

 

1.a. Apakah yang dimaksuds dengan Lintang Geografis dan lintang geocentris ?

Yang dimaksud dengan lintang Geografis adalah :Sudut yang dibentuk antara normal sipenilik dan muka katulistiwa (  < SP / I   ).

Yang dimaksud dengan lintang geocentris adalah sudut yang dibentuk antara jari-jari bumi sipenilik dan jari-jari katulistiwa ( < SP I )

b. Ditempat – tempat mana saja lintang geografis sama dengan lintang geocentris ?

Lintang geografis sama besarnya dengan lintang geocentris kalau sipenilik (S) berada di katulistiwa (0º) atau  sipenilik berada di kutub ( 90º )

 

2.Dari daftar suar Indonesia diperoleh suatu keterangan dari sebuah suar sbb :

Flash 0,6  , Eclipse 3,0  , flash 0,6 , eclipse 3,0 , Flash 0,6 , Eclipse 3,0 , Flash 0,6  , Ecliupse 13,6  Vesible from 246º through west , North and east to 163º ,obscured by two , tengah dan ujung .

Diminta : a. Berapa periode suar tersebut ?

b. Gambarkan sector nampak dari suar tersebut.

 

DARK

Obscured by two

Sisi gelap tengah dan ujung

S

163º                                  246º

WHITE                                                                Flash0,6.Eclipse13,6                                             Flash 0,6. Eclipse 3,0

Vesible

 

East                                                       West

 

RED                                                              GREEN

 

Flash 0,6.Eclipse 3,0

 

N

000º

 

Keterangan : Kelihatan putih dari  246º sampai 270º West, dari  West ke North sector Terang Hijau  , 000º ( North) Utara Melalui 90º (East) Timur   sampai 163º  Hijau , 163º sampai dengan 246º sisi terhalang / gelap.

 

3. Sebuah kapal berlayar dengan Hs 100º , Kec 12 knot Membaring suar M dengan Bs sbb :

- Jam 10.00 suar M dibaring dengan 160º , – Jam 11.00 Suar M dibaring lagi 255º

Selama berlayar mendapat arus BD dengan kekuatan 4 mil/ jam .

Tentukanlah posisi kapal pada jam 11.00   ( Skala  1Cm = 1 mile )

Jawab : 1) Jarak yang ditempuh dari bari I ke Bar II  = Jarak  , 60/60 x 12 knot = 12 Knot.

Arus , 60/60 x 4 knot =  4 Knot.

2) Sudut perpotongan Bar I dengan garis haluan adalah

Jam 10.00   BS I – HS  = 160º – 100º = 060º

3) Sudut perpotongan Bar II dengan garis haluan adalah

Jam 11.00   BS I – HS  = 255º – 100º = 155º

Jam 10.00

12 ‘

4’

   
   

 

 

4’                                                   HS100º

12’

R                                    Bar II  255º

 

Bar I 160

K         Jam 11.00

 

 

 

Suar M

 

 

 

4. Menurut luas daerahnya maka peta laut di bagi dalam 5 bagian sesuai dengan kegunaannya dan luas daerahnya. Sebutkan dan tuliskan seperlunya ?

- 1. peta ichtisar ialah peta-petya yang menggambarkan daerah-daerah yang luas pada skala kecil ,terutama utk memberikan variasi,arus ,angin,dll.

SKALA 1 : 3 000 000.

- 2. peta haluan atau peta perantau ialah peta atas skala yang besar dipergunakan utk pelayaran pada jarak jauh dari daratan.

SKALA 1 : 1 000 000 – 1 : 500 000.

- 3. peta pantai ialah peta-peta dengan skala lebih besar digunakan utk navigasi sepanjang pantai. SKALA 1 : 500 000 – 1 : 100 000.

- 4. Peta penjelas ialah peta-peta bagi navigasi diair pelayaran yang sulit.

SKALA  1 : 100 000 – 1 : 25 000.

- 5. Peta Rencana ialah peta-peta yang menyingahi Bandar-bandar,pelabuhan-pelabuhan.

SKALA  1 : 25 000 – 1 : 10 000.

5. a) Apakah yang dimaksud dengan haluan dan jauh diatas arus ?

Haluan dan jauh diatas arus adalah haluan yang harus dikemudikan dan jauh yang harus ditempuh dibawah pengaruh arus utk mencapai tempat tujuan .

b) Tuliskanlah Rumus untuk menghitung haluan dan jauh diatas arus?

Misalnya  < FAB = X dan  < UAD – < UAB = a , maka menurut aturan sinus dalam AEE

Sin  X            a                             a   x  Sin a

———- = ———– =   Sin x = —————-=  Jadi X dapat dicari Had =  UAP = H – X

Sin  a             K                                   K

 

Dalam ∆ ABF   =

<  F                  =   180° – ( X + a ) maka,

A F                        Sin   a

—————-  = ——————–

A B                        Sin (  X + a )

 

AB Sin a

A F                  = —————–  =     A B  Sin  a  Cosec ( X + a )

Sin  (  X + a )

 

6. Sebuah kapal berlayar dengan Hs 80º, Kec 12 knot membaring suar M dengan Bs sbb :

- Jam 10.10 suar M dibaring 53,5º , – jam 10,50 Suar M dibaring lagi 35º.

Ditanyakan : a) Jenis baringan apakah itu.

b) Dimanakah posisi kapal dalam lukisan saudara ( Skala 1cm = 1 mile )

 

 

 

 

 

Bar I    53°5

a   10’

 

BarII 35°

HS= 80°

∟090°

a

 

a                          ) 45°

10’

) 26,5

10’

 

 

7. Sebutkan perbedaan dan persamaan antara peta lintang bertumbuh dengan peta lintang menengah ?

Perbedaannya

Peta mercator ( Lintang bertumbuh ) Peta lintang menengah

1.Sebangun.                                                          1. Tidak sebangun ,yang sebangun

2. Ukuran mil pada pinggir tegak 1mil=                  hanya pada lintang menengahnya.

1 kl x sec ltg. 1mil                                                    2. Ukuran mil pada pinggirtegak

3. Lebar dapat meliputi daerah yg luas.                    = 1 kl x sec ltg meng.

4. Loxodrom merupakan garis lurus                     3. Lebar terbatas.

Arahnya tidak berubah                                      4. Loxodrom pada lintang tengah

Arahnya berobah.

Persamaannya

1. Derajah –derajah menengah ke kutub jalannya 1. sama dengan peta lintang bertumbuh.sejajar

Sejajar.                                                               2. sama dengan peta lintang bertumbuh

2. jajar dapat lurus derajah-derajah jadi jalannya  3. sama dengan peta lintang bertumbuh

Juga sejajar.                                                           1 mil = 1’ kl

3. ukuran mil pada pinggir mendatar 1 mil=1’kl.

 

8. tuliskan 3 Rumus untuk menghitung jauh dan jelaskan dalam alamanac Rumus-rumus itu digunakan ?

Rumusnya adalah :  Jauh = ▲lt sec H →  ▲lt > Simp.

Rumus ini digunakan utk Haluan Utara – Selatan dalam almanac

Jauh = Simp cosec H → Simp > ▲lt.

Rumus ini digunakan utk Haluan Timur – Barat dalam almanac

Jauh = ▲lt Tg H Cosec H → H > 85º

Rumus ini digunakan utk Haluan Simpang dalam almanac

 

9. a) Apakah yang dimaksudkan dengan pelampung system A ?

Gabungan sistim Cardinal dan lateral( Merah disisi lambung kiri )aturan ini cocok dipakai di eropa,afrika ,India,Australia,dan beberapa perairan diasia termasuk Indonesia.

b) Jelaskan bentuk –warna dan tanda puncak ?

Uraian tanda-tanda LATERAL sbb:

1.Sisi kiri adalah  Warna                          : Merah

Bentuk  Pelambung     : Tumpul atau batang

Tanda puncak              : Gunting tunggal.

Suar (jika dilengkapi)  : Warna  : Merah

Irama    : Sembarang.

Nomor  : Genap

 

2. Sisi kanan adalah Warna                     : Hijau

Bentuk pelampung      : Runcing atau Batang.

Tanda Puncak             : Kerucut tunggal puncak keatas

Suar (Jika ada )           : Warna  : Hijau

Irama   : Sembarang

Nomor : Ganjil.

Uraian tanda – tanda cardinal sbb :

Keempat kwadran ( Utara,timur,selatan,barat ) dibatasi oleh baringan-baringan benar.

Barat laut-timur laut-tenggara –barat daya diambil dari titik yang diamati.

1.Tanda cardinal Utara. Sbb :

Tanda puncak                             : dua kerucut hitam yang satu diatas yang lain dengan

Puncaknya dua keatas.

Warna                                          : Hitam diatas kuning dibawah.

Bentuk                                         : Menara dan batang

Suar ( jika dilengkapi )               : Warna          :   Putih

Irama          :  CSCP (Cc) atau CCP.

2. Tanda cardinal Timur sbb :

Tanda puncak                              : Dua kerucut hitam yang satu diatas yang lain,dengan

Alasnya saling berhadapan.

Warna                                          : Hitam .

Bentuk                                         : Menara dan batang.

Suar ( Jika dilengkapi )               : Warna       : Putih.

Irama        : CSCP (C) (3) Setiap 10 detik.

3. Tanda Cardinal Selatan sbb :

Tanda puncak                              : Dua kerucut hitam yang satu diatas yang lain dengan

Puncaknya dua kebawah.

Warna                                          : Hitam.

Bentuk                                         : Menara atau Batang.

Suar (jika Dilengkapi )                : Warna    : Putih.

: Irama      : CSCpp ( C ) ( 6 ) + cerlang panjang sertiap

Sepuluih detikatau Ccpp ( 6 ) + Cerlang Panjang setiap

15 detik

4.Tanda cardinal barat sbb :

Tanda puncak                                : Dua kerucut hitam yang satu diatas yang lain,

Dengan puncaknya saling berhadapan.

Warna                                            : Kuning atau hitam.

Bentuk                                           : Menara atau batang

Suar ( Jika Dilengkapi )                : Warna            :  putih

: Irama              : CSCp  ( C ) ( 9 ) setiap 10 detik atau

CC ( C ) 15 detik.

 

Keterangan lain :

Sebuah tanda cardinal di beri nama dibelakang kwaderan dimana tanda tersebut ditempatkan .

Nama dari sebuah tanda cardinal menunjukan bahwa tanda tersebut harus dilalui terhadap sisi bernama dari tanda itu.

 

10. a) apakah yang dimaksud dengan lintang bertumbuh ?

Lintang bertumbuh dari pada lintang adalah jarak pada peta bertumbuh antara khatulistiwa dan jajar yang terletak dilintang diukur dengan bagian –bagian sisi yang mendatar.

b) Bagaimana bentuk-bentuk , Derajah , Jajar, Loxodrum dan Octodrum dibumi dan dipeta ?

Derajah dibumi atau Meridiam atau bujur adalah Lingkaran besar yang bidangnya melalui pusat bumi dan poros bumi serta tegak lurus equator .

Jajar dibumi atau Lintang adalah semua lingkaran yang sejajar dengan khatulistiwa dan kecuali khatulistiwa semuanya merupakan lingkaran kecil .

Loxodrum dibumi : Haluan yang arahnya tidak berobah jadi diatas bumi merupakan garis lengkung.

Orthodrum dibumi ialah haluan yang ditempuh oleh kapal menurut jarak perjalanan yang  terpendek jadi diatas bumi yang berbangun bulat itu menurut lingkaran besar yang memotong derajah-derajah atas sudut yang tidak sama besar.  Derajah dipeta :dilukis sebagai garis lurus dipeta berdiri tegak lurus pada jajar-jajar

Jajar dipeta :dilukis sebagai garis lurus mendatar yang jalannya sejajar katulistiwa,makin tinggi lintangnya jaraknya makin besar secara teratur makanya proyeksi ini dinamakan peta lintang bertumbuh.

Loxodrum dipeta : garis lurus serta memotong derajah-derajah atas sudut yang sama besar.

Orthodrum dipete ialah haluan yang ditempuh oleh kapal menurut jarak perjalanan yang  terpendek jadi diatas bumi yang berbangun bulat itu menurut lingkaran besar yang memotong derajah-derajah atas sudut yang tidak sama besar.

 

11. Sebuah kapal berlayar dengan Hs : TL, kec 12 knot membaring suar M dengan baringan sejati Sbb ;

- Jam 08.00 Dibaring suar M 000º , – 08.30 dibaring suar M  BL Selama berlayar terdapat arus tenggara dengan kekuatan 4 knot ,Tentukan posisi kapal pada jam 08.30 ( Skala 1cm = 1mile ) .

Jawab  : 1. Jarak  30/60 x 12’  =   6 mile.

2. Arus  30 / 60 x 4’   =   4 mile.

3. Sudut perpotongan baringan I dengan garis haluan adalah =

Jam = 08.00 –   Bs I  –   Hs  = 000° –  045°  =  – 315° + 360° = 045°

4. Sudut perpotongan baringan II dengan garis haluan adalah =

Jam = 08.30 –    Bs II –  Hs  = 315° – 045°  = 270 – 360°     =  090°

   
   

Suar M

 

 

 

   
   

 

 

 

 

 

 

K

 

12. a) Apakah yang dimaksud dengan sudut bahaya mendatar ?

Sudut bahaya mendatar ( Horizontal Danger Angle ) digunakan utk menghindari bahaya – bahaya yang mungkin atau berada dibawah permukaan air sehingga tidak kelihatan .

   
   

Gambar sudut bahaya mendatar

 

           
           
           
       
           
   

 

 

 

 

B

   
   

K

 

       
       
     
     

 

 

 

 

20°

30°

 

C

D

           
           
     
       
       
         

 

 

K

 

Haluan kapal

 

 

Keterangan =

A dan B  = benda yang dikenal.

< C         = Sudut keliling dari lingkaran P                  =  Bahaya navigasi.

< D         = Sudut keliling dari lingkaran P1

b) Jelaskan dengan sebuah contoh bagaimana pelaksanaannya ?

Cara pelaksanaannya :

1.      Hubungkan  A dan B dengan garis lurus.

2.      Buat sumber AB

3.      Lukis lingkaran P dimana  P berada pada sumber AB, Lingkaran melalui Adan B dan melingkari semua bahaya –bahaya yang ada

4.      Buat sudut keliling C

5.      Ukur dengan busur derajat < C Umpama = 30°

6.      Jika sudut Horizontal ( < C ) yang diukur dengan sectan lebih kecxil dari 30°,berarti kapal bebas dari bahaya yang ada disebelah kiri kapal.

7.      Kalau sebelah kanan juga ada bahaya ,maka buatlah lingkaran P1 yang menyinggung bahaya yang ada dikanan kapal.

8.      Buat sudut keliling D.

9.      Ukur dengan busur derajat < D umpama  = 0°

10.  Agar kapal bebas dari bahaya dikiri dan dikanan maka sudut yang diukur dengan sekstan dari kedua benda itu harus < 30° > 20°

Catatan : Supaya bebas dari bahaya yang ada dilambung kiri maupun lambung kanan maka sudut horizontal yang diukur dengan sekstan dari kapal harus lebih kecil dari 30° dan lebih besar dari 10°

13. Jelaskan dengan sebuah contoh Bagaimana menentukan Deviasi pedoman magnit dengan cara membaring 2 buah benda yang berlainan tempat menjadi satu dilihat dari satu arah dari kapal jika dipeta terdapat variasi + 2º ?

Baringan deviasi pedoman magnit ini disebut BaringanTransit, dimana baringan sejati diperolah dengan menggeserkan arah kedua benda itu kearah pedoman disela,sedangkan pedomannya diperoleh dengan membaring benda tersebut waktu searah ( berimpit ).

Selisih kedua hasil baringan tsb adalah sembir,sembir dikurangi dengan variasi dipeta adalah deviasi.

 

B

 

Haluan

A

 

 

 

 

 

A& B =, Benda.

 

Contoh =                                                        Kapal

Umpama BS yg Diperoleh =  45°

Bar Pedomam                     =  50°

Sembir                                =  – 5°

Variasi dipeta laut              =  + 2°   (-)

Deviasi Pedoman             =  –  7

Dinas jaga UKP

Naskah IX

1.a.Pada saat anda sebagai perwira jaga(jaga laut) dalam keaadaan tampak terbatas,hal-hal apa sajakah yang anda lakukan pada saat itu?

Deck officer :beritahu nahkoda jika timbul keragu-raguan.   >tempakan seorang pengamat dihaluan kapal. >hidupkan lampu2 navigasi opersikan radar ,gunakan secermat mungkin , VHF,SSB, Inmarsat, ais, teropong,dan alat batu navigasi lainnya, > catat semua kejadian2 penting dalam buku harian kapal dan laporkan kenahkoda.

Engine officer.     >menjamin tekanan udara permanent,slalu tersedia utk suling dan telegraf berkaitan dengan perubahan kecepatan mesin dan mtr bantu siap digunakan utk olah gerak kapal setiap kondisi.

b.DanpadasaatkapanNahkodaharusdiberitahu?Jelaskan!                                    >jikadayatampakterbatas>Jikakeadaanlalulintasataugerakankapallainberpengaruh. >jikaterjadikesukarandalammempertahankan>Susahmelihatdaratan,tandanavigasi,dantanda2bouyyang bergeser dari posisinya.                                      >Cuaca buruk,ombak,badai ,kedalamanan perairan (UKC),No go area, safety navigation.                                     > M/E Rusak,Nav Equipment Rusak (GPS, RADAR ,AIS),Kemudi Rusak,telegraf M/E rusak.  >paracy(daerah perairan yg tidak aman),Stabilitas , keadaan muatan dalam palka(bergeser),keragu-raguan dalam bernavigasi.

c.Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan pada saat pengaturan jaga dikapal!

1.jarak tampak,keadaan cuaca,keadaan laut.

2.keadaan lalu lintas dan aktifitas lain yang termasuk didaerah dimana kapal sedang bernavigasi.

3.perhatiankhususpadasaatkapaldialurpelayaransempit.                                       4.beban kerja tambahan yang bersifat mendadak.

5.kemampuan bekerja dari setiap awak kapal.

6.pengetahuan dan kanyakinan ,kopetensi profesiansi dari setiap para perwira dan awak kapal.

7.pengalamanperwirayangmelakukantugasjaganavigasi.                                       8.kegiatan2yangterjadisetiapwaktu.

9.kemampuan operasional peralatan pengendali dianjungan termasuk tanda bahaya,

10.daun kemudi, baling2 serta  sifat olah geraknya kapal.ukuran kapal dan medan pandangan dari tempat pengamat,tata ruang anjungan,setiap standar pedoman /prosedure relevan lainnya yg berkaitan dengan pengaturan tugas jaga.

2.a.Dalam hal melaksanakan pengamatan    hal-hal apa saja yang harus diperhatikan,dan siapa – siapa saja yang ditugaskan sebagai pengamat ?

1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaan  pengamatan cerah ssb: a.pengamatan dilakukan sekeliling kapal yaitu depan ,belakang ,kanan,kiri kapal dengan prasarana dan sarana yang tersedia diatas kapal  .

b. saat pengamatan dilakukan secara efesian antara lain : . jarak tampak ,keadaan cuaca,keadaan luat. keadaan lalu lintas dan aktifitas lain yang termasuk didaerah dimana kapal sedang bernavigasi .perhatian khusus pada saatmemasukidaerahpelayaransempit.bebankerjatambahan yang bersifat mendadak

.Pengetahuan & keyakinan kompetensi  profesional para perwira & awak kapal        .pengalamansetiapperwirayang melakukan tugas jaga navigasi                                    . kegiatan yang terjadi sewaktu-waktu               . kemapuaan opersional instrumen dan alat pengendali an dianjungan termasuk system tanda bahaya.                                     . Daun kemudi ,baling-baling serta sifat olah gerak kapal.                                                  . ukuran kapal dan medan pandangan ditempat pengamat.                                                . tata ruang anjungan                        . setiap standart prosedur atau pedoman releven lain yang berkaitan dengan pengaturan tugas jaga.

2.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keadaan pengamatan tampak terbatas adalah ;            1. kapal harus berlayar dengan kecepatan aman sesuai dengan keadaan penglihatan                                          2. kapal tenaga harus menyiapkan mesin-mesinnya utk dapat diolah gerak .                                   3.setiap kapal harus benar-benar memperhatikan keadaan dan suasana penglihatan terbatas yang ada bilamana sesuai dengan aturan seksi 1 bagian ini.  4.memperhatikan penerangan-penerangan.

5.kapal yang menghindar kapal lain hanya dengan radar harus menentukan apakah sedang berkembang situasi saling mendekat terlalu rapat dan ada bahaya tubrukan ,sejauh mungkin menghindari:                    a. perubahan haluan kekiri terhadap kapal yang ada didepan arah melintang selain dari pada kapal yang sedang disusul.                                   b. perubahan kearah kapal yang ada , diarah melintang kapal / belakang arah melintang                                           6. memperdengarkan dan mendengarkan isyarat kabut kapal lain yang berada didepan arah melintang kapal mendekat maka mengurangi kecepatan kapal sekecil mungkin bila perlu stop mesin.

Siapa-siapa yang ditugaskan sebagai pengamat?

Seluruh awak kapal yang bertugas dideck maupun dimesin yang diberi wewenang /autoritas disesuaikan dengan posisi, jabatan  dan tugasnya serta kewajibannya dalam melakukan tugas pengamatan internal maupun external dikapal ,terutama abk yang sudah memiliki ijasah yang ditunjuk perusahaan sebagai perwira kapal.

b. Menurut  aturan 5(P2TL)Sebutkan apa saja sarana pengamatan ? semua peralatan/sarana yang tersedia diatas kapal sesuai colreg 72 dan solas 74 & alat pengamatan itu antara lain – alat baring, binocculer, radar,radio telephony, ais, inmarsat, GPS,alat pembantu pengamat lainnya

3.a.Selama jaga pelabuhan hal-hal apa saja yang perlu dilaksanakan dan dicatat dalam log book,bagi seorang perwira jaga ? §.Meronda keliling pada saat-saat tertentu pada bagian-bagian kapal                    §.memperhatikan pasang surut dipelabuhan                                                       §. memperhatikan tangga-tangga ,tros-tros serta memasang rat guard pada tali kepil                                                         §. melarang orang-orang yang tidak berkepentingan naik kekapal                            §. menbaca draft dan mencatat ship condition                               §.mencegah polusi air maupun udara                                                             §. mengontrol pemakaian air tawar dan menjaga stabilitas kapal.       §.tidak!………meninggalkan kapal pada saat sedang bertugas dalam keadaan apapun                                      §.Melalui musyawarah  dengan nahkoda kkm hrs menjamin pengaturan tugas jaga mesin tetep memadai utk mempertahankan suatu tugas jaga mesin yang aman dipelabuhan ,pertimbangan yang diambil antar lain :                           a. kapal yang HP mesinnya 3000kw/lebih ,hrs slalu ada perwira mesin yang tugas                       b. Hp kurang dari 3000 kw sesuai kebijaksanaan nahkoda melalui musyawarah dgn kkm ,boleh tdk ada pwra yang hrs bertanggung jawab dlm tugas jaga mesin.                                         c.Pwra2 yg bertugas jaga mesin tdk boleh merangkap atau diberi tugas lain yg akan mengganggu pengawasan terhadap sistem permesinan kapal.

b.Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pengaturan jaga termasuk prinsip-prinsip jaga!                                         > a. anjungan tidak pernah boleh ditinggalkan tampak seorangpun menjaganya.

>b. Kondisi cuaca ,jarak tampak siang atau malam hari.                                        >c.adanya bahaya-bahaya navigasi yang dapat memungkinkan perwira yang sedang melaksanakan tugas jaga harus menjalankan tugas-tugas tambahan.                  >d.Penggunaan dan kondisi alat bantu navigasi seperti radar atau alat-alat penentu posisi elektronik dan peralatan lain yang mempengaruhi keamanan navigasi                                        >e. apakah kapal yang bersangkutan dilengkapi oleh kemudi otomatis atau tidak.                         >f.pengendalian UMS ( Unmanned Machinery space= kamar mesin yang tidak dijaga ) tanda bahaya dan indikator yang ada dianjungan prosedure utk penggunaan nya dan keterbatasannya.                         >g. Setiap kebutuhan luar biasa pada tugas jaga navigasi yang dapat terjadi karena keadaan khusus.

c. Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan pada saat jaga dianjungan? Jelaskan !                      1.Tidak menyerahkan tugas jaga kepada orang yang tidak mampu/sakit ( beritahu nahkoda )                        2. perwira pengganti harus yakin bahwa anggotanya benar-benar siap .                      3. semua petugas jaga pengganti telah menyesuaikan diri dengan kegelapan (malam hari) bila belum tidak boleh mengambil alih tugas jaga . 4.Perwira pengganti telah yakin tentang berbagai berbagai hal yang harus diketahui .                             5. perintah – perintah umum / khusus dari nahkoda berkaitan dengan navigasi kapal.                                      6. posisi, haluan, kecepatan kapal ,draft kapal.                          7. arus,cuaca ,jarak tampak dan pengaruh terhadap haluan dan kecepatan                       8. prosedur menggunakan  mesin induk jika sistem yang digunakan adalah baik.

4.a. Apa yang dimaksud dengan kecepatan aman ?

Kecepatan yang dapat dihentikan dalam jarak yang sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada dalam menghindari bahaya tubrukan

b.Jelaskan siapa ,bilamana,dan bagaimana pengamatan yang layak harus diadakan ?

Siapa : semua orang yang berkepentingan didalamnya ,yaitu :-pemerintah,administrator,pihak    perusahaan, nahkoda,crew kapal(abk) yang memiliki jabatan ataupun tidak (rating),      bilamana : pengamatan dilakukan setiap saat dalam keadaan aman maupun darurat ,terutama bila dalam kedaan ragu-ragu,dengan menggunakan   visual ,pendengaran maupun semua prasarana yang tersedia diatas kapal bagaimana : pengamatan yang baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan sarana yang tersedia dengan keadaan dan suasana yang ada sehingga dapat membuat penilaian sepenuhnya terhadap situasi dan bahaya tubrukan.

5. Tuliskan semua penerangan wajib dan sosok benda yang harus diperlihatkan oleh :

a. kapal terbatas olah geraknya.                        1.tiga lampu keliling bersusun tegak ditempat yang paling baik dapat dilihat ,yang tertinggi dan terendah merah dan ditengah putih.                      2.tiga sosok benda bersusun tegak yang tertinggi dan terendah  bola2 hitam dan yang ditengah- tengah , belah ketupat.                                   3.Jika mempunyai laju terhadap air sbg tambahan lampu2 tiang ,lampu lambung,lampu buritan.

4. jika labuh jangkar sbg tambahan lampu2 dan sosok 2 benda diisyartakan pd sub ayat 1 & 2 pada aturan 30

b.kapal kandas.                 1.Didepan lampu keliling putih dan sebuah bola hitam.                                 2.di atau dekat buritan pada ketinggian yang lebih rendah dari pada lampu yang diisyaratkan oleh ayat 1 sbh lampu keliling putih. 3.sebagai tambahan ,malam hari- Dua lampu keliling merah bersusun tegak ditempat paling baik dapat dilihat,                                 siang hari – tiga bola hitam bersusun tegak.

Naskah X.

1.Pada jaga malam hari,sebagai mualim jaga anda mlihat dilambung kanan 2 surat dari haluan , sebuah kapal yang nampak kedua lampu tiang dan lampu lambung nya ?

a.Tindakan apakah yang harus dilakukan sesuai aturan 7 resiko tubrukan?

> Setiap kapal harus menggunakan semua peralatan yang ada sesuai dgn keadaan dan suasana yang  ada,utk menentukan ada tidak adanya bahaya trubrukan, jika ada keragu-raguan maka bahaya hrs dianggap ada.                                      >pesawat radar jika bekerja baik ,termasuk penelitian jarak jangkau utk memperoleh peringatan tentang benda-benda yg ditemukan.        >perkiraan tdk boleh dibuat atas dasar ket yang kurang sesuai terutama  ket radar.                                      >Bahaya tubrukan dianggap ada jika: 1.baringan yang mendekat tdk menunjukan perubahan yang berarti.                2.bahaya itu ada kalanya ada walaupun perobahan baringannya nyata  terutama bila mendekati kapal besar /suatu gandengan pada jarak yang sangat dekat.

b. Jika resiko tubrukan itu dianggap ada,tindakan apa yang anda lakukan sesuai aturan 15 situasi bersilangan ?

bila dua kapal tenaga bersilangan sedemikian rupa sehingga mengkibatkan  bahaya tubrukan ,maka kapal yang melihat kapal lain disebelah kanannya harus menyimpangi  kapal lain dan jika keadaan mengijinkan menghindari memotong didepan kapal lain itu.

2.Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai dengan Bridge Procedure Guides,pada waktu:                  a.One Hour notice to Engine Room,Kapal  akan berangkat.                       >beritahu KKM akan persiapan M/E ,KKM koordiansiakan dengan bawahannya.                                            > Paralel generator A/E,Periksa tinggi permukaan a.Fresh Oil Service Tank,b.Fresh water expasion tank,c.Turbo charger sump oil,d.LO sump tank.e.Gear Box Sump oil,f.Governor oil.g.Reservoir air pressure. ,> putar secara manual cylinder liner,                           >semua indikator cock dibuka,                                        >jalan Lub Oi priming pump,Turning gear pada plt wheel selama ±10 menit,                                          >stby Fresh Cooling  Water Pump on/panaskan air pendingin dgn heater. >panaskan MFO ssuai viscosity-temperature chart,                                 >turning gear off,LO priming pump teteap on. >low off engine dgn udara star2 kali sekitar± 15 detik. >.semua indiktor cock tutup kembali.     >sesuaikan waktu antara wheel house dengan engine control dan steering room.                                      > siapkan manuovering book,                                       > Coba jalankan steering gear ,bow thruster, Telegraph control dan Propeller(Test engine maju dan Mundur )kapal siap utk manouver.

b.Taking  Over The Sea Watch dilaut.                           > Perwira pengganti harus menjamin anggotanya ,tugas jaganya mampu menjalankan tugasnya.              >Harus dapat mengetahui dengan pasti posisi kapal /posisi duga kapal serta haluan dan kecepatan kapal .                                              >Perintah dan petujuk nahkoda yang berkaitan dengan tugas jaga navigasi.

3.Jelaskan dengan gambar prosedure penyusulan antar kapal.

a.Sesuai aturan 13(dilaut lepas).

>Setiap kapal yang sedang menyusul kapal lain menghindari kapal lain yang disusul itu.

> kapal dianggap menyusul bila mendekati kapal lain dari arah yang lebih besar dari 22,5° dibelakang arah melintang bila pada malam hari kapal akan menyusul hanyamelihat penerangan buritan dan tidak satupun penerangan lambung.

> bila ragu-ragu maka kapal harus dianggap menyusul

> tidak memotong haluan kapal yang disusul dan dilewati pada jarak yang aman. Gambar:

225°

112,5°           112,5°

 

22,5°              22,5°

           
         
         
       

135°

 

b.Sesuai aturan 9(Dialur pelayaran sempit).

> dalam pelayaran sempit penyusulan hanya dapat dilakukan bila kapal yang disusul itu melakukan tindakan utk memungkinkan perlewatan dengan aman.

> Mendengankan isyarat bunyi aturan 35 E (i)             _ _.  /_ _ ..

> Bila yang menyusul setuju memperdengarkan isyarat

bunyi aturan 34 ( C ) (ii) dan mengambil langkah ut melewati dengan aman       _ . _ .

       
   
       
       

_ . _ .                      _ _ ..

_ _ .                      _ . _ .

       
       
       
   

4.Langkah apa yang harus anda lakukan sebagai perwira  jaga,jika:

a.Dimalam hari melihat isyarat cahaya yang berarti”What ship”?

b.Kapal berlayar melintasi “Reporting Point”didalam suatu Vessel’s Traffic System pelabuhan?

5.Dilayar radar pada jarak 10mil tepat dihaluan tampak echo suatu target,tindakan apa yang harus anda lakukan sebagai perwira jaga,jika target itu adalah :

a.Kapal dalan situasi berhadapan.                  >karena pada situasi ini resiko tubrukan akan lebih besar karena tindakan kedua kapal sangat menentukan dan juga waktu yang dibutuhkan bagi kedua kapal sangat terbatas karena keduanya saling mendekat.

b.Anda menyusul kapal tersebut.                                      > karena tindakan kapal yang menyusul utk menghindari kapal yang disusul sudah cukup utk menghindari situasi mendekat dan waktunya lebih luang karena haluannya searah.

c.Sebuah pulau atau daratan.

Naskah XI.

1.Dua buah kapal tenaga haluannya bersilangan seperti nampak pada gambar.

Aturan 15

       
       
     

 

A                                 B

 

a.Bagai mana cara mengetahui bahwa ada resiko tubrukan ?

1.Bahaya tubrukan dianggap ada jika baringan pedoman kapal yang sedang mendekati tidak berubah .

2.Bahaya tubrukan mungkin ada walaupun perubahan baringan berarti (ada perubahan baringan )  atau sedang mendekati kapal besar atau suatu tundaan kapal atau mendekati kapal dengan jarak yang sangat dekat.

b.Jika resiko itu ada,apa tindakan masing-masing kapal ?

2.Dalam keadaan tampak terbatas, apa artinya isyarat bunyi dengan dengan suling berikut :

a.           ( satu tiup panjang )kapal tenaga yang sedang berlayar , memperdengankan satu tiup panjang dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit.

b.                (Dua tiup pendek)kapal tenaga yang sedang berlayar tetapi berhenti dan tidak melaju , harus membunyikan dua tiup panjang berturut-turut dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit dengan waktu antara tiup-tiup tersebut kira-kira 2 detik.

c.                      ( Satu pendek,satu panjang,satu pendek )Kapal yang sedang berlabuh jangkar, membunyikan 3 tiup berturut-turut yakni satu tiup pendek ,satu tiup panjang,satu tiup pendek,utk memperingatkan kepada kapal lain yang mendekat akan kedudukannya dan kemungkinan tubrukan.

3.Terangkan artinya istilah berikut ini :

a. satu surat adalah 11°1/4 (derajat) dalam mawar pedoman /busur derajat, ada 32 surat atau  mata angin ,dihitung dari 0° s/d 360°

b.Busur tampak.adalah sektor tampak dari lampu-lampu navigasi kapal dalam derajah tampak

c.Jarak tampak.adalah daya tampak lampu-lampu navigasi kapal yang seminimal mungkin dalam mil laut

4.Sebuah kapal akan memasuki bagan pemisah lalu lintas ( Traffic Seperation Schemes ) Jelaskan hal-hal apa yang :

a.Diwajibkan:                  10a.Aturan ini berlaku utk TSS yg disahkan oleh organisasi.                         10b.Kapal yang mempergunakan bagan pemisah lalu lintas harus : 1. Berlayar dlm TSS sesuai arah lalu lintas umum.                2.sepanjang dapt dilaksanakan menjauh dari garis pemisah lalu lintas atau daerah pemisah. (TSS)                   3.masuk dan keluar TSS pada ujung alur,tapi bila masuk dan keluar dari samping hrs membentuk sudut sekecil-kecilnya terhadap TSS

b.Dilarang:              10c.Sepanjang dapat dilaksanakan kapal hrs menghindari memotong TSS tapi jika terpaksa harus memotong arah umum TSS dgn sudut mendekati siku-siku.                                  10d.Daerah lalu lintas dekat pantai biasanya tdk digunakan oleh lalu lintas  langsung yang dpat dgn aman menggunakan TSS yang sesuai dalam bagan pemisah lalu lintas  yang   berdekatan.                         10e.selain kpl yg memotong pd umunnya tdk boleh memasuki daerah pemisah atau memotong garis pemisah kecuali :                bagan

ini sebagian dari karangan yang saya susun dari prola di KM CENDRAWASIH JAYA

semoga bermanfaat bagi adek- adekku  calon pelaut kalau kumpulan ini kurang lengkap tolong berikan saran atau kritikan ke alamat QU ,,,ADENPOPEYE@GMAIL.COM. Terimakasih atas dibacanya tulisan yang saya buat ini mungkin berguna bagi yang membacanya,Aminnnnnnnnn


fase- fase pada sebuah proyek sistem informasi

Pengembangan Sistem : Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

*Apa saja fase siklus hidup pengembangan system?

Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

*Tujuan Sistem

Bagaimana seharusnya mendefenisikan sebuah system dan apa tujuannya??

Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

*Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek :

• Pengguna : Sistem yang seadang dibahas harus selalu dikembangkan dengan banyak berkonsultasi dengan pengguna atau pelanggan. Jika keterlibatan pengguna tidak memadai makas system akan gagal Karen kurangnya penerimaan.

• Manajemen : Manager dalam organisasi juga harus diajak berkonsultasi mengenai system.

• Staf Teknis : Anggota Departemen Sitem Informasi (SI) perusahaan, yang terdiri tas analisis dan programmer system harus dilibatkan. Alasanya, karena merekalah yang mengeksekusi proyek.

Proyek yang rumit memerlukan satu atau beberapa analisis sitem. Analisis system ialah seorang spesialis informasi yang melakukan analisis , desain, dan implementasi sitem. Tugas analisis ialah mempelajari kebutuhan komunikasi dan informasi dan menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk mengirimkan informasi yang lebih baik kepada yang memerlukan.

*Enam Fase Analisis dan Desain Sistem

Apa saja enam fase siklus hidup pengembangan system??

Analisis dan desain system merupakan prosedur pemecahan maslah yang terdiri dari enam fase untuk meneliti system informasi dan meningkatkannya.Keenam fase tersebut membentuk apa yang disebut siklus hidup pengembangan system. Siklus hidup pengembangan system (SDLC) adalah proses langkah demi langkah yang diikuti oleh banyak organisasi selama analisis dan desain system.

Fase Pertama : Melakukan Investigasi Awal

Empat langkah yang ada pada fase pertama?

Tujuan dari fase pertama ini adalah melakukan analisis awal, mencari alternative solusi, mendeskripsikan biaya dan keuntungn, dan menyerahkan rencana awal dengan beberapa rekomendasi. Empat langkah fase pertama ialah:

1. Melakukan analisis awal, anda perlu mencari apa yang menjadi tujuan organisasi dan sifat serta cakupan masalah, selanjutnya melihat apakah masalah yang dipelajari cocok dengan tujuan tersebut.

2. Mengajukan solusi-solusi alternative, Solusi-solusi alternative bisa diperoleh dengan mewawancarai orang dalm organisasi, klien ayau pelanggan yang terpengaruh oleh system, pemasok dan konsultan.

3. Mendeskripsikan biaya dan keuntungan , anda perlu mendaftarkan biaya maupun keuntungan secara terperinci. Biaya akan tergantung dari keuntungan yang bisa menawarkan penghematan.

4. Menyerahkan rencana awal, Semua yang anda temukan digabung dalam suatu laporan tertulis, pembaca laporan ini bisa saja eksekutif yang punya wewenang untuk memutuskan dan menjalankan proyek. Anda harus mendeskripsikan solusi-solusi potensial, biaya, dan keuntungan dan memberikan rekomendasi bagi anda.

Fase Kedua : Menganalisis Sistem

Tiga langkah dalam menganalisis system

Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data, dan menuliskan laporan. Dalam fase ini, anda akan mengikuti arahan dari pihak managemen setelah mereka membaca laporan (fase pertama). Pihak manajemen memberi perintah untuk menganalisis atau mepelajari system yang sudah ada untuk memahami perbedaan system baru dengan system yang sudah ada. Tiga langkah pada tahap ini ialah:

1. Mengumpulkan data, dalam upaya mengumpulkan data, anda akan meninjau dokumen tertulis, mewawancarai pegawai dan manager, membuat kuesioner dan mengobservasi rang dan proses-proses di tempat kerja.

2. Menganalisa data, data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Ada banyak piranti analitik yang dapat dipakai, piranti pemodelan memungkinkan analisis system menampilkan representasi system dalam bentuk gambar, misal data flow diagram atau diagram aliran data. Dan Perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah program yang mengotomatisasi berbagai aktivitas SDLC. Contoh programnya ialah Analyst Pro, Visible Analyst dan System Architect.

3. Menulis laporan, perlu membuat laporan setelah selesai melakukan analisis. Ada 3 bagian, yang pertama, harus menjelaskan cara bekerja system yang sudah ada. Kedua, harus menjelaskan masalah-masalah pasa system yang ada. Ketiga harus mendeskripsikan ketentuan-ketentuan untuk system baru dan memberikan rekomendasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Fase Ketiga : Mendesain Sistem

Tiga langkah ketika mendesain system

Tujuan fase ini adalah membuat desai awal, lalu desain yang detail, dan membuat laporan.

1. Membuat desain awal, desin awal mendeskripsikan kpabilitas fungsional secar umum dari system system informasi yang diusulkan. Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE dan perangkat lunak managemen proyek. Prototyping juga digunakan pada tahap ini,prototyping ialah pengguna workstation, perangkat CASE dan aplikasi perangkat lunak lain untuk membuat model kerja dari komponen system sehingga system baru bisa segera diuji dan dievaluasi. Jadi prototype adalah system dengan kemapuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.

2. Membuat desain yang detail, desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam desain awal.

3. Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen senior.

Fase Keempat : Mengembnagkan Sistem

Tiga langkah yang diperlukan dalam mengembangkan system

1. Mengembangkan atau mendapatkan perangkat lunak, analisis system harus membuat keputusan yang disebut keputusan “membuat-atau-membeli’. Dalam keputusan tersebut, anda menentukan apakah akan membuat program – menulis sendiri – atau embelinya, yang artinya hanya tinggal membeli paket perangkat lunak yang sudah ada.

2. Mendapatkan perangkat lunak, setelah memilih perangkat lunak, maka selanjutnya meng-uprade perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak tersebut. Namun bisa saja system tidak membutuhkan perangkat keras, atau perangkat keras tersebut dapat disewa tanpa harus dibeli.

3. Menguji system, dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang telah diperoleh,maka dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

• Pengujian unit : kinerja dari masing-masing bagian diteliti dengan menggunakan data uji (disusun atau sampel). Jika program ditulis sebagai usaha kerja sama dari banyak programmer, maka masing-masing bagian dari program diuji terpisah.

• Pengujian system : bagian-bagian dihubungkan bersama-sama dengan menggunakan data uji untuk mengetahui apakah bagian-bagian itu dapat bekerja sama. System juga dapat diuji dengan data sesungguhnya dari organisasi.

Fase Kelima : Mengimplementasikan system

1. Konversi ke system baru, proses transisi dari system informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras, perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi,yaitu :

• Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti menggunakan system yang lama dan mulai mengguanakn yang baru.

• Implementasi parallel : Sistem lama dan system yang baru berjalan berdampingan sampai system baru menunjukkan keandalannya di saat system lama tidak berfungsi lagi.

• Implementasi bertahap : bagian-bagian dari system baru dibuat dalam fase terpisah-entah waktu yang berbeda(parallel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).

• Implementasi pilot : seluruh system dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Stelah keandalannya terbukti barulah system bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.

2. Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa digunkan membuat pengguna membuat pengguna mengenal system baru dengan baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatiah diruang kelas secara langsung ataupun satu per satu.

Fase Keenam : Memelihara Sistem

Pemeliharaan system ialah menyesuaikan dan meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.

Setelah beberapa saat, biaya pemeliharaan akan meningkat seiring makin banyaknya usaha untuk mempertahankan system agar tetap responsive terhadap kebutuhan pengguna. Dalam beberapa hal, biaya pemeliharaan ini bisa membengkak, menandakan bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk memulai lagi SDLC.

*Apa saja fase siklus hidup pengembangan system?

Tidak semua kesalahan sama besarnya. Tingkat kesalahan computer bisa beragam dari kecil hingga yang paling menyedihkan. Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan, khususnya ketika organisasi mencoba meluncurkan system baru. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tertentu adalah dengan menerapkan analisis dan desain system.

Bagaimana seharusnya mendefenisikan sebuah system dan apa tujuannya??

Sistem ialah kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan yang berinteraksi untuk melakukan suatu tugas guna mencapai suatu tujuan. Sekalipun tidak bekerja dengan sangat baik, tetap saja merupakan suatu system.

Tujuan analisis dan desain system adalah untuk memastikan bagaimana suatu system bekerja dan kemudian mengambiltindakan untuk menjadikannya lebih baik.

*Membuat Proyek Berjalan: Bagaimana Memulainya dan siapa saja yang terlibat?

Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk harus diubah merupakan awal untuk melakukan sebuah proyek. Ada 3 jenis partisipan dalam proyek

Pengertian RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semnua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.

I. TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Secara umunmm tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar di bawah ini.

Gambar 1. Tujuan RPL

Dari Gambar di atas dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara leboih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:

a. memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah

b. menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu

c. menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform

d. menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah

II. RUANG LINGKUP

Sesuai dengan definisi yang telah disampaikan sebelumnya, maka ruang lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. Ruang lingkup RPL (Abran et.al., 2004).

-         software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak

-         software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak

-         software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan

-         software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak

-         software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan

-         software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu

-         software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak

-         software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL

-         software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL

-         software quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak

III. REKAYASA PERANGKAT LUNAK DAN DISIPLIN ILMU LAIN

Cakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.

Hubungan keterkaitan RPL dengan ilmu lain dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 3. Keterkaitan RPL dengan bidang ilmu lain.

-         bidang ilmu manajemen meliputi akuntansi, finansial, pemasaran, manajemen operasi, ekonomi, analisis kuantitatif, manajemen sumber daya manusia, kebijakan, dan strategi bisnis

-         bidang ilmu matematika meliputi aljabar linier, kalkulus, peluang, statistik, analisis numerik, dan matematika diskrit

-         bidang ilmu manajemen proyek meliputi semua hal yang berkaitan dengan proyek, seperti ruang lingkup proyek, anggaran, tenaga kerja, kualitas, manajemen resiko dan keandalan, perbaikan kualitas, dan metode-metode kuantitatif

-         bidang ilmu ergonomika menyangkut hubungan ( interaksi) antar manusia dengan komponen-komponen lain dalam sistem komputer

-         bidang ilmu rekayasa sistem meliputi teori sistem, analisis biaya-keuntungan, pemodelan, simulasi, proses, dan operasi bisnis

IV. PERKEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun baru dicetuskan pada tahun 1968, namun RPL telah memiliki sejarah yang cukup yang panjang. Dari sisi disiplin ilmu, RPL masih reklatif muda dan akan terus berkembang.

Arah perkembangan yang saat ini sedang dikembangkan antara lain meliputi :

Tahun Kejadian
1940an Komputer pertama yang membolehkan pengguna menulis kode program langsung
1950an Generasi awal interpreter dan bahasa macro Generasi pertama compiler
1960an Generasi kedua compiler Komputer mainframe mulai dikomersialkan Pengembangan perangkat lunak pesanan

Konsep Software Engineering mulai digunakan

1970an Perangkat pengembang perangkat lunak Perangkat minicomputer komersial
1980an Perangkat Komputer Personal (PC) komersial Peningkatan permintaan perangkat lunak
1990an Pemrograman berorientasi obyek (OOP) Agile Process dan Extreme Programming Peningkatan drastis kapasitas memori Peningkatan penggunaan internet
2000an Platform interpreter modern (Java, .Net, PHP, dll) Outsourcing

V. METODE REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar berikut ini.

Gambar 4. System Development Life Cycle (SDLC).

  • Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas.  Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas.  Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalam penyelesaian masalah.  Oleh karena itu pemahaman masalah seperti dijelaskan pada Bab 1, merupakan bagian penting dari model pengembangan perangkat lunak.
  • Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur.  Meskipun model-model pengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum  analysis – design – coding – testing – maintenance
  • Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan pengembangan.  Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibat dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
  • Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat lunak.  Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkan sejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
  • Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai ekonomis.  Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah di-rupiah-kan.  Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telah dikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi,  efisiensi penggunaan sumberdaya, peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi dan lain-lain.

VI. TAHAPAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Meskipun dalam pendekatan berbeda-beda, namun model-model pendekatan memiliki kesamaan, yaitu menggunaka pola tahapan analysis – design – coding(construction) – testing – maintenance.

1. Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.

Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak.  Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis.

2. Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem  yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003).  Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses.  Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD).  DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.

3. Disain perangkat lunak  adalah tugas, tahapan atau aktivitas yang difokuskan pada spesifikasi detil dari solusi berbasis computer (Whitten et al, 2004).

Disain perangkat lunak sering juga disebut sebagai physical design.  Jika tahapan analisis sistem menekankan pada masalah bisnis (business rule), maka sebaliknya disain perangkat lunak fokus pada sisi teknis dan implementasi sebuah perangkat lunak (Whitten et al, 2004).

Output utama dari tahapan disain  perangkat lunak adalah spesifikasi disain.  Spesifikasi ini meliputi spesifikasi disain umum yang akan disampaikan kepada stakeholder sistem dan spesifikasi disain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi.  Spesifikasi disain umum hanya berisi gambaran umum agar stakeholder sistem mengerti akan seperti apa perangkat lunak yang akan dibangun.  Biasanya diagram USD tentang perangkat lunak yang baru merupakan point penting dibagian ini.   Spesifikasi disain rinci atau kadang disebut disain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.

Desain arsitektur ini terdiri dari desain database, desain proses, desain user interface  yang mencakup desain  input,  output form dan report, desain hardware, software dan jaringan.  Desain proses merupakan kelanjutan dari pemodelan proses yang dilakukan pada tahapan analisis.

4. Konstruksi adalah tahapan menerjemahkan hasil disain logis dan fisik ke dalam kode-kode program komputer.

5. Pengujian sistem melibatkan semua  kelompok pengguna yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya. Pengujian tingkat penerimaan terhadap perangkat lunak akan berakhir ketika dirasa semua kelompok pengguna menyatakan bisa menerima perangkat  lunak tersebut berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

6. Perawatan dan Konfigurasi. Ketika sebuah perangkat lunak telah dianggap layak untuk dijalankan, maka tahapan baru menjadi muncul yaitu perawatan perangkat lunak.  Ada beberapa tipe perawatan yang biasa dikenal dalam dunia perangkat lunak seperti terlihat pada diagram di Gambar di bawah ini :

Gambar 5. Tipe-tipe perawatan.

  • Tipe perawatan  corrective dilakukan jika terjadi kesalahan atau biasa dikenal sebagai bugs.  Perawatan  bisa dilakukan dengan memperbaiki kode program, menambah bagian  yang dirasa perlu atau malah menghilangkan bagian-bagian tertentu.
  • Tipe perawatan  routine biasa juga disebut preventive maintenance dilakukan secara rutin untuk melihat kinerja perangkat lunak ada atau tidak ada kesalahan.
  • Tipe perawatan  sistem upgrade dilakukan jika ada perubahan dari komponen-komponen yang terlibat  dalam perangkat lunak tersebut. Sebagai contoh perubahan platform sistem operasi dari versi lama ke versi baru menyebabkan perangkat lunak harus diupgrade.
  • PENGERTIAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
  • Istilah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software Engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan tahun 1968 pada Software Engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.
  • Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur.
  • Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999). Pengertian RPL sendiri adalah sebagai berikut: Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah  digunakan. Jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan “semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.
  • 5. METODE REKAYASA PERANGKAT LUNAK
  • Ketika kita bekerja dengan komputer seperti pada  kita membutuhkan serangkaian tahapan dan cara-cara tertentu agar dapat menghasilkan sesuatu yang menjadi harapan kita. Demikian juga dalam rekayasa perangkat lunak, diperlukan tahapan-tahapan kerja yang harus dilalui. Rekayasa perangkat lunak yang sukses tidak hanya membutuhkan kemampuan komputasi seperti algoritma, pemrograman, dan basis data yang kuat, namun juga perlu penentuan tujuan yang baik, identifikasi cara penyelesaian, metode pengembangan, urutan aktifitas, identifikasi kebutuhan sumberdaya, dan faktor-faktor lain. Hal-hal seperti ini terkait dengan apa yang disebut dengan metode rekayasa perangkat lunak.
  • Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar 2.2.
  • Setiap model yang dikembangkan mempunyai karakteristik sendirisendiri. Namun secara umum ada persamaan dari model-model ini, yaitu:
  • • Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas. Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas. Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalam penyelesaian masalah. Oleh karena itu pemahaman masalah seperti dijelaskan pada Bab 1, merupakan bagian penting dari modelpengembangan perangkat lunak.
  • • Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur. Meskipun model-model pengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum analysis – design – coding – testing – maintenance.
  • • Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan pengembangan. Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibat dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
  • • Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat lunak. Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkan sejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
  • • Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai ekonomis. Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah dirupiah- kan. Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telah dikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi, efisiensi penggunaan sumberdaya, peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi dan lain-lain.
  • Ada banyak model pengembangan perangkat lunak, antara lain The Waterfall Model, Joint Application Development (JAD), Information Engineering (IE), Rapid Application Development (RAD) termasuk di dalamnya Prototyping, Unified Process (UP), Structural Analysis and Design (SAD) dan Framework for the Application of System thinking (FAST). Pada buku ini akan dibahas tiga model pengembangan yaitu The Waterfall Model, Prototyping, dan Unified Processs (UP).

TUJUH FASE PROYEK SOFTWARE

Ada 7 fase dari proyek software, yaitu :
1. DEFINITION
2. ANALYSIS
3. DESIGN
4. PROGRAMMING
5. SYSTEM TEST
6. ACCEPTANCE
7. OPERATION

Proyek software sama dengan membangun sebuah rumah
DEFINITION DEFINISIKAN RUMAH YANG AKAN DIBANGUN
ANALYISIS SPESIFIKASI RUMAH
DESIGN ARSITEK
PROGRAMMING KONSTRUKSI RUMAH
SYSTEM TEST BASEMENT, LANTAI 1, 2, ….
ACCEPTANCE RUMAH SUDAH SELESAI
OPERATION RUMAH SUDAH DAPAT DITEMPATI

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
BAB 2
FASE DEFINISI
Memahami Masalah User

2.1. PENDAHULUAN

Tujuan dari fase definisi adalah untuk memahami dengan baik masalah-masalah yang dihadapi oleh user dalam memperkirakan biaya dan waktu penyelesaian proyek.

Ada 3 aktifitas utama yang harus dilakukan dalam Fase Definisi :
Pertama
Anda harus memahami dengan baik masalah-masalah yang dihadapi oleh user dan apa saja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut (KEBUTUHAN).

Kedua
Anda harus memutuskan proyek akan dilaksanakan atau tidak.

Jika keputusannnya adalah melaksanakan proyek tersebut, Anda harus dapat menganalisis semua risiko-risiko yang mungkin terjadi yang dapat menggagalkan proyek tersebut. Analisis ini sangat membantu dalam penulisan PROPOSAL yang berisi rincian menganai proyek apa yang akan ditawarkan, kapan, dan berapa biayanya (termasuk biaya untuk risiko-risiko yang mungkin terjadi).

Tulislah beberapa dokumen dan temukan beberapa kejadian penting pada akhir fase ini.

Pertama, menulis Requirement Document (RD), yaitu dokumen yang berisi rincian kebutuhan user. Dokumen RD harus jelas dan lengkap, sehingga Tim Proyek (Project Tem (PT)) dapat memahami seluruh masalah-masalah yang dihadapi oleh user dan dapat memperkirakan biaya penyelesaian proyek tersebut.. Kejadian penting pertama yang akan Anda hadapi berupa persetujuan atau penandatanganan dokumen RD oleh User dan Tim Proyek.

Selanjutnya, menulis Pendahuluan Perencanaan Proyek (Preliminary Project Plan (PPP)). PPP merupakan langkah pertama dalam merencanakan langkah-langkah berikutnya yang harus diambil untuk mengembangkan produk dan sumber-sumber apa saja yang dibutuhkan untuk setiap langkahnya. Rencana tersebut menggambarkan berapa lama sumber-sumber tersebut akan diperlukan dan berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan.

Ketiga
Anda harus memberikan perkiraan-perkiraan ini kepada user dalam bentuk PROPOSAL.

Seberapa jauh perkiraan-perkiraan tersebut dapat dipertanggung jawabkan ? Ada dua alasan dalam hal ini. Pertama, kita tidak begitu ahli dalam memperkirakan sesuatu. Kedua, perkiraan-perkiraan tersebut dibuat pada saat masih dalam tahap pendefinisian masalah, dimana pada saat itu baru sebagian kecil informasi yang kita peroleh dari masalah yang sedemikian luas.

Jika anda tidak yakin dengan kebutuhan-kebutuhan yang telah digambarkan secara akurat dalam dokumen RD, disarankan untuk membagi proyek tersebut menjadi 2 tahap : Fase Analisis sebagai proyek pertama diikuti dengan fase sebelumnya sebagai proyek kedua.

Pada saat pendefinisian, proposal anda hanya akan menjadi analisis saja, dan ini disebut PROPOSAL ANALISIS. Setelah analisis akan ada PROPOSAL PENGEMBANGAN (Lihat bab 3). Kedua hal ini disebut dengan dua fase proposal. Kejadian penting yang terdapat disini adalah pembelian proposal oleh user.

2.2. DOKUMEN KEBUTUHAN (REQUIREMENT DOCUMENT / RD)

RD menyatakan masalah-masalah yang dihadapi user dan solusi umum yang dibutuhkan. Bahasanya berorientasi pada bahasa yang digunakan oleh user sehari-hari, dan jauh dari bahasa komputer. Kadangkala dokumen RD digunakan sebagai permohonan untuk sebuah proposal (Request for a proposal (RFP)) ketika user menawarkan proyeknya kepada kontraktor luar.

Tanya jawab dengan User
Proses tanya jawab dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat dari user untuk memperoleh RD yang baik. User akan memberikan semua informasi yang anda butuhkan dan tidak lebih. Tim proyek interviewer berkewajiban untuk mempelajari semua bisnis user, memahami teknologi user, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Masalah terbesar berkaitan dengan pemakai akhir (end-user) yang sesungguhnya petugas pemasukan data atau petugas pengirim barang yang berada di gudang. Seringkali manajer atau supervisor mengatakan bahwa pemakai akhir sangat sibuk dan tidak mampu untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya. Terkadang manajer merasa dilangkahi atau diremehkan jika anda berhubungan langsung dengan pemakai akhir yang berada di departemen mereka. Solusi dari masalah ini adalah mendidik para wakil tim proyek tersebut bagaimana pentingnya komunikasi dengan para pemakai akhir yang sebenarnya. Jika masukkan yang mereka kemukakan tidak mendapat tanggapan pada awal pendefinisian, akan sangat mungkin terjadi perubahan-perubahan di kemudian hari dan hal ini berarti akan membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk memperbaikinya. Mintalah izin dari manajer yang berwenang pada saat akan mewawancarai orang-orang mereka.

Siapkan rencana untuk melakukan wawancara. Pelajari tentang bisnis yang mereka lakukan, dan tulislah pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Berikut ini pertanyaan yang berhubungan dengan wawancara yang akan dilakukan :

Pertama, cari tahu tentang aliran informasi yang ada dalam perusahaan tersebut. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan seperti : informasi apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan bisnis perusahaan ? Seberapa penting aliran data, baik antara departemen maupun antar individual ? Tentukan frekuensi, waktu dan keakuratannya.

Kedua, masukkan-masukkan yang diterima diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : Informasi apa saja yang dibutuhkan untuk menghasilkan masing-masing barang? Informasi apa yang tersedia, kapan, dimana ? Informasi-informasi baru apa saja yang harus dikumpulkan ? Ingat tentang 5 W (Who, What, Where, When, Why). Sediakan waktu untuk pertanyaan-pertanyaan di atas selama membuat.

Hal-hal yang terdapat dalam RD

Berikut ini adalah bagian-bagian dari RD :
1. Pendahuluan. Identifikasi perusahaan (user) dan juga penjual dimana RD tersebut ditujukan. Tentukan masalah yang perlu diselesaikan, latar belakang, contoh situasi yang sedang dihadapi, motivasi-motivasi untuk menanggulanginya, dll. Bagian ini digunakan untuk memperkenalkan potensi penjual kepada perusahaan user atau departemen jika diperlukan, jelaskan kultur, lingkungungan, dan bagaimana jalannya bisnis yang dilakukan. Berikan pengertian kepada Tim Proyek tentang masalah yang dihadapi user.

2. Tujuan Proyek. Sebuah pernyataan singkat mengapa kita mengajukan proposal untuk pengembangan proyek. Batasan-batasan utama dalam penggunaan waktu dan keuangan dapat juga disebutkan.

3. Fungsi-fungsi Utama. Pernyataan singkat mengenai bagaimana sistem berfungsi berdasarkan tujuan proyek yang telah ditetapkan.

4. Keluaran Umum. Penjelasan secara singkat tentang informasi yang dibutuhkan dari sistem.

5. Informasi Input secara Umum. Input data apa yang diperlukan untuk menghasilkan output. Ini adalah waktu yang tepat untuk memastikan bahwa seluruh data yang dibutuhkan dapat tersedia pada waktu yang tepat pula.

6. Kinerja (Performance). Berapa banyak transaksi yang akan diproses, berapa banyak data yang akan disimpan, kapan laporan harus dihasilkan, dsb. Jelaskan waktu rata-rata dan waktu maksimal proses (dalam hari atau jam).

7. Perkembangan (Growth). Hal ini mungkin sulit untuk diramalkan, tetapi cobalah untuk menghitung kemajuan bisnis dan menetapkan berapa tahun lagi sistem masih dapat diharapkan untuk berfungsi. Kemukakan dalam bentuk persentase atau angka sebenarnya.

8. Pengoperasian dan Lingkungan. Dimana komputer akan ditempatkan, dimana terminal-terminal yang interaktif ditempatkan, dan siapa yang akan menggunakannya.

9. Kompatibilitas, Pengantarmukaan. Jelaskan jika fasilitas antar komputer dibutuhkan, adakah alat-alat yang harus disatukan, atau jika pengiriman akses dibutuhkan. Jika sistem hanya dapat berjalan dengan komputer yang ada, atau harus dapat diprogram dengan bahasa yang spesifik, semua dokumen dinyatakan di dalam bagian ini.

10. Reliabilitas, Ketersediaan. Tulis penggambaran waktu diantara kegagalan-kegagalan (Meantime between Failures / MTBF), waktu untuk perbaikan (Meantime to Repair / MTTR) dan persentase tambahan yang diperlukan. Semua manufaktur menyatakan penggambaran ini untuk hardware mereka.

11. Pengantarmukaan dengan Pemakai. Rincikan pengalaman-pengalaman yang dibutuhkan user dalam menggunakan komputer, jelaskan bagaimana menangani sistem kapada user yang baru.

12. Pengaruh Organisasi. Departemen-departemen apa yang akan sangat berpengaruh dan seberapa jauh cara kerja mereka harus berubah. Bagaimana sistem yang baru dapat berkomunikasi dengan sistem manual yang ada.

13. Pemeliharaan dan Dukungan. Jaminan-jaminan yang dibutuhkan : berapa lama, sampai kapan, bagaimana pengiriman.
14. Dokumentasi dan Pelatihan. Rincikan semua dokumen-dokumen umum dan / atau pelatihan yang dibutuhkan.

15. Keuntungan (hanya RFP). Jika RD adalah RFP dalam situasi yang kompetitif, mintalah data dari penjual yang menjelaskan mengapa dokumen tersebut harus dipilih. Minta data yang relevan dari penjual yang berpengalaman, komitmen, metodologi proyek, contoh-contoh proyek yang sukses, dan referensi dimana anda dapat menghubungi penjual tersebut.

16. Persyaratan dan Kondisi. Menyatakan syarat untuk seleksi, kapan dan bagaimana akan dilakukan.

2.3. TANGGUNG JAWAB USER

Meskipun user tidak menulis RD, dia bertanggung jawab untuk menyediakan pewawancara tim proyek yang dapat dipercaya, dan informasi tepat pada waktunya. User harus dapat mengajukan orang yang mengetahui tentang semua sistem yang ada dan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem baru.

2.4. KEPUTUSAN MELAKSANAKAN / TIDAK MELAKSANAKAN PROYEK

Setelah kebutuhan-kebutuhan ditetapkan, langkah berikutnya adalah memutuskan apakah proyek bernilai untuk dikerjakan atau tidak. Untuk membantu membuat keputusan itu, suatu studi kelayakan dilakukan untuk menjawab pertanyaan : “Dapatkah sistem ini dibangun secara teknik ? Sayangnya, tidak semuanya mungkin secara teknik, sehingga pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab diubah menjadi, “Dengan biaya berapa sistem dapat dibangun, dan apa keuntungannya ?

Dalam suatu studi kelayakan kita mempertimbangkan semua penyelesaian masalah teknis yang mungkin, dan coba untuk memperkirakan biaya dari masing-masing penyelesaian masalah. Untuk suatu proyek yang berukuran besar, kita mempertimbangkan keputusan utama mengenai hardware apa yang digunakan, dan apakah akan membuat atau membeli software. Untuk proyek berukuran kecil sampai menengah studi kelayakan yang formal tidak perlu ditulis. Biasanya cukup dengan mengangkat seseorang untuk mempelajari penyelesaian masalah yang mungkin dan menilai keuntungan-keuntungan.

Perkiraan keuntungan ini mungkin saja mudah, tetapi seharusnya tidak dipergunakan. Manajer proyek tidak hanya harus menjawab “Apakah proyek ini secara teknik dapat dikerjakan ?” tetapi juga menjawab pertanyaan yang lebih penting : “Apakah proyek ini dapat dikerjakan oleh saya sekarang ?”

Manajer proyek harus bertanya pada diri sendiri apakah proyek yang ada memiliki peluang untuk sukses, atau proyek tersebut akan mengalami kegagalan disebabkan oleh terbatasnya sumber-sumber, pengetahuan, atau risiko di luar kekuasaannya. Tidak terkira proyek-proyek telah gagal secara keseluruhan maupun sebagian, karena orang mengabaikan tanda-tanda penting dan nyata yang menunjukan kegagalan. Setiap rencana dipengaruhi oleh risiko.

2.5. MANAJEMEN RISIKO

Menurut sejarah, industri pemrosesan data telah membuat reputasi yang buruk sekali karena meremehkan proyek-proyek yang ada. Ketika ditanya tentang alasannya, para ahli pemrosesan data membela diri dengan meberikan pernyataan seperti : “Saya menilai dengan benar berdasarkan fakta-fakta yang diberikan kepada saya.

Alasan yang menumpuk adalah bahwa :
(Pilih satu atau lebih : Si pemakai mengubah pikirannya ….. tidak pernah memberitahukan saya tentang… dan departemen- departemen yang lain menjanjikan ….. dan manajemen tingkat atas mendikte penilaian ….. dengan kata lain, itu bukan kesalahan saya !)

Solusi standar industri untuk semua masalah-masalah ini adalah :

SOLUSI 1. Selidiki masalah-masalah yang ada
SOLUSI 2. Hukum yang tidak bersalah
SOLUSI 3. Promosikan yang tidak terlibat
SOLUSI 4. Kembali ke solusi 1 dan berputar sampai membosankan

2.6. EMPAT LANGKAH MANAJEMEN RISIKO

Setiap proyek akan tepat waktu dan sesuai anggaran jika tidak ada yang salah. Penting sekali untuk berkosentrasi pada hal-hal yang akan menyebabkan salah dan coba untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Hal ini disebut Manajemen Risiko.

Manajemen risiko terdiri dari empat langkah :
Langkah 1. Antisipasi risiko
Langkah 2. Singkirkan risiko yang mungkin terjadi
Langkah 3. Kurangi dampak risiko
Langkah 4. Tetap tenang ketika terjadi kesalahan

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

BAB 3
PERENCANAAN PROYEK

3.1. PENDAHULUAN

Sekarang anda sudah mengevaluasi proyek dan memutuskan untuk melanjutkannya. Pertama, anda harus meyakinkan rekan-rekan lain bahwa proyek sebaiknya dilaksanakan. Hal ini dilakukan dengan membuat proposal. Untuk sebuah proyek eksternal, proposal ditulis untuk meyakinkan klien agar membeli proyek dari tim proyek anda. Untuk proyek internal, manajemen sebaiknya meminta untuk membuat sebuah proposal. Hal ini untuk mendukung tim proyek untuk membuat rencana yang sederhana.

Sebuah proposal adalah dokumen yang merinci biaya dan jadwal proyek, serta menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil oleh tim proyek untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

Perencanaan adalah sebuah proses yang berulang-ulang : rencana akan ditinjau secara terus menerus sesuai dengan perkembangan proyek dan sesuai dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik dari anggota tim. Perencanaan memang merupakan pekerjaan yang sangat sulit, tetapi harus dilaksanakan sebagaimana mestinya. Banyak proyek menjadi kacau dikarenakan tidak adanya perencanaan.

3.2. PENDAHULUAN PERENCANAAN PROYEK
(THE PRELIMINARY PROJECT PLAN / PPP)

Pendahuluan Perencanaan Proyek adalah langkah awal, sumber daya, biaya dan jadwal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. PPP adalah dokumen internal, tidak perlu ditunjukkan ke user, terutama user luar.

3.3. RINCIAN STRUKTUR KERJA
(WORK BREAKDOWN STRUCTURES / WBS)

Kunci berbagai rencana adalah memecah kegiatan yang diperlukan ke dalam sebuah bagian yang lebih kecil lagi. Rincian struktur kerja (WBS) diawali dengan menyusun komponen-komponen utama proyek. Hal ini merupakan Level 1 dari WBS (Level 0 adalah judul proyek).

Untuk proyek software, metode terbaik untuk pemecahan proyek menjadi bagian-bagian utama adalah diawali dengan 7 fase pengembangan software.

Lihat Gambar 3.1. Rincian Struktur Kerja / WBS
Lihat Gambar 3.2. WBS untuk analisis

Sistem Penomoran WBS

Sistem penomoran dalam WBS seperti pada gambar 3.2 :
– Untuk Level 0 atau judul proyek adalah 0.0.
– Pada Level 1 masing-masing item diberi nomor N.0.
Contoh : 1.0, 2.0, dst.
– Kemudian masing-masing item pada Level 2 dibawah item N.0 pada Level 1 diberi nomor N.1, N.2, dst.
Contoh : di bawah Level 1 item Analysis yang bernomor 2.0, kita mempunyai item 2.1, 2.2, dst.
– Sedangkan untuk Level 3, kita tambahkan titik dan digit dari nomor di Level 2. Sebagai contoh, dibawah 2.1 kita harus menuliskan 2.1.1, 2.1.2, dst.

Kapan Anda Berhenti ?

Pemasukkan nomor pada level terendah menunjukkan tugas atau kegiatan dalam proyek. Anda dapat berhenti merinci sebuah kegiatan jika mengikuti langkah-langkah berikut dengan benar :
1. Beberapa orang (atau grup dari sebuah proyek besar) dapat diberikan tanggung jawab untuk melakukan tugas atau menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang dilibatkan.

2. Anda dapat memperoleh perkiraan (berupa orang atau hari) secara garis besar sebagai upaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terlibat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi tanggung jawab pada setiap orang.
3. Anda dapat menjadwalkan tugas.
4. Tugas-tugas tersebut harus singkat dan dapat diselesaikan.

Sebagai seorang ahli kita dapat menetapkan sebuah tugas kepada Programmer, Analis, atau bahkan Manajer Proyek. Tergantung pada pengalaman dan keahlian dalam membuat perkiraan, analis mungkin hanya memerlukan level 1 dari WBS. Beberapa analis dapat dengan mudah membaca RD untuk proyek ABC (Appendix A) secara keseluruhan. Analis lain untuk merinci membutuhkan sampai Level 2. Seperti pada gambar 3.2, analis lainnya memerlukan sampai Level 3 sebelum mereka dapat memperkirakan secara keseluruhan.

Sebagai contoh Level 3 WBS untuk kotak INTERVIEW dan ANALYZE EXISTING SYSTEMS dapat dilihat pada gambar 3.3.

Lihat Gambar 3.3. WBS Level 3

Para ahli merinci setiap kotak pada level terendah sampai ia dapat memperkirakan berapa upaya yang diperlukan. Perkiraan-perkiraan ini dapat dipakai pada WBS seperti pada gambar 3.4. Sebagai catatan bahwa perkiraan total adalah jumlah dari masing-masing waktu. Hal ini disebut DIRECT time, yaitu jumlah hari yang sesungguhnya dibutuhkan untuk melakukan kegiatan .

Lihat Gambar 3.4. Analysis Level 3

Para ahli tersebut dengan cara yang sama dapat merinci kotak yang lain (DEFINE NEW SYSTEM FUNCTIONS, WRITE FUNCTIONAL SPEC. dan NEGOTIATE FUNCTIONAL SPEC.) dan menambahkan total waktu untuk semua analisis. Kemudian ahli tersebut mengajukan perkiraan dan daftar kegiatan sebelumnya yang dibutuhkan untuk seluruh analisis bagi Manajer Proyek. Orang tersebut bertanggung jawab terhadap perencanaan (mungkin Manajer Proyek untuk proyek berukuran kecil – menengah) kemudian menggabungkan seluruh perkiraan dan daftar kegiatan terdahulu. Ia mungkin mengakhirnya dengan daftar seperti berikut ini :
ACTIFITY EFFORT PRECEDENTS

Definition 20 —————–
Analysis 35 Definition
Design 25 Analysis
Program A (Control) 20 Design
Program B (Registration) 30 Design
Program C (Warehouse) 25 Design
System test 10 Program A, B, C
Documentation 20 Design
Acceptance 5 System Test,
Documentation
Training 10 Documentation
Operation 10 Acceptance
TOTAL 210 person-days

3.4. DIAGRAM JARINGAN (THE NETWORK DIAGRAM)

Langkah kedua dari perencaan adalah menggambarkan diagram jaringan yang menunjukkan urutan kejadian. Tipe diagram yang paling baik untuk masalah ini adalah bagan PERT. Gambar 3.5. adalah sebuah bagan PERT untuk proyek di atas. Urutan kejadian hanya didasarkan pada contoh setiap kegiatan.

Lihat Gambar 3.5. Bagan PERT

Bentuk dari bagan PERT ini disebut Precedence Network (jaringan yang diutamakan). Setiap kotak menunjukkan sebuah kegiatan. Pada setiap kotak ditulis nama kegiatan dan waktu yang diperlukan.

Jalur Kritis & Lamanya Proyek

Bagan PERT dan jalur kritis adalah jumlah jalur, atau serangkaian kegiatan yang dapat ditelusuri pada PERT sederhana di atas, dengan mengikuti petunjuk garis panah. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menelusuri setiap jalur dapat dijumlahkan dengan menambahkan lamanya waktu dari jalur masing-masing kegiatan.
Jalur kritis (CP / Critical Path) adalah jalur terpanjang dan didefinisikan waktu minimal yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek.

PERT pada gambar 3.5. mempunyai jalur kritis yang terdiri dari kegiatan : START, DEFINITION, ANALYSIS, DESIGN, PROGRAM B, SYSTEM TEST, ACCEPTANCE, OPERATION, dan END. Proyek tersebut membutuhkan total waktu : 135 hari.

3.5. MENGHITUNG BIAYA PROYEK
(CALCULATING PROJECT COST)

Jika kontrak proyek telah mempunyai harga tetap, Manajer Proyek dapat menghitung biaya kasar untuk tenaga kerja, dengan cara mengalikan jumlah tenaga kerja per-hari dengan rata-rata biaya per-hari.

Biaya pekerja perhari disebut ‘biaya penuh’ : yang harus mencakup biaya operasi, sewa, administrasi pekerja, dan keuntungan. Untuk itu anda harus menambahkan biaya tetap, seperti computer time, sewa peralatan khusus, biaya tak terduga, dan sebaginya. Biaya tetap harus dirinci oleh setiap estimator untuk kegiatan utamanya.

Lihat Gambar 3.6. SUPERPROJECT

Rata-rata Pgr 75 pd @ $1000 per pd 75,000
Keuntungan 25% 18,750
Faktor risiko :
User berubah pikiran terhadap 10% format
Biaya = 10% tambahan waktu pemrograman 7,500
Total pemrograman $ 101,250

3.6. PENJADWALAN PROYEK (PROJECT SCHEDULE)

Langkah selanjutnya adalah menghitung jadwal proyek. Untuk melakukan hal ini, perencana (mungkin Manajer Proyek) harus mengaplikasikan jadwal yang sebenarnya dari perkiraan ke CALENDAR DAYS (jadwal harian) atau lamanya pekerjaan.
Salah satu kesulitan tugas ini adalah mengalokasikan sumber daya manusia yang akan bekerja pada kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama ketika pekerjaan berlangsung secara serentak. Kesulitan lain adalah memutuskan bagaimana mempersingkat pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Kemudian Manajer Proyek menjadwalkan semua proyek pada kelender atau jadwal yang nyata. Metode terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan menggambarkan ke dalam sebuah Gantt Chart atau Bar Chart seperti pada gambar 3.7.

Lihat Gambar 3.7. SUPERPROJECT project schedule

3.7. Outline Pendahuluan Perencanaan Proyek
(PRELIMINARY PROJECT PLAN OUTLINE)

Dilengkapi dengan semua pengetahuan ini, Manajer Proyek dapat menuliskan dokumen penting ini. Berikut ini adalah outline yang disarankan untuk PPP.

1. Tim Proyek (The Project Team)
Menggambarkan struktur, siapa yang memberikan laporan, siapa yang menerima laporan, kepada siapa berkomunikasi, dst.

Lihat Gambar 3.8. Typical Project Team Structure

Programmer (tidak lebih dari 5 orang). Bertanggung jawab terhadap pemrograman.

Pimpinan Proyek (Project Leader)
Mengawasi programmer.
Bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis, seperti analisis, disain dan tugas-tugas pemrograman keseluruhan.
Tujuan utama : kualitas produk yang dihasilkan secara teknik.

Manajer Proyek (Project Manager)
Manajer dalam tim (pimpinan, motivator, dll).
Bertanggung jawab terhadap semua komunikasi yang datangnya dari luar (laporan, pertemuan-pertemuan, penghubung antara manajemen tingkat atas dengan user).
Tujuan utama : keberhasilan proyek (perencanaan, pengontrolan, komunikasi).

2. Biaya Proyek (Projects Cost)
Termasuk WBS, membuat perkiraan dan perhitungan yang digunakan untuk menaksir biaya dalam pembuatan produk.

3. Penjadwal Proyek (Project Schedule)
Merupakan bagian terpenting dalam proyek, dan dapat menggunakan metode Gantt.

4. Pemeriksaan Ulang (Reviews)
Pada bagian ini anda dapat menghubungkan antara pertemuan dari manajemen utama dengan peninjau teknik (jadwal proyek akan memberikan informasi ini), tujuan dari masing-masing peninjau, dan siapa yang akan mengerjakannya. Buatlah daftar tanggung jawab dari orang-orang yang terlibat.

5. Laporan (Reports)
Bentuk dan isi dari laporan keadaan, laporan milestone dan dokumen proyek lain dapat dirinci di dalam laporan tersebut.

6. Dokumentasi (Documentation)
Ada 2 jenis dokumen di dalam proyek, yaitu user dan manajemen proyek.

7. Asumsi (Assumptions)
Disini anda dapat menentapkan harga berdasarkan asumsi : dimana sebagian besar adalah fakta yang diberikan oleh user.

3.8. KESIMPULAN UNTUK PERENCANAAN
Perencanaan itu seperti menunggang kuda : kelihatannya sulit sebelum anda mencobanya. Tetapi begitu anda mencobanya, maka segalanya akan menjadi mudah.

6.Tahap Pemeriksaan Awal

Tahap pemeriksaan awal adalah tahap pertama dari proses pengembangan sistem klasik. Tahap ini menjawab pertanyaan apakah suatu proyek pantas untuk dikerjakan. Untuk itu, pemeriksaan awal harus mendeskripsikan tujuan dari proyek dan masalah, peluang, dan arahan yang memicu proyek tersebut. Tahap pemeriksaan awal terutama berkaitan dengan pandangan pemilik sistem secara umum terhadap sistem tersebut.
Tahap pemeriksaan awal dilakukan dalam waktu yang singkat, seluruh tahap tidak boleh melebihi 2 – 3 hari untuk sebagian besar proyek. Tahap pemeriksaan awal umumnya terdiri dari hal-hal sebagai berikut :
1. Membuat daftar masalah, peluang dan arahan
Ini adalah salah satu pekerjaan utama dalam tahap pemeriksaan awal yang diestimasi berkaitan dengan urgensi, visibilitas, keuntungan nyata, dan prioritas. Pekerjaan ini biasanya diatur oleh analis sistem senior. Pekerjaan ini dipicu oleh permintaan akan proyek.
• Urgensi : dalam waktu berapa lama sebuah masalah harus diselesaikan atau sebuah peluang terealisasikan.
• Visibilitas : pada tingkatan apa sebuah solusi atau sistem baru diperlihatkan kepada pelanggan atau manajemen eksekutif
• Keuntungan : berapa banyak sebuah solusi atau sistem baru meningkatkan pendapatan atau mengurangi biaya tahunan
• Prioritas : apa prioritas dari tiap masalah, peluang, atau arahan
2. Mendiskusikan tujuan awal
Tujuan mendeskripsikan batasan dari proyek, yaitu aspek dari bisnis yang diperhitungkan dan yang tidak. Tujuan dapat berubah selama proyek dilaksanakan, tetapi rencana proyek awal harus membangun tujuan awal. Kemudian bila tujuan berubah secara signifikan, semua anggota yang berhubungan akan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan anggaran dan jadwal. Pekerjaan ini menggunakan masalah yang didefinisikan oleh pekeerjaan sebelumnya. Masalah, peluang dan arahan tersebut merupakan dasar dalam menentukan tujuan.
3. Mengestimasi nilai proyek
Tidak mungkin untuk melakukan analisis feasibilitas yang menyeluruh berdasarkan fakta terbatas yang dapat dikumpulkan. Pekerjaan ini dipicu oleh pekerjaan sebelumnya yang menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai sebuah proyek. Pekerjaan selanjutnya dalam tahap pemeriksaan awal hanya dilaksanakan bila dinyatakan cukup bernilai untuk dilanjutkan.
4. Merencanakan proyek
Bila suatu proyek sudah dinyatakan layak untuk dilanjutkan, baru dapat dilakukan perencanaan secara mendalam. Perencanaan awal proyek minimal harus terdiri dari rencana utama awal (baseline plan) yang mencakup penjadwalan dan penugasan sumber daya untuk seluruh proyek. Perencanaan ini akan di evaluasi pada akhir setiap tahap dari proyek. Selain itu juga harus ada rencana dan jadwal yang mendetail untuk menyelesaikan tahap berikutnya. Pekerjaan ini menjadi tanggung jawab dari manajer proyek.
5. Presentasi proyek beserta rencananya
Pada banyak organisasi, terdapat lebih banyak proyek yang potensial dibandingkan sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan atai membiayainya. Jadi sbuah proyek harus dipresentasikan kepada steering body untuk mendapat persetujuan. Steering body adalah sebuah dewan bisnis eksekutif dan manajer sistem yang mempelajari dan memberikan prioritas pada proposal proyek yang diajukan untuk menentukan proyek mana yang akan memberikan keuntungan terbesar bagi perusahaan dan yang akan disetujui untuk pengembangan sistem berkelanjutan. Setiap steering body harus terdiri dari ahli sistem atau manajer noninformasi.
Di samping itu, sangat penting untuk mempresentasikan jadwal dan tujuan dari suatu proyek kepada seluruh komunitas bisnis. Kemampuan komunikasi dan interpersonal yang efektif sangat dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini. Peserta pada tahap awal pemeriksaan ini dapat memutuskan bahwa proyeknya tidak layak untuk dilanjutkan. Steering body juga dapat memutukan bahwa ada proyek lain yang lebih penting. Jadi proyek tersebut akan segera dihentikan. Sebaliknya, jika proyek tersebut sudah disetujui oleh semua pemilik sistem dan steering body, proyek tesebut dapat dilanjutkan ke tahap analisis masalah.

  • 7. Fase elaboration :  Di dalam tahap pengembangan, pengembang meneliti proyek kebutuhan dalam detil lebih besar dan menggambarkan yayasan/pondasi secara ilmu bangunan nya. Gol tahap ini adalah untuk mengeluarkan/meniadakan proyek yang paling tinggi mengambil resiko kepada luas mungkin yang paling luas, sedemikian sehingga suatu harga pasti dapat dirumuskan pada ujung tahap ini. Ini meliputi pemilihan dari suatu arsitektur dapat diperluas dan optimal dan familiarisasi staff dengan teknologi untuk digunakan
  • Tahap konstruksi: Pada tahap konstruksi, pengembang berkonsentrasi pada menyelesaikan analisis, melakukan sebagian besar desain dan implementasi sistem. Artinya, tahap konstruksi membangun produk dengan berurusan dengan penerapan semua komponen dan integrasi mereka ke dalam satu produk. Produk ini tidak boleh tanpa cacat, karena beberapa pekerjaan lebih lanjut harus selesai dalam tahap transisi. Hasil lain dari tahap ini adalah tes rinci
  • Transisi fase: Pada fase transisi, pengembang memberikan sistem kepada pengguna. Fase ini menyimpulkan proyek ini dengan mengintegrasikan produk ke dalam lingkungan pengguna.

10.3 Kesesuaian Umum untuk Pengembangan Aplikasi Web

Bagian ini membahas bagaimana tahapan RUP dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi Web. Untuk tujuan ini, kita harus mengevaluasi apakah atau tidak risiko proyek pada tahap awal dapat dikecualikan atau dikurangi sehingga upaya pengembangan tertinggi dalam jangka waktu tertentu dan pada harga tetap dapat diukur pada fase konstruksi antara lain:

·      fase Inception: Definisi dari fase pertama adalah masalah untuk aplikasi Web
pembangunan. Sebuah visi beton produk penuh, seperti yang diharapkan oleh RUP, bentuk-bentuk secara bertahap dalam rangka proyek. Sebagai instrumen pemasaran, aplikasi Web memiliki kelompok sasaran, namun kebutuhan kelompok ini tidak diketahui pada awal proyek, dan mereka berubah terus-menerus karena pengaruh pasar

·      Tahap Elaborasi: fakta bahwa siklus pengembangan yang sangat singkat untuk membangun sebuah versi produk pertama yang memiliki prioritas terhadap mengukur harga tetap untuk produk akhir yang jelas. Alasannya adalah bahwa risiko terkait dengan penggunaan produk perangkat lunak menimbang berat daripada risiko yang melekat dalam pembangunan yang sebenarnya.

·      Tahap konstruksi: Pengembangan aplikasi Web juga memiliki fase di mana pekerjaan konstruksi yang sebenarnya  dilakukan. Berdasarkan pembahasan di atas tahap awal, itu hanyalah pertanyaan apakah atau tidak ada bisa menjadi salah satu titik waktu ketika cukup yakin apa yang komponen lainnya masih harus dikembangkan.

·      Transisi fase: Fase transisi dapat berarti bagi aplikasi Web, juga. Terutama ketika fungsionalitas baru ditambahkan ke aplikasi Web iteratif, ini bisa memerlukan sebuah migrasi data atau operasi paralel dua versi. Namun, fase transisi bisa sangat mudah jika mungkin untuk hanya mengganti aplikasi yang sudah ada dengan versi yang baru.


Mengenal Pesan-pesan Error Ketika Mengakses Situs

Kita mungkin sering jengkel ketika sudah capek-capek mengakses sebuah situs, yang muncul justru pesan error page not found dan sejenisnya. Kita bingung, siapakah yang salah? Situsnya, akses internetnya, komputer Anda, atau siapa?

Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Namun sebelumnya, ada beberapa hal/istilah yang perlu dijelaskan, agar pembahasannya semakin mudah dimengerti.

Setiap situs/website umumnya terdiri dari kumpulan file yang tergabung di halaman tertentu. File-file ini bisa berupa file HTML, gambar (seperti JPG dan GIF), file audio video (seperti MP3), dan sebagainya. File-file ini – untuk selanjutnya disebut sebagai data – tersimpan di sebuah lokasi yang bernama server atau webserver.

Nah, ketika Anda sedang mengakses sebuah situs, Anda sebenarnya sedang masuk ke webserver tertentu untuk melihat data yang tersimpan di sana. Jika berhasil, data ini (baca: halaman web yang sedang Anda akses) akan tampil di layar komputer Anda. Dalam bahasa jaringan (network), komputer Anda disebut sebagai client. Jadi, ketika Anda mengakses sebuah situs, proses inilah yang sebenarnya terjadi:

1. Client (komputer Anda) meminta (me-request) data dari server tertentu.
2. Pihak server menerima request ini, lalu mengirimkan data tersebut pada client.

Nah, proses ini bisa berjalan dengan lancar, namun bisa juga mengalami hambatan. Jika terjadi kegagalan, maka muncullah pesan error seperti yang biasa terlihat di layar komputer Anda. Umumnya pesan-pesan error ini berasal dari software tertentu – seperti apache – yang digunakan oleh webserver (Namun jika Anda menggunakan proxy di komputer Anda, pesan error ini bisa juga berasal dari proxy server tersebut). Ini adalah cara yang digunakan webserver – atau proxy server – untuk memberitahu client bahwa request mereka tidak bisa diproses karena masalah-masalah tertentu.

Masalah-masalah yang menjadi penyebab kegagalan ini bisa macam-macam. Masalah yang berbeda akan menampilkan pesan error yang berbeda pula di layar komputer Anda.

Berikut ini, Anda dapat menyimak sejumlah pesan error yang paling sering ditemui, beserta penyebab dan cara mengatasinya.

400 – Bad Request
Pesan error seperti ini biasanya muncul ketika server dari situs yang Anda akses tidak memahami perintah yang diberikan oleh client. Hal ini umumnya disebabkan adanya kesalahan atau cacat script/programming pada server. Karena itu, yang bisa mengatasinya hanyalah si webmaster dari situs tersebut.

401 – Unauthorized
Ada halaman web tertentu yang hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Untuk mengaksesnya, diperlukan username dan password khusus. Nah, pesan error 401 – Unauthorized ini muncul karena Anda tidak memiliki hak untuk mengakses halaman tersebut. Karena itu, tak ada cara untuk mengatasi masalah ini, kecuali jika Anda berhasil mendapatkan username dan passwordnya.

403 – Forbidden
Pesan error ini biasanya muncul jika halaman web tersebut memang tidak bisa diakses oleh siapapun (karena memang diatur demikian dari servernya). Atau masalahnya bisa seperti ini: Si pemilik situs A belum membayar sewa hosting, sehingga perusahaan pemilik server memblokir situs A tersebut. Akibatnya, siapa saja mengakses situs A akan mendapatkan pesan error 403 – Forbidden. Cara mengatasinya: nasehatilah pemilik situs untuk segera membayar biaya hosting.

404 – Not Found
Ada beberapa kemungkinan penyebab dari masalah ini, yaitu:

1. Halaman atau file yang Anda akses memang tidak ada. Mungkin sebelumnya ada, tapi kini sudah dihapus oleh si pemilik server.
2. Akses internet Anda sedang down (disconnect). Untuk mengatasinya, coba periksa akses internet Anda. Jika semuanya OK, coba ulangi lagi mengakses situs tersebut. Jika masih gagal, cobalah di lain kesempatan (misalnya keesokan harinya). Soalnya, seringkali terjadi kegagalan mengakses halaman web ini hanya bersifat sementara. Jika Anda sudah mencoba berkali-kali namun tetap gagal, kemungkinan besar halaman web tersebut memang benar-benar tidak ada.
3. Anda salah dalam mengetikkan alamat URL. Misalnya, seharusnya http://www.cbn.net.id, anda tuliskan www. cbn.net.id (ada spasi di antara www. dan cbn) atau www,cbn.net.id (anda mengetikkan tanda koma setelah www, padahal seharusnya tanda titik), http://www.cbn.netid (tidak ada tanda titik di antara net dan id), dan sebagainya. Cara mengatasinya: cermatlah dalam mengetikkan alamat situs yang hendak Anda akses.

408 Request Timeout
Kadang-kadang proses mengakses situs tertentu sangat lambat. Nah, biasanya setiap server memiliki rentang waktu tertentu sebagai batas toleransi bagi client untuk menyelesaikan proses mengakses server. Request time out terjadi jika kelambatan dalam mengakses situs tersebut sudah melebihi batas toleransi-waktu ini. Biasanya, kelambatan akses ini disebabkan oleh adanya masalah pada akses internet Anda atau server situs yang Anda kunjungi. Cara mengatasinya: cobalah mengakses situs tersebut di lain kesempatan sambil jangan lupa memeriksa akses internet Anda.

500 – Internal Server Error
Pesan error ini biasanya terjadi ketika server dari situs yang Anda akses memang sedang mengalami masalah. Jadi cobalah Anda tunggu beberapa saat. Siapa tahu masalah tersebut sudah dibereskan oleh si webmaster situs dan Anda dapat mengakses situs tersebut secara normal seperti biasa.

Nah, semoga mulai sekarang Anda tidak bingung lagi jika gagal dalam mengakses sebuah situs. Semoga bermanfaat


CONTOH LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK
PERANCANGAN SISTEM SIRKULASI KORAN
DI ALVA AGENCY
Kuliah Kerja praktek
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat
Untuk dapat Mengambil Tugas Akhir

Disusun Oleh :

Nama : Ahmad fuadin
NIM : 08C1080410

JENJANG STRATA 1
PROGRAM STUDI SISTIM INFORMATIKA BISNIS
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
MERCUSUAR
BEKASI

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya Laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang berjudul (Perancangan Sistim Sirkulasi Koran di Alva Agency ), dapat diselesaikan sesuai tepat waktu.
Dalam kesempatan kali ini, penulis akan menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu penyelesaian kuliah kerja praktek, antara lain :
1. Ibu Hj. Eny Azizah, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Administrasi Indonesia
2. Bapak H. Much Pasjon, SE, MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Mercusuar.
3. Bapak Agus Sumaryanto,Skom, selaku Pembimbing Kuliah Kerja Praktek
4. Bapak H. Ahmad, Pemilik Alva Agency yang telah membantu penyusunan kerja praktek.
5. Team Loper Alva Agency ( Bang Jamal, Azis, Pa Oki )
6. Bapak dan Mamah yang membantu materi pembelian laptop untuk menyusun KKP
7. Kakakku Nartin,SE dan Nuri Setyowati,Amd yang membantu Pemikiran penyusunan KKP ini
Dalam menyusun laporan kerja praktek ini penulis sadar masih banyak kekurangan, dan penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

Ahmad Fuadin
BAB I
Pendahuluan

1.1. Latar Belakang
Berkembangnya media informasi saat ini dikarenakan kebutuhan akan informasi yang tidak terbendung oleh semua orang sehingga para pembuat informasi terus terpacu untuk melakukan perubahan untuk mengikuti tuntutan jaman, media informasi saat ini sudah sangat banyak jenisnya, ada 2 jenis media informasi dimulai dengan media cetak seperti koran, majalah, flyer, dan spanduk, serta juga ada media elektronik seperti internet, televisi dan radio.
Koran adalah sebuah media informasi terlama yang masih ada hingga saat ini, Koran sudah menjadi salah satu media informasi yang dibutuhkan saat ini selain internet, majalah dll, karena beritanya yang update dan terus berganti setiap harinya sesuai berita yang berkembang di masyarakat sekitar baik yang di dalam negeri maupun hingga luar negeri. Para pelanggan koran atau yang membeli Koran biasa disebut pembaca. Koran atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, Koran biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang biasa disebut dengan kertas Koran. Koran berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik dan pembahasan, topik atau pembahasannya dapat berupa event politik, kriminalitas, olahraga, ekonomi, dan cuaca, surat kabar atau Koran juga biasa berisi kartun, TTS dan rubrik hiburan lainnya. Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu dan fokus pada satu bidang atau topik, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu, penggemar seni, atau partisipan kegiatan tertentu.
Sirkulasi koran merupakan cara perputaran koran dan bertransaksi para agen koran maupun pedagang eceran koran dalam menjalankan distribusi koran, sirkulasi atau peredaran yang mencakup cara pendistribusian koran mulai dari koran datang, dijual hingga menghitung sisa koran untuk di kembalikan atau retur. Proses ini sudah sangat lazim atau umum digunakan dalam usaha agen maupun retail koran, tapi sangat sederhananya pembukuan dan tidak rapi serta sulitnya pendokumentasian sirkulasi di agen koran karena semua hanya ditulis tangan dengan pembukuan sederhana
Kurangnya sistem yang baik dalam pencatatan dan pendokumentasian sirkulasi koran pada agen koran yang saya jadikan tempat praktek kerja lapangan (PKL) maka saya ingin memberikan solusi dari permasalahan tersebut, yaitu dengan membuat sistem pencatatan yang dipadukan dengan sistem yang sudah ada dibantu sistem pendokumentasian komputer yang mudah dimengerti serta membantu dalam kegiatan sirkulasi koran tersebut, baik pendataan koran, koran terjual hingga koran yang dikembalikan atau retur.
Atas dasar hal-hal diatas maka penulis mengambil judul laporan kerja praktek adalah “Perancangan Sistem Sirkulasi Koran di Alva Agency”
1.2. Maksud dan Tujuan
Kuliah kerja praktek merupakan kegiatan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa, adapun maksud dan tujuan kuliah kerja praktek adalah :
1. Sarana mahasiswa/wi untuk melihat secara nyata dunia kerja
2. Menerapkan ilmu yang diterima di bangku kuliah di bidang pekerjaan yang ada dalam obyek kerja praktek
3. Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengambil tugas akhir

1.3 Mekanisme dan Pelaksanaan Kerja Praktek
Dalam melaksanakan kerja praktek ini penulis melakukan riset dengan mendatangi obyek kerja praktek, kemudian mengamati dan menganalisa serta menuangkannya dalam sebuah laporan.
Penulis melaksanakan kerja di agen Koran Alva Agency, secara khusus meriset tentang sirkulasi koran mulai tanggal 22 Oktober 2011 sampai dengan 15 Nopember 2011 dan dibimbing langsung oleh bapak H. Ahmad sendiri.
1.4 Metodelogi Penilitian
Melaksanakan dan menyusun laporan kerja praktek ini penulis menggunakan pendekatan metodelogi penilitian sebagai berikut :
1. Studi Lapangan
Penulis datang langsung ke obyek kerja praktek kemudian mengamati, menganalisa dan membuat desain pemecahan masalah
2. Wawancara
Dalam mendalami permasalahan, penulis melakukan wawancara langsung dengan personal-personal (Loper- Loper) yang berkaitan langsung dengan tema kerja praktek
3. Literature
Untuk mendukung dalam proses penulisan, penulis memanfaatkan literature- literatur yang berkaitan dengan tema kerja praktek baik dalam bentuk buku pustaka, informasi perusahaan, obyek kerja praktek dan literature yang penulis ambil dari media internet

1.3. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam penyusunan laporan kerja praktek ini penulis membagi dalam beberapa bab yaitu:
Bab 1 Pendahuluan
Pada bab ini terdiri dari latar belakang pembuatan laporan kerja praktek, maksud dan tujuan, mekanisme dan pelaksanaan kerja praktek, metologi penelitian dan sistematika penulisan.
Bab 2 Tinjauan Umum
Pada bab ini menjelaskan tentang sejarah singkat agen koran tempat penulis melakukan kerja praktek di Alva Agency, tentang status Alva Agency dan tinjauan agen koran – koran Alva Agency
Bab 3 Pembahasan
Pada bab ini terdiri tentang apa saja yang dibahas sesuai judul laporan kerja praktek “perancangan sistem sirkulasi koran di Alva Agency ” yang sudah dijalankan penulis.
Bab 4 Penutup
Berisi kesimpulan dari kerja praktek yang sudah dilakukan dan saran-saran menurut pandangan penulis.

Bab II
Tinjauan Umum

2.1 Sejarah Singkat Agen Koran
Agen Koran Alva merupakan usaha keluarga bapak H .Ahmad, yang sudah dirintis beliau dari awal tahun 1998, agen koran ini berada di daerah Jatimakmur, tepatnya di Jl Albarokah dekat PLN masuk kecamatan Pondok Gede . Nama agen koran ini dinamakan Alva Agency adalah dari nama anaknya bapak Haji panggilan akrabnya yang mempunyai sekitar 100 loper yang meyebar sekitar kecamatan Pondok Gede, demikian karena keinginan bapak Haji sendiri yang membangun usaha ini tanpa bantuan ataupun kerjasama dengan pihak lain, tapi usaha agen koran ini hingga sekarang tidak diurus legalitasnya agar menjadi usaha berbadan hukum karena menurut bapak Haji. Sendiri usaha ini terlalu kecil untuk dijadikan usaha yang berbadan hukum dan salah satu alasannya sulitnya birokrasi pembuatannya serta membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bapak Haji mendirikan usaha ini karena melihat peluang usaha di daerah tersebut, menurut bapak pada waktu awal mendirikan agen koran tersebut dikarenakan sangat jarang dan sulitnya menemukan tukang koran di daerah Jatimakmur dan bapak Haji melihat tingginya orang yang mencari koran tersebut.

Pertama kali agen koran ini didirikan bapak Haji dengan hanya menyewa tempat dia berjualan yang berukuran 2m x 2m tersebut dengan harga sewa pada saat itu hanya Rp 3.5 juta / tahun dan terletak di Jl Albarokah no 43 RT 03/ RW 07, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Modal untuk mendirikan usaha ini didapatkan atas hasil uang pesangon di suatu perusahaan swasta ternama di Jakarta, dimana beliau berkarir disana selama 8 tahun dari tahun 1990 hingga 1998 akibat krisis moneter akhir perusahan mengurangi jumlah karyawan bapak Haji yang termasuk. Ia tak putus asa untuk memutarkan uang pesangon tersebut.
Salah satu program kerja dari agen koran ini bagi bapak Haji tidak hanya untuk menjual koran saja tapi membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dengan cara mempekerjakan mereka untuk membantu menjualkan dan mendistribusikan koran jualannya kepada pelanggan lama maupun pelanggan baru, bapak Haji selalu menyebut para pekerjanya atau karyawannya ini dengan sebutan loker (loper koran) atau teman.

Gambar 2.1. Kegiatan Loper sehari – hari

Jam kerja para loker (loper koran) ini sangat panjang biasanya dimulai dari pagi sekali sekitar sesusai shalat subuh jam 5 pagi hingga jam 5 sore ini dikarenakan koran yang datang pun sangat pagi, sekitar jam 4 pagi, tapi ada juga loper koran yang bekerja hanya sampai jam 10 pagi atau jam 12 siang. Sistem pembayaran yang dilakukan agen koran kepada para loper koran ini dengan cara bagi hasil atas hasil penjualan koran yang diambil dari tempatnya, semakin banyak koran yang terjual maka semakin banyak pula hasil atau uang yang didapat para loker koran tersebut, inilah hal yang paling disukai oleh para loker ini. Pengambilan banyak atau sedikitnya jumlah koran yang diambil disesuaikan dengan
permintaan para loper korannya, tapi tidak hanya koran saja yang biasanya diambil dan
dijual para loper koran ini, karena agen koran ini juga menjual majalah hingga TTS (teka teki silang).
Area penjualan Agen Koran Alva sangat strategis di daerah Jatimakmur, bapak Haji membagi 2 jenis daerah penjualannya yaitu daerah pemukiman, perkampungan dan sekitar jalan raya Pondok Gede atau jalan arah Bekasi yang sangat strategis lalulang kendaraan bermotor.
2.2. Visi dan Misi
Visi dan misi sangat penting dalam menentukan tujuan serta pandangan usaha. Agen Koran Alva mempunyai visi dan misi untuk menyalurkan kebutuhan informasi kepada masyarakat dalam bentuk koran di daerah Jatimakmur, dan agar masyarakat di daerah sekitar kecamatan Pondok Gede tidak ketinggalan berita dan informasi yang lainnya, serta berusaha membantu perekonomian karyawannya.

Gambar 2.1. Penjualan kepemukiman umum

2.3. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan pengelompokan secara teratur suatu kerjasama antar orang-orang yang bekerja untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan juga sudah ditetapkan. Suatu agen koran sebagai usaha penjualan koran bertujuan tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya tapi juga selalu memperhatikan kesejahteraan karyawannya, untuk mencapai tujuan tersebut pihak agen koran memberikan berusaha untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan. Organisasi merupakan wadah dari manajemen, oleh karenanya manajemen tidak dapat berbuat apa-apa jika tidak memiliki organisasi.
Setiap bidang usaha harus memiliki organisasi karena dengan organisasi seluruh karyawan akan mendapatkan informasi yang jelas tentang tugas dan tanggung jawabnya masing-masing di organisasi tersebut.

.

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Agen Koran Alva

keterangan :
Pemilik : H.Ahmad
Asisten/Administrasi : Jamalludin
Sirkulasi Loper Koran : Adi, Budi, dan Agus

2.4. Fungsi dan Tugas Organisasi
Fungsi dan tugas pada setiap organisasi pasti berbeda-beda karena disesuaikan dengan tugas dan fungsinya itu sendiri di organisasi tersebut, dalam hal ini organisasi pada Agen Koran Alva sangat sederhana karena usaha ini disesuaikan dengan besar-kecilnya agen koran ini, inilah fungsi dan tugas dari masing-masing jabatan di Agen Koran Alva:
1. Pemilik
Pemilik selaku pendiri dan orang yang mempunyai modal dalam agen koran ini hanya melakukan tugas pengawasan atas semua hal yang sudah dijalankan, serta bisa juga membuat kebijakan-kebijakan baru atas perubahan yang terjadi pada usahanya tersebut, pengawasan ini meliputi dari keakuratan barang yang berupa koran dan majalah sesuai data yang dituliskan atau dilaporkan kepadanya, mengawasi pembukuan administrasi dan keuangan dan menjaga usahanya ini agar tetap berjalan serta tidak mengalami kerugian.
2. Asisten/Administrasi

Sesuai dengan penamaannya pekerjaan ini menggabungkan 2 pekerjaan tapi karena kecilnya bidang usaha yang dijalankan maka tidak terlalu komplek dan rumit pekerjaan ini, selaku orang yang terjun langsung dilapangan dalam mengawasi, mencatat, mengatur pendistribusian dan melaporkan segala transaksi koran dan kegiatan- kegiatan lainnya yang terjadi selama melakukan aktifitas di Agen Koran Alva
3. Loper Koran
Loper koran sebagai orang terdepan dalam kemajuan Agen Koran Alva, karena interaksi langsung kepada pelanggan dengan organisasi terjadi melalui para loper koran, mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengantarkan, menjual, serta mempromosikan koran dari bapak Alva

2.5. Peraturan Agen Koran
Peraturan di Agen Koran Alva sangat jelas dan tegas sehingga para pekerjaannya diharapkan bisa disiplin dan menghormati semua peraturan yang ada, inilah peraturan yang sudah ditetapkan di Agen Koran Alva:
1. Datang bekerja diharapkan tepat waktu, bila terjadi keterlambatan, ijin berhalangan masuk ataupun sakit harus ada pemberitahuan langsung kepada bapak Haji atau Jamal. sangsi yang dikenakan bila terjadi keterlambatan lebih dari 1 jam ataupun ketidakhadiran tanpa pemberitahuan adalah tidak diberikan upah harian kepada pihak bersangkutan dan hanya menerima upah penjualan koran saja
2. Selalu datang dengan rapi dan dalam keadaan bersih serta tidak menimbulkan bau tidak sedap, dan diharuskan mengenakan pakaian yang rapi, bersih, tidak bau dan tidak sobek.
3. Para pekerja berhak mendapatkan gaji bulanan yang dibagikan setiap tanggal
1 tiap bulannya dengan besaran Rp 500.000,-. serta juga mendapatkan upah
atas dari hasil penjualan tiap koran yang terjual (komisi), yang dimana komisi untuk setiap koran dan majalah itu berbeda sesuai ketetapan harga yang sudah ditentukan.

2.6. Peraturan tentang Pembayaran/Penagihan
Peraturan tentang pembayaran atau penagihan terhadap para pelanggan harus sesuai dengan surat /kwintasi yang telah ditanda tangani oleh bagian adminstrasi dan distempel agency , bahwa penagihan dinyatakan sah akan pada bulan ditagihan yang dihitung antara tanggal diantar sampai awal bulan diantar (tanggal 1 sampai tanggal 1 awal bulan).

ALVA AGENCY
Jl. Albarokah No.43 RT03/RW07
Jatimakmur, Pondok Gede
KORAN JUMLAH TAGIHAN
POSKOTA RP
KOMPAS RP
MEDIA INDONESIA RP
BERITAKOTA RP
WARTAKOTA RP
KORAN JAKARTA RP
REPUBLIKA RP
RAKYAT MERDEKA RP
LAMPU HIJAU RP
SEPUTAR RP
SUARA PEMBARUAN RP
…………………………..
TABLOID JUMLAH TAGIHAN
PULSA RP
NAKITA RP
BOLA RP
NOVA RP
BINTANG RP
WANITA INDONESIA RP
NYATA RP
OTOMOTIF RP
OTOSPORT RP
……………………………..
MAJALAH JUMLAH TAGIHAN
FEMINA RP
MYSTERY RP
BOBO RP
TEMPO RP
MODE RP
GADIS RP
GATRA RP
HIDAYAH RP
HIKAYAT RP
…………………………………… —————————————————-
Jumlah RP =

BEKASI,……………………2011

( H. Ahmad )
Bab III
Pembahasan

3.1 Analisa Permasalahan
permasalahan yang penulis ambil pada Alva Agency adalah bagaimana cara melakukan pendokumetasinan yang mudah dan cepat pada saat sirkulasi koran, karena menurut penulis Alva Agency sangat manual dan sederhana sekali dengan hanya menulis tangan, serta dengan layout sederhana dalam pencatatan koran datang dari agen besar ke agen koran ini hingga pengembalian atau retur koran, penulis melihat permasalahan ini sangat membutuhkan waktu pelaporan yang cepat sehingga mempermudah segala transaksi pembayaran, pendistribusian dan pengembalian koran yang tidak terjual.

3.1. Kegiatan Sirkulasi Koran
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kegiatan sirkulasi koran meliputi 4 hal utama yaitu:
1. Pemesanan
Sirkulasi koran ini dimulai dengan pemesanan koran kepada Agen Besar Garuda Press, Agen PT. Garuda Press merupakan agen koran yang menyuplai korannya untuk daerah Bekasi. Biasanya pemesanan di Agen Koran Alva dilakukan pada hari jumat dan pemesanan dibuat untuk 1 minggu kedepan, setelah pemesanan ini bila di hari berikutnya ingin melakukan perubahan untuk jumlah koran, bisa dilakukan pada jam 2 siang, 1 hari sebelumnya, tapi perubahan ini hanya bisa untuk menambah kuantitas koran dan tidak bisa mengurangi kuantitasnya. Pemesanan dilakukan oleh pemilik atau asisten dengan mengisi di form pemesanan, Jumlah pemesanan ditentukan oleh data penjualan pada minggu sebelumnya disertai analisa penjualan yang memungkinkan pada minggu berikutnya.
2. Koran Datang
koran atau majalah datang disesuaikan dengan koran dan majalahnya sendiri, ada koran atau majalah yang terbit setiap hari, mingguan, dwi minggu (2 minggu) dan bulanan, untuk majalah biasanya terbit bulanan, untuk koran yang terbit harian, sehari koran datang 2 kali pada jam 4 pagi dan jam 3 sore, karena disesuaikan dengan koran itu sendiri, untuk jam 4 pagi biasanya datang untuk koran harian pagi seperti Kompas, Seputar Indonesia (Sindo), Koran Jakarta, Lampu Hijau, Media Indonesia, Top Skor, Poskota, dan lain-lain. Untuk koran harian sore yang ada di Agen Koran Alva hanya Suara Pembaharuan. Saat datang dan langsung pengecekan antara data pemesanan koran dengan fakta koran yang datang, bila terjadi perbedaan jumlah kuantitas koran dan bila terjadi kerusakan koran bisa dikembalikan, pencatatan ini dilakukan oleh pemilik atau bisa dilakukan asistennya dengan mencatat secara manual di buku.
3. Pendistribusian dan Penjualan
Setelah koran dan majalah datang dari Agen Besar PT. Garuda Press, dicatat dan disesuaikan dengan fakta yang datang selesai maka barulah dibagi-bagikan, pertama kali koran yang diprioritaskan adalah untuk para pelanggan yang sudah memesan secara rutin atau pelanggan tetap, setelah itu baru dibagi lagi untuk di jual di toko . Pendistribusian koran dan majalah ini dilakukan oleh para loper koran untuk pengantaran ke pelanggan tetap dan penjualan sekitar kecamatan PoandokGede, memang pembagian distribusi ini dibagi 3 wilayah agar mempercepat distribusi, untuk di toko dijual oleh asisten.
Perhitungan dan Tutup Buku
Perhitungan ini dilakukan saat ingin menutup kegiatan kerja hari itu, untuk menghitung koran yang terjual dan menghitung koran yang tersisa untuk di kembalikan atau di retur kepada agen besar, serta menghitung komisi penjualan kepada para loper koran dan menghitung keuntungan agen koran Alva yang didapat hari itu untuk pendokumentasian untuk keperluan analisa kuantitas pemesanan untuk minggu selanjutnya sekaligus tutup pembukuan harian.

PT GARUDA PRESS Form Pemesanan
ID Koran Jumlah Harga /pc Total Revise KET
K001 Kompas
K002 Sindo
K003 Media Indonesia
K004 Koran Jakarta
K005 Lampu Hijau
K006 Koran Tempo
K007 Jakarta Globe
K008 Poskota
K009 Ponsel
K010 Pulsa
K011 Mobile
K012 PC Mild
K013 Top Skor
K014 Bola
K015 Gol
K016 Hunian
Majalah
M001 Tempo
M002 Gatra
M003 PC Media
M004 Selluler
M005 3G
M006 Hai
M007 Gadis
M008 Bazzar
M009 Spice
M010 Chord
M011 MG
M012 TTS Jaya
M013 TTS Surya
TOTAL
NB: Bila terjadi perubahan kuantitas tulis di revise dan di informasikan sebelum jam 14.00 sehari sebelumnya,
Perubahan hanya untuk penambahan kuantitas saja dan bukan untuk pengurangan kuantitas

Gambar 3.1. Form Pemesanan

PT. GARUDA PRESS Form Penerimaan
ID Koran Jumlah Terima KET
K001 Kompas
K002 Sindo
K003 Media Indonesia
K004 Koran Jakarta
K005 Lampu Hijau
K006 Koran Tempo
K007 Jakarta Globe
K008 Poskota
K009 Ponsel
K010 Pulsa
K011 Mobile
K012 PC Mild
K013 Top Skor
K014 Bola
K015 Gol
k016 Nova
Majalah
M001 Tempo
M002 Gatra
M003 PC Media
M004 Selluler
M005 3G
M006 Hai
M007 Gadis
M008 Bazzar
M009 Spice
M010 Chord
M011 MG
M012 TTS Jaya
M013 TTS Surya
TOTAL

PT. Garuda Press Penerima

Nama & Tanda Tangan Nama & Tanda Tangan

Gambar 3.2. Form Penerimaan

PT. GARUDA PRESS Form Retur
ID Koran Retur Rusak KET
K001 Kompas
K002 Sindo
K003 Media Indonesia
K004 Koran Jakarta
K005 Lampu Hijau
K006 Koran Tempo
K007 Jakarta Globe
K008 Poskota
K009 Ponsel
K010 Pulsa
K011 Mobile
K012 PC Mild
K013 Top Skor
K014 Bola
K015 Gol
K016 Hunian
Majalah
M001 Tempo
M002 Gatra
M003 PC Media
M004 Selluler
M005 3G
M006 Hai
M007 Gadis
M008 Bazzar
M009 Spice
M010 Chord
M011 MG
M012 TTS Jaya
M013 TTS Surya
TOTAL

PT. Garuda Press Penerima

Nama & Tanda Tangan Nama & Tanda Tangan

Gambar 3.3. Form Return

Diagram Arus Data Sistem Yang Berjalan

Diagram arus data merupakan alat yang sering digunakan sekarang ini karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas, lebih lanjut lagi diagram arus data juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. diagram arus data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang sudah ada atau sistem baru yang ingin dikembangkan secara logika dengan mempertimbangkan dimana data tersebut mengalir.
Keuntungan menggunakan diagram arus data adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai dalam menjalankan komputer mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan.

3.4. Bentuk Diagram Arus Data
Diagram arus data mempunyai 2 bentuk yaitu :
1. Diagram Arus Data Fisik
Dengan menggunakan diagram arus data fisik (DADF), bagaimana proses sistem yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem, sehingga analisa sistem akan dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja,. Diagram arus data fisik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada. penekanan dari diagram arus data fisik adalah bagaimana proses-proses dari sistem yang diterapkan, maksudnya adalah dengan cara apa ini bekerja, oleh siapa dan dimana, serta proses-proses yang dilakukan manual. Untuk memperoleh ilustrasi bagaimana system yang ada diterpkan, diagram arus data fisik (DADF) harus memuat sebagai berikut:
– Proses-proses manual juga digambarkan
– Nama dari arus data harus juga menunjukkan fakta penerapannya seperti nomor formulir dan medianya (surat atau telepon)
– Simpanan data dapat menunjukan simpanan non computer menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi
– Nama dari pemrosesan yaitu pengguna, personal, departemen, sistem komputer atau program komputer yang mengeksekusi proses tersebut.
2.Diagram Arus Data Logika
Diagram arus data logika lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan. Diagram arus data logika tidak menekankan pada bagaimana sistem ditetapkan, tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem.
Simbol-Simbol Diagram Arus Data
Beberapa simbol yang digunakan diagram arus data:
1. Kesatuan Luar
2. Arus atau Link
3. Proses
4. Simpanan Data
Simbol-simbol diatas adalah komponen yang biasa digambarkan sebagai diagram arus data, arti dan maksud simbol-simbol diatas akan saya jelaskan lebih rinci sebagai berikut:
1. Kesatuan Luar
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input atau penerimaan informasi serta data dan menghasilkan output atau hasil kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar dapat berupa orang, organisasi, dan lain-lain yang memberikan input atau menerima output dari sistem.
2. Arus atau Link
Arus atau link ini mengalir diantara proses-proses, simpanan data dan kesatuan luar yang menunjukan arus data yang dapat berupa hasil dan masukan untuk sistem proses sistem.
3. Proses
Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yan dihasilkan oleh proses.
4.Simpanan Data
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang berupa suatu file atau database dari sistem komputer, arsip atau catatan manual, tabel surat atau suatu agenda catatan buku

3.3. Diagram Arus Data Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.4.. Diagram Zero Diagram Arus Data Berjalan

Koran
Data Pemesanan Koran

Gambar 3.6. Diagram Arus Data Koran Datang

Gambar 3.5. Diagram Arus Data Sistem Pemesanan Koran

Gambar 3.6. Diagram Arus Data Koran Datang

Gambar 3.7. Diagram Arus Data Penjualan dan Tutup Buku

Bab IV
Penutup
4.1. Kesimpulan
Dari hasil analisa sistem yang sedang berjalan maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Setelah menganalisa sistem sirkulasi koran di Agen Koran Alva, agen koran ini masih menggunakan cara manual untuk melakukan hampir semua kegiatan usahanya dan belum terintegerasi dengan komputer. Komputer digunakan hanya untuk kegiatan pemesanan koran ke Agen Besar PT Garuda Press, dimana pemesanannya sudah diberikan formulir pemesanan dari PT Garuda Press serta dikirimkan ke alamat email ordering@garudapress.co.id.
2. Bila sistem sirkulasi koran sudah terkomputerisasi, maka semua kegiatan pengolahan data dan pengolahan laporan sirkulasi koran akan lebih terorganisir, rapi, tidak terlalu banyak kesalahan yang terjadi, efektif dan efisien dalam pendokumentasian.

4.2. Saran
Setelah melakukan kegiatan kerja praktek terhadap sirkulasi koran di Agen Koran Alva, maka penulis mempunyai saran dan pandangan umum yang perlu disampaikan agar sistem komputerisasi bisa diterima dan dapat dijalankan dengan semestinya, maka uraiannya sebagai berikut:
1. Dalam pembuatan sistem dengan cara komputerisasi perlu dipikirkan secara matang, karena hal tersebut membutuhkan biaya dan keseriusan dalam membuatnya.
2. Perlu adanya dukungan dan komitmen dari seluruh orang yang terlibat dalam kegiatan sirkulasi koran ini.
3. Perlu adanya kegiatan pelatihan atau training kepada karyawan bagaimana cara menggunakan sistem komputer tersebut.
Perlu dilakukannya pemeliharaan terhadap sistem yang baru agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, serta perlu dilakukannya pembenahan dan penyempurnaan terhadap sistem tersebut secara berkala untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pengguna

DAFTAR PUSTAKA
Rancangan Sistim Usaha kecil, Djoko Susilo,Spd,MM
Rancangan Alur Data Informasi Sistim Manajemen, Dwi laksono, Skom, MM
Informasi dari Narasumber H.Ahmad pemilik Alva Agency

DAFTAR RIWAYAT
Nama :
Ahmad fuadin , ANT-IV
Jurusan : Sistim informasi Bisnis
Universitas : STMIK MERCUSUAR 2008

Nim : 08C1080410
Hoby : Refresing


PENELITIAN PRA SEJARAH DI INDONESIA

MANUSIA PURBA DI INDONESIA6S

a.para peneliti manusia purba

Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
• Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
• Fosil lain yang ditemukan adalah :
Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

Peta Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Tengah – Jawa Timur

1.     1.Sangiran
2 . Sambungmacan
3 . Sonde
4 . Trinil
5 . Ngandong
7 . Kedung Brubus
8 . Kalibeng
9 . Kabuh
10 . Pucangan
11 . Mojokerto (Jetis-Perning)

2. G.H.R Von Koeningswald

Hasil penemuannya adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.
3.Penemuan lain tentang manusia Purba :
Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).
4. Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.
Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :
• Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
• Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
• Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.
• Menurut Dubois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.
Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :
1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo

Jenis manusia Purba Pithecanthropus
Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Badannya tegak
• Hidup mengumpulkan makanan
• Makanannya tumbuhan
• Rahangnya kuat
2. Ciri Pithecanthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Hidup berkelompok
• Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
• Mengumpulkan makanan dan berburu
• Makanannya daging dan tumbuhan


CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA
Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material
i. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
• Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
ii. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :
• Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
• Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
iii. Sistem bercocok tanam/pertanian
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi
• Belum dikenal sistem pemupukan
iv. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
v. Bahasa
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.

01. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran).
02. Pithecanthropus Robustus (Trinil).
03. Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil).
04. Pithecanthropus Dubius (Jetis).
05. Pithecanthropus Mojokertensis (Perning).
06. Homo Javanensis (Sambung Macan).
07. Homo Soloensis (Ngandong).
08. Homo Sapiens Archaic.
09. Homo Sapiens Neandertahlman Asia.
10. Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung)
11. Homo Modernman.

Peta Persebaran Homo Erectus

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA
DI INDONESIA

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA
DI INDONESIA

1.Pithecanthropus
a.PithecanthropusErectus
b.PithecanthropusMojokertensis
c.PithecanthropusSoloensis
2.MeganthropusPalaeojavanicus
3.Homo
4. Hobbit

1.Pithecanthropus

Pada tahun 1890 Eugene Dubois menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil(Ngawi)Jawa Timur di dekat lembah sungai Bengawan Solo, dengan memberi nama  Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak.
Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus :

Tulang Rahang dan Gigi Besar dan Kuat
Tidak Berdagu
Tingi Badan Sekitar 165-170 cm
Berbadan dan Berjalan Tegak
Kening Menonjol

1.Pithecanthropus Mojokertensis
Pada tahun 1936, telah ditemukan fosil tengkorak anak manusia purba oleh Weidenreich didesa Jetis, Mojokerto. Fosil manusia purba tersebut diberi nama Pithecanthropus Robustus, sedang Von Koeningswald menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

2.Pithecanthropus Soloensis
G.H.R. Von Koeningswald, Oppenorth, dan Ter Haar pada sekitar tahun 1931-1934 mengadakan penelitian di Lembah Sungai Bengawan Solo dan penemuan pertama di Ngandong(Blora) adalah fosil Pithecanthropus Soloensis artinya manusia kera dari Solo, kemudian ditemukan juga jenis Pithecanthropus di Sangiran yang diperkirakan hidup pada 900.000 sampai 200.000 tahun yang lalu diperkirakan terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Cina.

3.MeganthropusPalaeojavanicus
Yaitu manusia purba paling primitif(tua), ditemukan oleh G.H.R. Von Koeningswald di daerah Sangiran pada lapisan pleistosen bawah(lapisan pucangan)pada tahun 1936 dan 1941. Hasil temuan fosil tersebut berupa tulang bagian bawah dan atas. Fosil yang serupa juga ditemukan Marks dilapisan Kabuh(pleistosen tengah) pada tahun 1952. Berdasarkan penelitian tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, makanan Meganthropus Palaeojavanicus adalah tumbuh-tumbuhan. Karena makanannya tanpa melalui proses pemasakan, maka gigi rahangnya besar dan kuat. Meganthopus diperkirakan hidup pada 2-1 juta tahun yang lalu. Sesuai Dengan arti namanya, manusia purba besar dan tertua di Pulau Jawa.

Ciri-Ciri Meganthropus Palaeojavanicus :

Tubuh Kekar
Rahang Dan Geraham Yang Besar
Tidak Berdagu

Homo
Homo artinya manusia. Jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan dengan yang lainnya. Penemuan fosil jenis Homo diawali pada tahun 1889, ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian dari tengkorak dan rangka manusia di daerah dekat Tulungagung,Jawa Timur. Temuan tersebut selanjutnya diselidiki oleh Dr. Eugene Dubois dan menamainya Homo Wajakensis termasuk ras asli Australia.

Ciri-Ciri Homo :
Berbadan Tegap
Tingginya Sekitar 180 Cm
Memiliki Volume Otak Kecil, Yaitu Sekitar 1.000-1.300 Cc
Tengkoraknya Lebih Besar Dibanding Pithecanthropus

Hobbit
Para ilmuwan telah menemukan fosil-fosil tengkorak dari suatu spesies manusia yang tumbuh tidak lebih besar dari kanak-kanak berusia lima tahun. Manusia kerdil yang memiliki tengkorak seukuran buah jeruk ini diduga hidup 13.000 tahun lalu, bersama gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti Komodo. Indonesia.
Tengkorak pertama dari spesies yang kemudian disebut sebagai Homo floresiensis atau Manusia Fores itu ditemukan September 2003. Ia berjenis kelamin perempuan, tingginya saat berdiri tegak kira-kira satu meter, dan beratnya hanya 25 kilogram. Ia diduga berumur sekitar 30 tahun saat meninggal 18.000 tahun lalu.

Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :

Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)

Dinamakan kapak genggam, karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.

Kapak genggam terkenal juga dengan sebutan kapak perimbas, atau dalam ilmu prasejarah disebut dengan chopper artinya alat penetak.
Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa

Fungsi: – untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah
– menangkap ikan

Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.

Fungsi: -untuk menguliti hewan buruan
-mengiris daging buruan
-memotong umbi-umbian./buah – buahan
-menangkap ikan

Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut adalah :

Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
Ujung mata panah,
batu penggilingan (pipisan),
kapak,
alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :

Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid

Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.

Contoh alat tersebut :

Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan

Fungsi: – ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul.
-ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

Bahan untuk membuat kapak tersebut selain dari batu biasa, juga dibuat dari batu api/chalcedon. Kemungkinan besar kapak yang terbuat dari Chalcedon hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat atau tAnda kebesaran.

Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa

Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak

Fungsi: – sebagai cangkul/pacul.

Megalithikum (Zaman Batu Besar )

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :

Menhir ,
Fungsi: -sebagai tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang

Dolmen atau Stonehenge, adalah meja batu, merupakan

Fungsi: – Sebagai tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang,
– Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

Sarkofagus atau keranda yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup

Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.
Fungsi: – tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya

Kubur Batu/Peti Mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain

Fungsi: – tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya

Punden Berundak
Fungsi: – sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.

Arca Batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.
Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Zaman Logam

zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :

Zaman Perunggu

Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas.

Candrasa
Kalau dilihat dari bentuknya, tentu Candrasa tidak berfungsi sebagai alat pertanian/pertukangan tetapi fungsinya diduga sebagai tanda kebesaran kepala suku dan alat upacara keagamaan. Hal ini karena bentuknya yang indah dan penuh dengan hiasan.

Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei.

Zaman Besi

Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.

Alat-alat yang ditemukan adalah :

Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
Mata pisau
Mata pedang
Cangkul, dll

Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)

Penutup.

Sekian gambaran yang bias saya berikan pada anda mengenai bagaimana teknologi-teknologi sederhana yang dimiliki nenek moyang kita.

Dan teknologi itu pun mungkin yang digunakan saat membangung bangunan macam Candi Borobudur di Indonesia dan masih banyak lagi bangunan-bangunan megah zaman dahulu.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, di Indonesia sudah ada usaha-usaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam, utamanya di gua-gua paying, yang setiap saat mudah untuk ditinggalkan, jika dianggap sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di tempat itu.

1) Keadaan lingkungan
Api sudah dikenal sejak sebelumnya, karena sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan hidup, seperti untuk memasak makanan, sebagai penghangat tubuh, dan untuk menghalau binatang buas pada malam hari.
Terputusnya hubungan kepulauan Indonesia dengan Asia Tenggara pada akhir masa glasial keempat, terputus pula jalan hewan yang semula bergerak leluasa menjadi lebih sempit dan terbatas, dan tenpaksa menyesuaikan din dengan lingkungan baru. Tumbuh-tumbuhan yang mula-mula ditanam adalah kacang-kacangan, mentimuri, umbi-umibian dan biji-bijian, seperti juwawut, padi, dan sebagainya.

2) Keberadaan manusia
Ada dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan Kala Holosin, yaitu Austromelanesoid dan Mongoloid. Mereka berburu kerbau, rusa, gajah, dan badak, untuk dimakan.
Di bagian barat dan utara ada sekelompok populasi dengan ciri-ciri terutama Austromelanesoid dengan hanya sedikit campuran Mongoloid. Sedangkan di Jawa hidup juga kelompok Austromelanesoid yang lebih sedikit lagi dipengaruhi oleh unsur-unsur Mongoloid. Lebih ke timur lagi, yaitu di Nusa Tenggara sekarang, terdapat pula Austromelanesoid.

3) Teknologi
Ada tiga tradisi pokok pembuatan alat-alat pada masa Fos Plestosin, yaitu tradisi serpih bilah, tradisi alat tulang, dan tradisi kapak genggam Sumatera Persebaran alatnya meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Alat tulang ditemukan di Tonkin Asia Tenggara sedangkan di Jawa ditemukan di Gua Law Semanding Tuban, di Gua Petpuruh utara Prajekait dan Sodong Marjan di Besuki. Kapak gengga Sumatera ditemukan di daerah pesisir Sumater Utara, yaitu di LhokSeumawe, Binjai, dan Tamiang..

4) Masyarakat
Manusia yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, mendiami gua-gua terbuka atap gua-gua payung yang dekat dengan sumber air atau sungai sebagai sumber makanan, berupa ikan, kerang, siput, dat sebagainya. Mereka membuat lukisan lukisan di dinding gua, yang menggambarkan kegiatannya, dan juga kepercayaan masyarakat pada saat itu.

Perubahan mendasar terjadi pada awal tahapan ini. Pada masa ini manusia yang sebelumnya sekedar pengumpul makanan, mulai menjadi penghasil makanan dengan melakukan bertani dan berternak. Mereka tidak lagi hidup berpindah-pindah (nomaden), tetapi relative telah menetap dan tinggal di perkampungan kecil.

Masa Bercocok Tanam (Jaman Neolitikum)

Dalam masa ini orang sudah menggosok alat-alat yang terbuat dari batu hingga halus. Alat-alat batu yang menonjol dari masa ini ialah beliung persegi dan belincung. Beliung persegi ialah suatu alat yang dibuat dari batu kalisedon atau agat yang atasnya (bidang distal) melengkung, sedang bidang bawahnya (bidang proximal) sedikit melengkung. Bangian pangkal biasanya lebih kecil daripada bagian ujungnya. Bagian pangkal ini tidak digosok. Bagian ujungnya disebut juga bagian tajaman, digosok atau diasah hanya pada sisi bawah (pada bidang proximal saja).

Dalam masa ini nampaknya sudah ada spesialisasi dalam masyarakat. Misalnya ada sebagian masyarakat yang hanya membuat beliung atau belincung secara kasar kemudian dibawa ke tempat lain untuk dihaluskan oleh orang lain. Tempat-tempat dimana kita mendapati berbagai macam kapak dan beling (belincung) yang masih kasar dinamakan atelier. Atelier ditemukan di Punung, Jawa Timur dan di Pasir Kuda (Jawa Barat).

Masa Bercocok Tanam (Jaman Neolitikum)

Kapak-kapak atau beliung yang belum jadi disebut Planche. Peninggalan lain yang banyak terdapat dari masa neolithicum ialah tembikar. Cara membentuk tanah liat tidak menggunakan roda pemutar, jadi hanya dibentuk dengan tangan saja. Akibatnya jika membuat bentuk periuk misalnya, terdapat bagian-bagian yang tebalnya tidak rata. Karena sistem pembakarannya adalah sistem terbuka, akibatnya suhu yang ditimbulkan adalah suhu rendah. Oleh karena itu tembikar masa Neolithicum ini sangat poreous (berpori). Tembikar atau gerabah banyak ditemukan sebagai bekal kubur. Nampaknya masyarakat pada masa itu sudah memasak makanannya dengan tembikar ini, sebab ada yang ditemukan bagian bawahnya hitam bekas api. Pada masa Neolithicum sudah dikenal pula pertenunan. Hal ini diketahui dari ditemukannya pecahan tembikar dengan cap tenunan pada permukaannya. Hal ini terjadi karena pada waktu itu dibuat dan masih basah benda tembikar itu diletakkan di atas bahan tenunan. Bahan tenunan yang diketahui ialah tenun bogor, yang benangnya dibuat dari daun gebang. daun gebang disayat halus-halus, sehingga dpat dipakai sebagai benang tenun. Tenunan semacam ini masih terdapat di daerah Yogyakarta. Pada umumnya sekarang hasilnya dipakai sebagai bungkus barang dagangan. Dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, pada masa Neolithicum budaya manusia telah maju dengan pesat. Berbagai macam pengetahuan telah dikuasai, misalnya pengetahuan tentang perbintangan, pranatamangsa (cara menentukan musim berdasarkan perbintangan atau tanda-tanda lainnya), pelayaran, kalender (menentukan hari baik atau buruk) gamelan, wayang, pertenunan, dan sebagainya. Masih banyak unsur-unsur kebudayaan Neolith itu yang masih hidup hingga sekarang. Salah satu diantaranya ialah pertenunan dengan menggunakan tenun gendong. Unsur-unsur lainnya yang dapat disebutkan dan masih hidup hingga sekarang misalnya gamelan, wayang, pranata mangsa, pelayaran, kalender, dan sebagainya. Yang dapat diungkapkan ialah adanya kepercayaan manusia terhadap hidup sesudah mati. Berdasarkan penggalian-penggalian dimana kerangka manusia ditemukan, dapat diketahui bahwa hampir semua kerangka manusia tidak memiliki telak kaki. Rupanya waktu sebelum dikubur, telapak kaki itu dipotong dengan harapan supaya kerangka itu tidak dapat tegak berdiri lagi. tengkorak (kepala) si mati dihadapkan ke suatu gunung di dekat kuburan itu. Hal ini menunjukkan bahwa gunung dianggap sebagai tempat penting para roh. Biasanya kerangka itu dikubur membujur timur-barat atau tergantung kepada letak gunung yang di anggap keramat sekitar tempat itu. Hal ini berbeda dengan kerangka-kerangka yang ditemukan dalam pemakaman Islam yang membujur utara-selatan dengan tengkorak menghadap ke kiblat (Barat). Selain penguburan langsung atau disebut juga penguburan primer dimana mayat dikubur langsung ke dalam tanah atau dimasukkan ke dalam tempayan secara utuh, ada pula sistem penguburan yang disebut cara penguburan sekunder, yaitu setelah mayat dikubur beberapa lama (atau diletakkan si sebuah padang) lalu tulang belulangnya dipilih dan dengan upacara besar-besaran dikuburkan. Ada pula suatu adat dimana tulang belulang manusia dimasukkan kedalam tempayan lalau di kubur, sebagai mana terlihat dalam penggalian di Mololo (Sumba Timur) Merak (Jawa Barat), Gilimanuk (Bali). Adat semacam ini masih terdapat pada suku Dayak di Kalimantan.

Masa Perundagian (Jaman Paleometalik)

Top of Form

Sesudah masa Neolitik, Indonesia mulai dipengaruhi oleh teknologi yang di luar Indonesia sudah berkembang. Pada mulanya diperkenalkan logam, yaitu tembaga dan emas. Kedua macam logam ini titik leburnya rendah sehingga tidak kuat untuk di pakai sebagai alat. Di Asia Tenggara, logam mulai dikenal kira-kira sejak 3000-2000 tahun S.M. Di luar Indonesia rupanya telah diketahui bahwa dengan mencampur tembaga dengan timah, didapatkan suatu jenis logam yang kuat, yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk membuat alat-alat. Campuran logam tersebut di namai perunggu. Perunggu dikenal di Muangthai pada 3000 S.M. sedang di Filipina pada 4000 S.M. di Indonesia sendiri, kepandaian membuat perunggu baru ada sekitar awal Masehi. Berdasarkan penggalian arkeologis, Indonesia hanya mengenal alat-alat yang dibuat dari perunggu dan besi, sedangkan untuk perhiasan dipergunakan bahan perunggu dan emas. Kepandaian mencampur logam (tembaga dan timah) serta kepandaian menuang logam, merupakan ciri khas pada zaman ini. 

Sistem kepercayaan

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Sistem Kepercayaan Manusia Praaksara

Sistem kepercayaan telah berkembang pada masa manusia praaksara. Mereka menyadari bahwa ada kekuatan lain di luar mereka. Oleh sebab itu, mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut. Caranya ialah dengan mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya. Beberapa sistem kepercayaan manusia purba adalah seperti berikut.

a. Animisme
Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda. Manusia purba percaya bahwa roh nenek moyang masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya pohon, batu, gunung, dsb. Agar mereka tidak diganggu roh jahat, mereka memberikan sesaji kepada roh-roh tersebut.

b. Dinamisme
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

c. Totemisme
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

Dalam melaksanakan upacara penyembahannya, manusia purba membuat berbagai bangunan dari batu. Masa ini disebut sebagai kebudayaan Megalithik atau Megalithikum (kebudayaan batu besar). Bangunan-bangunan tersebut masih dapat ditemui saat ini. Sarana upacara ritual manusia purba antara lain seperti berikut.
(1) Peti kubur batu, bangunan yang berfungsi sebagai peti jenazah. Peti kubur ada yang berbentuk kotak persegi panjang, ada pula yang berbentuk kubus dan memiliki tutup dari batu bergambar (disebut juga waruga), serta ada pula yang berbentuk menyerupai mangkuk (disebut juga sarkofagus). Di dalamnya, selain jenazah, juga terdapat ‘bekal kubur’. Sistem kepercayaan tersebut diatas menjadi cikal bakal dari Agama Ardhi, atau agama yang berasal dari bumi dimana agama ini hasil usaha dari manusia untuk menemukan sumber kekuatan yang berada d luar manusia.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.